NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 217 RUXCON HACKER VILLAGE (2)


__ADS_3

“ if you get lost, show this card to the security officer you meet.... the officer will show you the location of this building..... you move without our supervisors, but we are watching you through CCTV cameras scattered at many points in the city. around the building or inside the building. (bila kalian tersesat, perlihatkan kartu ini pada petugas keamanan yang kalian temui.... petugas itu akan menunjukkan lokasi gedung ini..... kalian bergerak tanpa pengawalan pengawas dari kami, tapi kami mengawasi kalian melalui kamera CCTV yang tersebar di banyak titik di sekitar gedung mau pun di dalam gedung.) “ ucapan petugas ini sudah cukup membuat Nara dan yang lainnya merasa gugup.


Mereka gugup karena kuatir akan tersesat di kota besar yang baru pertama kali mereka menginjakkan kaki.


Tepat pukul sembilan pagi sesuai tanda peringatan dari seorang petugas kompetisi seluruh tim mulai bergerak meninggalkan Rialto tower menuju gedung-gedung di sekitar Rialto Tower untuk mencari server-server sesuai dengan selembar kertas topologi yang mereka pegang masing-masing.


“ svoger....er du fortsatt sint på meg? La meg hjelpe deg å bære vesken (kakak ipar.... apa kau masih marah padaku? Izinkan aku membantumu membawa tas itu) “ pinta Morten membuat Nara menghentikan langkahnya.


Nara menarik nafas panjang dan berhenti melangkah.


“ fokuser på ditt ansvar ... ikke bry meg ... jeg kan fortsatt ta alt dette og se etter alt dette ... selv om jeg går meg vill vil jeg finne sikkerhetsvakten og komme tilbake til denne bygningen (fokuslah pada tanggung jawabmu... jangan pedulikan aku.... aku masih bisa membawa semua ini dan mencari semua ini.... kalau pun aku tersesat aku akan mencari petugas keamanan dan kembali ke gedung ini) “ ucapan Nara terdengar sedikit acuh di telinga Morten.


Morten terdiam melihat Nara yang sudah melangkah menunju ke arah barat menyeberangi perempatan antara jalan Collins dan Kings, Nara berjalan dengan pelan tidak seperti tim lain yang melangkah lebar bahkan berlari kecil atau pun berlari cepat. Nara mengedarkan pandangan mencari nama gedung sesuai dengan selembar kertas topologi yang dia pegang.


“ Winston tower..... kalau menurut denah ini.... aku harus berjalan ke barat kurang lebih enam ratus lima puluh meter “ gumam Nara sambil mengedarkan pandangan kesekeliling gedung yang menjulang tinggi.

__ADS_1


Lima menit sudah Nara berjalan sambil mengedarkan pandangan mencari Winston tower. Dan saat Nara menatap ke arah utara tepat di seberang jalan terdapat sebuah gedung pencakar langit setinggi delapan puluh tiga lantai. Nara memastikan sekali lagi bahwa gedung yang tepat di depannya adalah Winston tower yang harus dia akses, saat hendak menyeberang jalan Collins seseorang menarik tas punggungnya.


“ Neptunia... hvor skal du? (Neptunia... kau mau kemana?) “ pertanyaan singkat dari suara yang sangat familiar di telinganya.


“ dbuq.... hvorfor er du fortsatt her... har du funnet din del (dbuq.... kenapa kamu masih disini.... apa kau sudah menemukan bagianmu)? “ kali ini Nara heran dengan keberadaan dbuq.


dbug memperlihatkan selembar kertas topologi pada Nara. Nara membandingkan kertas yang dbuq pegang dengan kertas yang dia pegang, sesaat Nara mengedarkan pandangan ke belakang dan tepat di belakangnya terdapat sebuah gedung yang juga menjulang tinggi dengan sebuah tulisan yang tersusun secara vertikal.


“ Flinder Lane Tower..... “ ucapan Nara membuat dbuq mengikuti ke arah mana Nara melihat.


“ kos deg (selamat bersenang-senang) “ ucap Nara sambil melambaikan tangan dan menyeberang jalan menuju winston tower.


Terlibat beberapa orang dari berbagai tim berebut masuk ke dalam lift, bahkan Nara harus menunggu giliran berikutnya untuk masuk ke dalam lift. Membuat Nara berada di dalam lift yang sama bersama cd0r1 dari the duck, H-mmer dari hackerscrew, byt3 dari $wag dan seorang lagi dari cyKOR. Terlihat wajah wajah tegang juga penuh ambisi untuk saling mendahului dan menjatuhkan satu sama lain. Pintu lift terbuka tepat di lantai 15, Nara keluar lift membuat ketiga pria yang lain saling menatap satu sama lain.


Nara harus keluar lift karena dia harus berpindah ke lift yang lain, sebab lantai yang menjadi tujuannya berada di lantai 38 dan 41. Nara tidak memperdulikan pandangan ketiga prmain tersebut dan tetap menunggu lift yang tepat berada di depannya, belum sempat pintu lift tadi tertutup. byt3 keluar dari lift dan mengikuti Nara.

__ADS_1


“ can we work together to find the server room (dapatkan kita bekerja sama mencari ruang server)? “ tanya byt3 yang sudah berdiri di samping Nara.


“ no...this is a competition...every team is prohibited from working together each other than their own team


(tidak... ini kompetisi... setiap tim di larang bekerja sama selain dengan timnya sendiri) “ ucap Nara sambil melangkah masuk ke dalam lift.


byt3 mengikuti Nara dan membiarkan Nara menekan tombol lift, karena byt3 memang tidak tahu harus menuju lantai berapa. Sedangkan Nara sebelum masuk ke dalam lift di lantai satu, Nara sempat membaca sebuah papan besar yang bertuliskan beberapa ruang server yang tersebar di beberapa lantai dan lantai paling bawah dimana ruang server berada adalah di lantai 38.


Nara tidak memperdulikan apa yang byt3 ucapkan, Nara memfokuskan otaknya memperkirakan perangkat merk apa dan tipe apa yang akan dia hadapi kali ini. tepat di lantai 38 pintu lift terbuka, suasana lantai terlihat sangat gelap hanya satu ruangan saja di sudut lantai yang terlihat terang. Nara melangkah mendekati ruangan tersebut dan terlihat dua orang petugas IT admin.


“ excuse me.... can I access this server room (permisi.... apa saya bisa mengakses ruang server ini)? “ ucap Nara sambil memperlihatkan tanda pengenal yang dia kalungkan di leher.


Seorang petugas IT administrator menyodorkan sebuah tablet yang harus Nara isi sebagai bukti bahwa Neptunia pernah masuk ke ruang server ini. Nara menulis nama jaringan, nama team dan nomor kartu akses. Petugas IT Administrator tersebut menunjukkan dimana server yang bisa dia pilih, byt3 mengikuti apa yang Nara lakukan. Terlihat jelas tatapan penuh tanya dari kedua mata petugas IT administrator tersebut.


Nara menempelkan kartu akses untuk membuka pintu ruang server, seketika ruang server menjadi terang benderang. Nara berjalan kesana kemari di area yang petugas IT Administrator tunjukkan tadi, Nara dengan teliti dan sabar mencari label nama server yang menempel. beberapa detik kemudian Nara menemukan apa yang dia cari.

__ADS_1


“ Alhamdulilla ketemu “ ucap Nara sedikit lega karena ternyata perangkat server tersebut belum terhubung sama sekali dengan kabel apa pun.


__ADS_2