NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 184 ACJ 220 (1)


__ADS_3

Pada penerbangan kali ini Afkar menggunakan private jet yang baru 1 bulan lalu dia beli, private jet bisnis ekstra besar Airbus ACJ 220. Private jet dengan fitur yang unik, kursi yang dapat di rebahkan, pintu ganda untuk penyeberangan simultan, meja untuk delapan orang, jendela elektro-kromatik, area makan yang terpisah, tempat tidur king size dan kamar mandi shower. Afkar sedikit melakukan perubahan interior pada private jet ini dengan menggabungkan interior seperti di rumah dan kantor, ruang tidur dengan televisi layar 55 inchi, di setiap kursi terdapat soket USB untuk mengisi daya. Afkar sengaja melakukan ini semua karena ingin mewujudkan keinginan Nara yang akan membawa anak-anak mereka kemana pun Afkar mendampingi Nara berkompetisi onsite.


“ waaa...... den er så romslig..... kjøpte du den til oss (waaa...... luas sekali..... apa kau membelinya untuk kami)? “ ucap Morten sambil melihat ke kabin yang terdapat tempat tidur berukuran king size.


“ hvis du alltid kan være blant de to beste i hver konkurranse på stedet ... kan du bruke dette (kalau kalian bisa selalu menjadi 2 besar di setiap kompetisi onsite..... kalian bisa menggunakan ini) “ ucap Afkar sambil membantu Nara masuk ke kabin tempat tidur karena Mari ingin memastikan kondisi janin kembar Nara sebelum private jet meninggalkan bandara Gardermoen.


Mendengar ucapan Afkar membuat dbuq dan javex menjadi merinding karena ini adalah penerbangan panjang pertama mereka dan kompetisi onsite di luar Olso pertama mereka, Marius melihat raut wajah dbuq dan javex yang terlihat jelas sangat terkejut dengan ucapan Afkar menjadi tergelitik ingin menggoda mereka.


“ hvis du ikke møter GUN-målet... vil du bli sparket ut av skjoldet (kalau kalian tidak berhasil memenuhi target GUN.... kalian akan di keluarkan dari Shield) “ bisik Morten semakin membuat dbuq dan javex merinding.


Barra mendengar apa yang Morten bisikan dan memberi pukulan kecil di kepala Morten.


“ ikke skrem dem... GUN vil gi deg en stor bonus hvis du kan nå målet (jangan membuat mereka takut.... GUN akan memberi kalian bonus yang besar kalau kalian bisa memenuhi targetnya) “ ucapan Barra sedikit banyak menenangkan perasaan dbuq juga javex.


Erhan tersenyum bangga menatap Afkar, Barra menggelengkan kepala tidak percaya bahwa Afkar akan melakukan apa pun untuk membuat Nara nyaman. Mari sedang mempersiapkan beberapa peralatan untuk melakukan pemeriksaan pada janin kembar Nara sebelum private jet membawa mereka terbang, Afkar melihat apa yang Mari lakukan segera menutup tirai kabin tempat tidur. Nara paham apa yang akan di lakukan Mari, dan Afkar membantu membuka kain hitam hingga terlihat perut buncit Nara. Afkar tersenyum gemas karena saat terlihat jelas kulit perut, ada beberapa titik di perut terlihat lebih menonjol dari yang lainnya.


“ ser ut som din fremtidige baby er veldig aktiv (sepertinya calon bayi kalian sangat aktif) “ ucap Mari tersenyum melihat bentuk perut Nara yang di beberapa titik terlihat lebih menojol dari yang lain.


Mari meraba perut Nara mencoba merasakan bagian apa yang membuat perut Nara lebih menonjol.


“ dette er et hode... og dette er et hode også... det ser ut til at de er veldig fornøyde med denne flyturen (ini kepala...... dan ini kepala juga..... sepertinya mereka sangat senang dengan penerbangan ini) “ ucapan Mari membuat Nara tersenyum.

