NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 134 SECUREBUG (3)


__ADS_3

“ create a simple proxy program that can access nine or ten servers with static cache (buat program proxy sederhana yang bisa mengakses 9 atau 10 server dengan cache statis) “ apa yang Nara ucapkan cukup membuat kakak beradik Yilmaz terkejut begitu juga dengan Barra.


Meskipun mereka heran dan terkejut tapi mereka melakukan apa yang Nara katakan.


“ lage et program som ligner på skybrann .... det umulige for dem å gjøre (membuat program sejenis cloudfire.... hal yang mustahil mereka lakukan) “ gumam seorang manager yang duduk tepat di sebelah kiri Afkar.


Hanya dalam 5 menit Nara membuat program proxy sederhana dengan cache statis.


“ Have you finished your program (program kalian sudah selesaikah)? “ tanya Nara dan kakak beradik Yilmaz mengulurkan ibu jari mereka tepat depan wajah Nara.


“ we do it now (kita lakukan sekarang) “ tanpa menunggu lama mereka seger menekan tombol enter hampir bersamaan.


Program yang mereka buat mulai mencari secara acak alamat internet protokol yang penyelenggara maksud, kakak beradik Yilmaz yang baru pertama kali menyelesaikan tantangan semacam ini menjadi berharap-harap cemas.


“ SBCTF brackets one blank four dots two seven dots. (SBCTF kurung satu kosong empat titik dua tujuh titik....) “ ucapan Nara terhenti membuat kakak beradik Yilmaz semakin gugup dan harap-harap cemas.


Tidak hanya mereka yang cemas tapi semua orang yang melihat mereka bertiga juga ikut gugup dan cemas.


“ one two eight point.... one five five (satu dua delapan titik.... satu lima lima) “ ucapan Nara membuat kakak beradik Yilmaz diam.


Mereka masih menunggu proses dari program yang mereka buat, Nara melihat ke kanan dan kiri dengan heran karena kakak beradik Yilmaz yang masih terdiam. Tidak hanya Nara yang heran tapi Barra juga yang lainnya menjadi tegang.


“ it worked, I found it (berhasil, aku menemukannya) “ suara keras Morten membuat Barra juga yang lain bernafas lega.


Nara melihat wajah Marius yang pelan-pelan tersenyum menatap layar monitor dan mengacungkan kedua ibu jarinya. Seketika seluruh lantai riuh dengan suara tepuk tangan.


“ you guys make me nervous (kalian membuatku gugup) “ gumam Barra dalam hati.

__ADS_1


Tantangan ketiga berhasil mereka selesaikan dalam waktu 14 menit 50 detik, 50 detik yang cukup lama bagi Barra karena kakak beradik Yilmaz tidak langsung menanggapi apa yang Nara katakan.


Seperti yang di tantangan yang sebelumnya, setiap kali mereka menyelesaikan tantangan maka mereka mendapatkan jeda 15 menit sebelum sistem server penyelenggara menampilkan tantangan berikutnya. Barra sebagai manager juga sebagai pengawas disetiap kompetisi online, mulai tertarik untuk melihat point yang mereka peroleh. Barra mengetik sesuatu di komputer lain dan terulas sebuah senyum tipis.


Nara dan kakak beradik Yilmaz melemaskan kedua tangan dan lehernya yang terasa kaku. Nara membelai perutnya.


“ yang kuat ya.... dik.... adik pasti bisa... “ gumam Nara dalam hati dengan tangan kiri membelai perutnya.


Kakak beradik Yilmaz juga Nara sudah bersiap, layar komputer mereka mulai menampilkan tantangan ke empat.


Secret document, di tantangan ke empat ini mereka miliki waktu 1 jam untuk menyelesaikannya. Nara terlihat serius menatap layar komputernya dengan tangan kiri masih membelai perutnya.


“ This is easy, we look for a file in the form of a pdf or word file using Ethereum, then with the stream method we decrypt the contents of the file (mudah ini, kita cari file berupa pdf atau word menggunakan Ethereal kemudian dengan metode stream kita dekrip isi file itu) “ ucapan Nara semakin membuat Morten bersemangat.


Mereka mulai mengetik apa yang Nara katakan, enam bola mata D4rkC0d3 dengan jeli mencari paket-paket data yang terlihat di layar mereka.


