NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 16 BOSPHORUS


__ADS_3

Tepat pukul tiga Afkar terbangun karena Nara dengan sedikit memaksa melepaskan pelukkannya, beberapa malam sejak tiba di Istanbul Nara sering sekali ke kamar mandi untuk buang air kecil tapi kali ini Nara membuat Afkar terbangun. Afkar memperhatikan tubuh polos istrinya yang dengan buru-buru masuk ke kamar mandi, seketika Afkar teringat apa yang sudah di beli tadi malam dan segera menyusul Nara masuk ke kamar mandi.


“mas Afkar" ucap Nara terkejut.


“sebentar sayang..... tampung urine sayang disini sebatas ini" ucap Afkar sambil menyerahkan sebuah cawan kecil.


Nara menahan senyum kecil melihat tubuh polos Afkar yang terlihat sangat gugup.


“ini mas.....” ucap Nara sambil menyerahkan cawan urien yang bungkus tissue.


Nara melangkahkan kakinya masuk ke ruang kaca untuk mandi wajib, sementara Afkar sibuk dengan urine Nara. Setelah menunggu beberapa menit, Afkar menarik nafas panjang dan membersihkan cawan bekas urine Nara serta membuang apa yang sudah dia beli semalam. Afkar melangkah masuk ke ruang kaca untuk mandi wajib menyusul Nara.


“kenapa mas....... sepertinya mas terlihat kecewa" ucap Nara sambil menangkup kedua pipi Afkar.


Afkar memeluk tubuh Nara dengan erat, menenangkan rasa kecewanya karena sudah terlalu percaya dengan pesan singkat Felissa.


“mas..... sebentar lagi shubuh” ucap Nara pelan mengingatkan Afkar karena salah satu bagian tubuh Afkar bereaksi.


“iya.... sebentar lagi shubuh..... tapi mas ingin seperti ini sebentar saja.” Ucap Afkar yang masih memeluk erat Nara dan mencium bahu Nara membuat pemilik bahu merasa geli.


Untuk beberapa saat mereka saling memeluk seperti saling menguatkan satu sama lain, Afkar membantu Nara membasuh tubuh polos istrinya dengan lembut begitu juga sebaliknya. Selesai mensucikan diri mereka sholat Shubuh berjamaah, Afkar memandangi wajah putih bersih istrinya dengan teduh.


“belum rezeki kami untuk mendapatkan amanah, mungkin kami harus lebih saling mengenal satu sama lain, lebih memahami satu sama lain melakukan semuanya berdua" gumam Afkar dalam hati sambil memandangi wajah Nara.

__ADS_1


“mas..... hari ini ke kantor?” tanya Nara membuyarkan lamunan Afkar.


“hari ini mas ingin seharian bersama sayang.....apa sayang ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Afkar mencoba menerka apa keinginan Nara.


Nara segera berdiri dan melepas mukena sehingga terlihat tubuh mungil Nara mengenakan kemeja yang terlihat kebesaran, membuat Afkar tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.


“hari ini Nara ingin kesini dan kesini" ucap Nara sambil menyerahkan sebuah selebaran.


Afkar menatap wajah istrinya dengan mesra.


“baiklah..... hari ini kita habiskan sepanjang siang di kapal pesiar" ucap Afkar sambil mencium kening Nara.


Nara tersenyum bahagia mendengar ucapan Afkar segera beralih duduk di pangkuan dan menghujani Afkar dengan ciuman kecil di setiap permukaan kulit wajah Afkar, membuat Afkar tertawa terbahak-bahak mendapat perlakuan yang tak terduga dari istrinya.


“bizi aldığın için teşekkürler (terima kasih sudah mengantar kami)" ucap Afkar membuat Zehed menganggukan kepalanya sekali.


Saat Afkar hendak melangkah menjauh dari mobil yang sudah mengantar mereka, tiba-tiba Zehed menghentikan langkah Afkar.


“efendim..... bugün iyi eğlenceler, dün sipariş ettiğiniz her şeyi hazırlayacağım (tuan..... bersenang-senaglah hari ini, saya akan mempersiapkan semua yang anda perintahkan kemarin)" ucap Zehed membuat Afkar mendekatinya dan membuat Nara mau tak mau mengikuti langkah Afkar karena Nara menggenggam erat tangan Afkar.