__ADS_1


Afkar membelai kepala Nara, di tangan Mari sudah terdapat Fetal Doppler untuk memeriksa detak jantung janin Nara. Mari mulai menggerakkan Doppler probe di atas perut Nara mencari detak jantung janin, beberapa detik kemudian terdengar jelas suara detak jantung janin pertama. Mari memindahkan doppler probe ke sisi lain perut Nara untuk mencari detak jantung janin kedua.


“ alt normalt (semua normal) “ ucap Mari.


Afkar merapikan kain hitam Nara dan membantu Nara duduk. Saat Afkar keluar dari kabin tempat tidur, seorang kru mendekatinya dan Afkar menganggukan kepala.


Mari segera duduk di kursi yang kosong, sementara Afkar membawa Nara menuju kursi yang tepat di depan Erhan dan Ralf.


Penerbangan panjang tanpa berhenti selama 15 jam akan segera mereka lakukan, Nara terlihat sangat senang karena akan menghirup udara pagi kota Jakarta. Kota yang menyimpan banyak kenangan suka mau pun duka.


“ mas..... toilet sebelah mana? “ pertanyaan Nara membuat Afkar gemas.


“ ayo.... mas antar “ ucap Afkar yang sudah membantu Nara untuk berdiri.


“ mas..... “ panggil Nara sambil memegang dadanya.


Afkar segera mendekat dan mengamati Nara karena terlihat jelas bahwa Nara merasa tidak nyaman, Afkar membantu Nara untuk duduk di sebuah sofa.


“ kenapa sayang..... “ terlihat sorot mata Afkar yang mulai kuatir.


Seorang pramugara merasakan ada yang tidak beres pada Nara segera memanggil Mari.

__ADS_1


“ hva er det? Hvorfor Nara? (ada apa? Kenapa Nara?) “ tanya Mari heran.


Mari memperhatikan Nara yang terlihat kesulitan bernafas.


“ ta den med til sengehytta (bawa ke kabin tempat tidur) “ Afkar segera mengangkat Nara menuju kabin tempat tidur membuat semua orang melihat mereka menjadi bertanya-tanya.


Afkar membaringkan Nara, tapi Nara semakin terlihat kesulitan bernafas. Nara meraih tangan kanan Afkar seperti meminta tolong untuk merubah posisinya.


“ prøv sittestillingen (coba posisi duduk bersandar) “ Afkar segera menuruti ucapan Mari dan merubah posisi Nara.


Mari membantu meletakkan sebuah bantal untuk menahan punggung Nara, pelan-pelan nafas Nara mulai kembali normal.


“ sayang.... sayang kenapa? “ raut wajah kuatir Afkar membuat Mari menggelengkan kepala.


“ Brystet mitt føles som det blir presset... og det er vanskelig å puste (dadaku serasa seperti di tekan.... dan sulit bernafas) “ ucap Nara yang masih mengatur nafas.


Mari segera meraba perut Nara seperti mencoba merasakan apa yang Nara rasakan, seketika Mari tersenyum.


“ fosterets lyske presser på toppen... så Nara føler at det er vanskelig å puste (pangkal paha janin kalian menekan bagian atas... jadi Nara merasa seperti kesulitaan bernafas) “ ucap Mari menjelaskan pada Afkar sambil tangan kanannya sedikit menjepit bagian tubuh janin.


Afkar bernafas lega mendengar penjelasn Mari.

__ADS_1


“ hvis du føler det slik igjen.... prøv å sitte slik slik at fosterets lyske ikke legger for mye press på pusten til Nara (kalau merasa seperti ini lagi.... usahakan duduk seperti ini supaya pangkal paha janin tidak terlalu menekan pernafasan Nara) “ ucap Mari sambil melangkah keluar kabin tempat tidur.


Mari menjelaskan kondisi Nara pada Erhan, seketika suasana private jet menjadi tenang karena kondisi Nara adalah hal biasa yang terjadi pada kehamilan kembar. Apa lagi ukuran janin Nara sudah berada di 560 gram dan 570 gram dengan panjang 27 centimeter dan 29 centimeter.


__ADS_2