
Semenjak Afkar menjelaskan semua alasan di balik keberadaan pengawal yang harus selalu mengawal dirinya, Nara menjadi sedikit bersikap paranoid atau merasa takut yang berlebihan bila berada di luar ruangan saat tidak bersama Afkar. Setiap hari Senin dan Rabu bila jadwal Afkar bekerja sebagai CEO Rosenkrantz, Afkar akan mengantar Nara hingga di ruang latihan tapi bila jadwal Afkar sebagai mentor D4rkC0d3 maka dimana ada Neptunia di situ ada GUN.
Pada awalnya para manager juga pemain Shield berpikiran bahwa Afkar terlalu posesif, tapi lambat laun mereka bisa memahami. Jika D4rkC0d3 ada jadwal kompetisi CTF online dan jadwal Afkar sebagai mentor maka Afkar akan selalu berada di luar ruang kompetisi hanya Barra yang bisa mendampingi D4rkC0d3, tapi bila jadwal Afkar bekerja sebagai CEO Rosenkrantz maka Afkar memantau langsung dari CCTV dan itu berarti Nara hanya berani beraktifitas di lantai 2 saja. Bahkan Nara tidak berani turun ke lantai 1 tanpa Afkar membuat kakak beradik Yilmaz harus membantunya dengan membawakan makan siang atau mungkin makan malam dari kantin lantai 1.
Perubahan sikap Nara yang seperti inilah yang membuat Barra sangat kuatir, tapi beruntung Barra dapat mencegah Afkar untuk tidak menjelaskan siapa pemilik saham 10% yang Nara sendiri ketahui nama pemilik 10% saham Rosenkrantz tersebut. Barra tidak ingin melihat Nara yang sekarang kembali menjadi Nara yang ketakutan setiap kali melihat pria yang tidak dia kenal seperti setelah peristiwa bullying yang pernah dia alami.
Afkar dan Nara sudah menempati unit apartemen Afkar yang berada di lantai 4 dan lebih luas dari unit Barra, terkadang Barra akan mengunjungi mereka hanya sekedar untuk menjahili Nara atau membuat Afkar cemburu.
Sikap Nara yang paranoid ini masih bisa Barra atasi bila jadwal kompetisi Neptunia atau D4rkC0d3 adalah kompetisi online, dan Neptunia mau pun D4rkC0d3 sudah menyelesaikan 4 jadwal kompetisi online format jeopardy. Yaitu tim 9 di kompetisi TetCTF server Hanoi juara 1 dengan perolehan point 9458 point, tim 11 di kompetisi Global CyberPeace Challege server New Delhi juara 1 dengan perolehan point 8790, tim 7 di kompetisi HAC-SEC server Moskow juara 2 dengan perolehan point 9870, dan tim 14 kompetisi BambooFox CTF server Shanghai juara 1 dengan perolehan point 9880 sama dengan juara 2. Para manager tim tersebut melakukan hal ini karena ingin menaikkan peringkat jaringan timnya juga para pemainnya.
Sejak Afkar mengumumkan bahwa Neptunia bergabung dengan Marius dan Morten, para manager tim berusaha mengajukan permintaan dukungan dari Neptunia untuk tim mereka baik Barra mau pun Afkar sudah menyetujui permintaan para manager itu. Afkar mau pun Barra tidak dapat menarik atau membatalkan keputusan yang sudah mereka sepakati untuk Neptunia. Sehingga hampir setiap minggu selalu ada jadwal kompetisi untuk D4rkC0d3 dengan format Jeopardy atau pun attack-defence.
Nara sudah bisa mengikuti ritme jadwal pelatihan mau pun kompetisi online, hari hari Nara hanya berkutat di dalam markas Shield. Bahkan Afkar dapat dengan jelas memperhatikan kapan Nara mendapatkan periodenya, yang membuat Afkar tidak sabar menunggu memakan Nara. Dan benar saja saat Nara memintanya untuk menunggu saat hendak sholat Magrib, seketika Afkar tersenyum bahagia. Karena jarak antara sholat Magrib dengan Isya di kota Oslo lebih dari dua setengah jam, selepas sholat Afkar segera melancarkan aksinya membuat Nara yang tidak siap hanya bisa pasrah dan menikmati setiap sentuhan lembut Afkar. Yang pada akhirnya mereka melakukan olah raga malam lebih lama dari sebelum-sebelumnya, Afkar seperti membayar hutang puasanya bahkan tidak memberi kesempatan pada Nara untuk beristirahat.