“ I will open and decrypt it now (aku akan membuka dan mendekripnya sekarang) “ tanpa menunggu jawaban Nara, Morten segera melakukan apa yang sudah dia temukan.


Nara dan Marius masih konsentrasi dengan script mereka untuk mendekrip apa yang mereka temukan. Dalam waktu hampir bersamaan, mereka menyebutkan flag yang mereka temukan.


“ uppercase S B C T F bracket uppercase C lowercase l number 4 lowercase double s i f i e d bottom row information brackets (hurruf besar S B C T F kurung kurawa huruf besar C huruf kecil l angka 4 huruf kecil double s i f i e d garia bawah information kurung kurawa) “ ucap D4rkC0d3 bersamaan.


Sekali lagi tepuk tangan membuat riuh seluruh ruangan, karena mereka berhasil menyelesaikan 4 tantangan dan memiliki sisa waktu yang banyak maka penyelenggara memberi mereka jeda waktu 30 menit sebelum ke tantangan ke lima.


“ rest for 30 minutes (istirahat 30 menit) “ ucap Barra sambil melihat layar komputer yang dia pakai sebagai pengawas kompetisi online.


Nara segera keluar ruangan dan berjalan cepat menuju ujung lorong, Afkar melihat Nara segera menyerahkan dokumen yang dia pegang pada Lief dan dengan langkah lebar mencoba mengikuti Nara yang ternyata sudah masuk ke dalam toilet. Afkar bernafas lega saat mendengar suara air mengalir.

__ADS_1


“ mas.... boleh tidak sholat di situ? “ ucap Nara yang sudah berada di depan pintu toilet.


Afkar menganggukan kepala, membuat Nara melangkah menuju tempat yang dia tunjuk.


“ tunggu mas.... mas wudhu dulu “ ucap Afkar saat Nara mencoba mencari sesuatu sebagai alas sholat.


Afkar keluar dari toilet dan terlihat Lief sudah membentangkan kain warna hitam sebagai alas sholat.


“ thanks (terima kasih) “ ucap Nara membuat Lief tertunduk malu.


Tanpa Lief sadara Afkar melihatnya dengan tajam, Nara melihat ke Afkar dan tersenyum.


“ mas.... ayo sholat.... Nara belum makan siang.... hanya 30 menit jedanya “ ucap Nara yang sudah menarik lengan kanan Afkar.


Waktu 30 menit benar-benar mereka manfaatkan untuk menyelesaikan hal-hal pribadi, waktu 30 menit berlalu dengan cepat. D4rkC0d3 kembali duduk menatap layar komputer karena sebentar lagi mereka harus menyelesaikan tantangan ke lima enam dan tujuh.


Tantangan ke lima adalah Superman safe yang mengharuskan mereka membuat script yang bila dalam tampilan penuh akan menyerupai bentuk superman. Kedua jari jemari mereka sibuk di atas keyboard, sesekali Nara terlihat mengepalkan tangan kanannya yang terasa kaku. 20 menit sudah mereka membuat script, menyusun script, dan mengurai script hingga di menit berikutnya Nara menengadahkan kepalanya dan menutup kedua mata dengan kedua tangannya.


“ algorithmanya sederhana tapi ini jebakan, bahasa mesin x86 tidak mengenali angka binner yang aku buat.... “ gumam Nara yang masih menutup kedua matanya.


Nara tertunduk seperti memikirkan sesuatu, tiba-tiba Nara berdiri dan memijat pelan punggungnya. Afkar melihat apa yang di lakukan Nara menjadi mulai berpikir yang tidak-tidak.


“ GUN, skal vi bare stoppe det .... Jeg er redd for at Neptunia vil føle ubehag i magen (GUN, apa kita hentikan saja.... aku kuatir kalau Neptunia mulai merasa tidak nyaman di perutnya) “ ucap Nanwei pelan tapi cukup terdengar jelas di telinga Afkar.


Nara kembali duduk tapi kedua tangannya masih belum menyentuh keyboard. Nara menarik nafas panjang dan mulai mengetik sesuatu.


“ aduh..... bentuk superman itu seperti apa sih “ gumam Nara sambil tangan kirinya menggaruk kepala meskipun tidak terasa gatal.

__ADS_1


__ADS_2