NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 61 GENTING


__ADS_3

Ines menganggukan kepalanya menjawab permintaan Nara, Nara kembali duduk di depan laptopnya dan menunggu proses script hingga selesai. Tepat di menit ke enam proses dari script tersebut selesai Nara segera mematikan laptop dan berjalan keluar kamar dengan membawa sebuah tas salempang kecil berwarna hitam untuk dia menyimpan ponsel juga dompet.


“ what happen with them (ada apa dengan mereka)? “ tanya Nara heran saat keluar kamar dan melihat enam orang pengawal berdiri di ruang tengah.


“ they will take care of madam while we are on our way to the hospital (mereka akan menjaga nyonya saat kita dalam perjalanan ke rumah sakit)? “ ucap Ines yang sudah mengarahkan Nara untuk berjalan ke arah garasi.


Nara melihat ke enam pengawal itu dengan heran tapi tetap mengikuti langkah kaki Ines. Nara dan Ines masuk ke sebuah mobil dengan dua orang pengawal duduk di bagian kemudi dan samping kemudi, sementara empat pengawal yang lain menaiki dua mobil yang berbeda. Sepanjang perjalanan dari rumah hingga rumah sakit yang hanya berjarak dua puluh menit, Nara masih memikirkan percakapan para grey hat dan mencoba mengaitkan dengan keberadaan para pengawal yang baru kali ini Nara lihat sangat sigap berjaga-jaga seperti akan ada suatu bahaya yang mengincar dirinya.


Setelah selama dua puluh menit berkendara dengan penuh rasa was-was akhirnya mereka sampai di lobi rumah sakit dengan aman, ke empat pengawal dengan sigap menjaga Nara saat Nara melangkah keluar dari mobil dan masuk ke lobi. Dua pengawal berjaga-jaga di luar lobi, dua pengawal berjaga-jaga di depan pintu lift dan dua lagi yang satu mobil dengan Nara mengikuti Nara juga Ines masuk ke dalam lift menuju lantai tiga untuk menemui dokter spesialis obstetri dan ginekologi.


“ Can the doctor speak English (apa dokternya bisa berbahasa inggris)? “ tanya Nara sedikit kuatir.


“ Madam, take it easy this doctor can speak English (nyonya tenang saja dokter ini bisa berbahasa inggris) “ ucap Ines menenangkan Nara yang terlihat kuatir bila dokter yang akan memeriksanya tidak bisa berbahasa inggris.


Ines mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana karena bergetar dan membaca sebuah pesan dari Lief.


“ Has my husband arrived (apa suamiku sudah sampai)? “ pertanyan Nara membuat Ines bingung menjawabnya.


GEDUNG ROSENKRANTZ


Sampai detik ini baik Lief maupun Afkar masih tertahan di gedung Rosenkrantz dengan penjagaan penuh, karena beberapa jam yang lalu gedung Rosenkrantz kedatangan beberapa orang yang memaksa masuk gedung dan mengobrak abrik ruangan Holger juga Fredrik. Tapi beruntung mereka hari ini tidak masuk karena Holger sedang berada di rumah tunangannya dan Fredrik menunggu istrinya yang terbaring di rumah sakit.


Sedangkan Afkar dan Lief memilih berdiam di dalam ruangan Afkar beserta tiga orang pengawal di dalam ruangan dan lima orang pengawal berjaga di depan pintu ruangan Afkar. Mereka menunggu hingga para pembuat kerusuhan itu keluar dari dalam gedung, Afkar berkali-kali mengetik sesuatu di ponsel dan di laptopnya bergantian. Beberapa hari sebelum kembali ke Oslo menggantikan posisi Erhan, Afkar sudah menyiapkan satu ponsel lagi yang dia gunakan untuk bekerja sebagai CEO karena Afkar tidak ingin nomor ponsel yang biasa dia pakai untuk berkomunikasi dengan Nara juga Shield di ketahui oleh para jajaran pejabat Rosenkrantz. Dan saat ini ponsel yang dia pakai untuk menghubungi Nara dalam keadaan silent.


“ sir, fru har kommet trygt til sykehuset (tuan, nyonya sudah sampai di rumah sakit dengan aman) “ ucapan Lief sedikit membuat Afkar lega.