“unutmayın, bu üç kişiyle akraba olan kişilerin ne yaptığınızı bilmesine izin vermeyin (ingat jangan sampai orang-orang yang memiliki kaitan dengan ketiga orang itu tahu apa yang kamu lakukan)" bisik Afkar membuat tubuh Zehed sedikit menegang.


“ayo sayang..... kita naik Bosphorus cruise” ucap Afkar yang sudah melingkarkan tangan kanan Nara untuk memeluk lengan kirinya.

__ADS_1


Afkar dan Nara menaiki sebuah kapal pesiar yang akan membawa mereka berkeliling sepanjang selat Bosphorus. Bosphorus merupakan selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan Turki bagian Asia. Selat ini menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam, selat yang memiliki panjang tiga puluh kilometer dengan lebar antara tujuh ratus lima puluh hingga tiga ribu tujuh ratus meter.


Melihat pemandangan dan sejarah kota Istanbul dari air, bersantai sambil berlayar di atas kapal pesiar mewah modern menikmati keanggunan kekaisaran dan pemandangan panorama yang unik dari sisi Asia dan Eropa Istanbul yang diterangi dengan indah. Melewati di bawah dua jembatan Bosphorus yang menghubungkan Eropa dan Asia, menikmati pemandangan indah di kedua benua terlihat jelas Istana Topkapi, Masjid Biru, Menara Leander, dan area paling mewah di Istanbul, Ortakoy dan Bebek.


Afkar dengan posesif memeluk Nara dari belakang menceritakan dan menjelaskam tempat-tempat bersejarah yang mereka lewati, sesekali dengan tangan kanannya Nara membelai pipi kanan Afkar dan mencium kecil pipi kiri Afkar. Selama tiga jam kapal pesiar menyusuri selat Bosphorus hingga menjelang waktu makan siang, seorang kru kapal pesiar mendekati Afkar.


"Öğle yemeği için sofranızı hazırladık (meja anda untuk makan siang sudah kami siapkan)" ucap seorang kru kapal pesiar yang bertugas melayani makan siang para tamu kapal pesiar.


Afkar berbisik dan mengajak Nara mengikuti langkah kaki kru kapal pesiar. Meja yang menjadi tempat makan siang mereka sangat strategis karena berada di area geladak utama. Selama menunggu menu yang akan disajikan, Afkar menjelaskan apa saja yang mereka lihat hingga dua orang pelayan menyajikan dua piring besar buah-buahan khas Turki dan dua piring springroll. Tiba-tiba perut Nara terasa sangat lapar.


“sayang makan saja..... habiskan......mas sudah memesan beberapa menu utama dan hidang penutup juga.” Ucap Afkar sambil mengingat pesan Felissa.


Afkar ingin melihat langsung bagaimana nafsu makan istrinya saat ini. Afkar memperhatikan setiap kali Nara mengambil buah dan memasukkan ke dalam mulutnya dari balik niqab, sesekali Afkar melakukan hal yang sama dan terkadang Afkar menyelipkan tangan kanan atau kirinya di balik niqab Nara untuk memastikan bahwa tidak ada sisa makanan di sekitar bibir Nara. Saat Nara sudah menghabiskan bagiannya dan melihat piring Afkar yang masih ada beberapa potong buah-buahan, Afkar segera menukar piringnya dengan piring Nara.


Beberapa menit kemudian seorang pelayan membawa menu utama berupa Barbecued Meat, Glazed Chicken Beast, Barbecued Sea Bass Fish dan barbecued Sea Bream fish. Seketika Nara terlihat sangat gembira dan sekali lagi membuat Afkar tersenyum bahagia melihat kedua mata istrinya yang terlihat sangat gembira.


Afkar hanya memakan beberapa potong dari menu utama daging dan ayam, selebihnya Nara menghabiskan semua membuat Afkar semakin heran dan bingung.


“kemana larinya semua makanan ini? Hanya kedua pipinya yang sedikit bertambah tembem sedangkan yang lainnya masih sama" gumam afkar sambil menyentuh kedua bibirnya dengan tangan kanan.


“kenapa mas melihat Nara seperti itu?” tanya Nara yang merasa sedari tadi Afkar memandanginya terus.


“sayang..... makan sebanyak ini tapi tidak terlihat ada kenaikan berat badan..... kemana larinya semua makanan ini?” ucap Afkar sambil menyelipkan tangan kirinya ke balik niqab dan menyentuh ujung bibir Nara.

__ADS_1


__ADS_2