“ kalian jangan berisik.... “ teriak Barra ketika mendengar suara teriakan Nara saat mencapai ******* sedangkan Afkar semakin semangat bergerak.
__ADS_1
“ ah...... sial.... aku habiskan makanan kalian “ gumam Barra sambil melangkah ke dapur mencari persedian makanan Afkar dan Nara.
Barra dengan sengaja tidak membuang sampah bekas dia makan tapi membiarkan berserakan di lantai dan meja, setelah puas Barra akan kembali ke unitnya.
Olah raga malam Afkar dan Nara pertama kali setelah berakhirnya periode pertama Nara setelah nifas berlangsung selama dua setengah jam, membuat Nara kehabisan energi dan mereka harus mandi wajib tengah malam karena mereka belum mendirikan sholat Isya’.
“ mas.... lapar “ ucap Nara sambil pelan-pelan melepas mukena.
“ sayang mau makan apa? “ tanya Afkar sambil merapikan karpet yang mereka gunakan untuk alas sholat.
“ mana ada sate padang sayang.... mau kebab? “ tanya Afkar sambil mencubit kecil pipi Nara.
Afkar belum tahu bila ruang makan dan dapur mereka berantakan karena ulah Barra, benar saja saat pesanan kebab mereka datang. Afkar terkejut melihat ruang makan dan dapur mereka berantakan.
“ untung kamu mahram istriku.... kali tidak sudah aku kirim kembali ke Jakarta “ gumam Afkar sambil meraih piring bersih untuk alas makan mereka berdua.
__ADS_1
Selesai makan mereka beristirahat di kamar, Nara yang merasa sangat lelah langsung tertidur dengan memeluk paha Afkar. Afkar masih berkutat dengan laptopnya.
Hari ini tepat satu setengah bulan setelah pernyataan Afkar terkait bergabungnya Neptunia di Shield, dan sejak kemarin Barra mau pun Afkar di buat frustasi dengan sikap Nara yang tidak mau ikut kompetisi hari ini. Dan juga jadwal kompetisi onsite pertama di musim ini dengan format attack-defense kompetisi yang di adakan oleh Universitas Sains dan teknologi Norwegia Departemen Keamanan Informasi dan Teknologi Komunikasi, tempat Afkar mengambil program master keamanan informasi.
Dari pagi Afkar sibuk merayu Nara agar mau mengikuti kompetisi onsite di kampusnya yang sudah terencana sejak di awal pengumuman bahwa Neptunia bergabung kakak beradik Yilmaz, sedangkan alasan Nara tidak mau karena Afkar tidak bisa menemaninya. Hari ini Afkar mengadakan rapat tertutup bagi para pemegang saham.
“ sayang..... mas sudah menambah pengawal untuk menjaga sayang.... mas juga sudah melakukan negosiasi dengan pihak penyelenggara bahwa akan ada 12 pengawal yang akan mengawal sayang... “ ucap Afkar yang sudah bersila di depan Nara dari setengah jam lalu.
“ ayolah Ra.... jangan seperti ini.... takut boleh tapi jangan berpikir negatif.... jangan berpikir bahwa kamu tidak aman kalau tidak bersama Afkar “ ucap Barra yang frustasi dan mulai putus asa membujuk Nara.
“ Ra... Afkar hanya sebentar ke kantor.... nanti siang dia sudah kembali lagi “ bujuk Barra tapi Nara masih tidak bergeming.
“ sayang.... mas mohon.... mas tidak bisa menarik kembali keputusan mas.... mas janji selesai rapat mas langsung ke arena kompetisi “ ucap Afkar sambil meletakkan dahinya di salah satu lutut Nara.
Antara rasa takut juga tidak tega melihat suaminya yang mulai putus asa merayunya, akhirnya Nara memutuskan mengikuti kompetisi ini. Tapi sepanjang perjalanan dari apartemen, markas Shield hingga lokasi kompetisi di sebuah gedung olah raga kampus Universitas Sains dan teknologi Norwegia tak sedetik pun Nara melepas pelukkannya pada lengan kiri Afkar. Nara menggenggam erat tangan Afkar membuat telapak tangan Afkar terasa kesemutan dan beberapa kali telapak tangannya mengepal untuk menghilangkan rasa itu.
__ADS_1