“ når er timeplanen for min kones undersøkelse (jam berapa jadwalnya pemeriksaan istriku)? “ tanya Afkar sambil mengetik sesuatu di laptopnya.

__ADS_1


“ tretti minutter sir (tiga puluh menit lagi tuan) “ ucap Lief sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


“ er opprørerne borte (apa para perusuh itu sudah pergi)? “ tanya Afkar sambil mengetik sesuatu di laptopnya.


“ Jeg tror ikke det, sir (sepertinya belum tuan) “ Afkar menyisir kasar mendengar ucapan Lief.


Saat Afkar sibuk kembali dengan mengetik sesuatu di laptopnya seseorang mengetuk pintu ruangan, Lief segera mencari tahu siapa yang mengetuk pintu. Saat Lief merasa aman dan Afkar mengetahui siapa saja yang berdiri depan pintunya, segera saja empat orang direktur eksekutif yang bekerja di bawah pengawasan Fredrik masuk dan menyerahkan semua bukti yang mereka kumpulkan.


“ det er alt (sudah semua)? “ tanya Afkar singkat dan sudah cukup membuat keempat direktur eksekutif tersebut tertunduk ketakutan.


Mereka berempat berkerja di bawah Fredrik yang menduduki jabatan CFO, Fredrik dan mereka berempat mencari bukti yang sama yang Afkar lakukan saat ini.


“ Ikke forlat denne bygningen før den er trygg. Jeg tar meg av alt dette (kalian jangan beranjak dulu dari gedung ini sampai keadaan aman. Aku akan bereskan ini semua) “ ucap Afkar sambil melihat beberapa tumpuk keping cakram dari ke empat direktur eksekutif tersebut.


RUMAH SAKIT CITY LEGESENTER


“ Ines, can you contact Lief? I want to talk to my husband (Ines, bisakah kamu menghubungi Lief? Aku ingin berbicara dengan suamiku) “ pinta Nara membuat Ines segera mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.


Ines segera menekan nomor ponsel Lief dan beberapa detik kemudian Ines menyerahkan ponselnya pada Nara.


“ Assalamu'allaikum mas Afkar “ salam Nara pelan membuat pikiran Afkar sedikit tenang rasa kuatir juga kalut.


“ ..... “


“ mas Afkar masih sibuk? Mas Afkar tidak kesini? Mas Afkar tega Nara periksa sendiri? “ tanya Nara yang mulai sedikit menahan rasa marahnya.


Sementara Afkar di ujung sambungan telepon mulai merasa pening.

__ADS_1


“ ..... “


“ ini sudah tinggal dua antrian lagi.... apa kantor mas dekat dari rumah sakit.... mas bisa jalan kaki kesini..... “ ucap Nara sedikit memaksa dengan suara yang terdengar mulai tidak bisa menahan rasa ingin marah.


“ ..... ”


“ Nara sudah mengerti mas.... tapi mas yang tidak bisa mengerti Nara “ ucap Nara dengan suara pelan dan terdengar sangat sedih tanpa sadar Nara sudah meneteskan air mata.


Tanpa mengucap salam, Nara menyerahkan kembali ponsel Ines.


ROSENKRANTZ BUILDING


Afkar sibuk dengan laptop dan ponselnya, tiba-tiba ponsel Lief berdering membuat Lief sedikit menjauh dari Afkar. Lief menerima panggilan iti sesaat dan menyodorkan ponselnya pada Afkar.


"....." Afkar terkejut mendengar suara Nara


“ wa'alaikumsalam sayang..... sayang sudah di rumah sakit? “ tanya Afkar sambil memijat tengkuknya.


"....." Afkar mulai merasa pening mendengar suara Nara yang terdengar sedih.


“ mas usahakan sebentar lagi ke sana “ ucap Afkar menenangkan Nara yang menurutnya mulai terdengar sedikit marah.


"....."


“ sayang.... mas sedang berusaha menemani sayang.... tolong sayang mengerti mas. ” ucap Afkar yang terdengar sangat kesal sekali juga suntuk menghadapi permasalah Rosenkrantz.


"....." Afkar semakin jengkel dan sedih mendengar ucapan Nara.

__ADS_1


Afkar sedih Nara tidak mengucap salam.


__ADS_2