
“ welcome grandpa, is grandpa want to meet Mas Afkar (selamat datang kek, apa kakek ingin bertemu dengan mas Afkar)? ” tanya Nara sambil mengajak Erhan untuk duduk di ruang tengah.
“ Grandpa here because I miss you..... how are my future great-grandchildren? ate they healthy? (kakek kesini karena kangen sama kamu..... bagaiman kabar calon cicit kakek? Apa semuanya sehat?) ” tanya Erhan sambil mengedarkan pandangan melihat sekeliling.
“ Insya ALLAH healthy, the day after tomorrow I wants to check my womb. Is grandpa want to accompany Nara (Insya ALLAH sehat, besok lusa Nara mau periksa kandungan Nara. Apa kakek mau menemani Nara?) ” tanya Nara sambil meraih secangkir teh hangat yang sudah Ines sajikan untuk Erhan.
“ does Afkar not accompany you (apa Afkar tidak menemanimu)? ” tanya Erhan mulai heran.
“ Mas Afkar is busy, I can't disturb him, it's almost three weeks Mas Afkar has come home late and even never come home (mas Afkar sibuk tidak bisa Nara ganggu, hampir tiga minggu ini mas Afkar pulang malam dan bahkan pernah tidak pulang) ” ucap Nara sedih.
Erhan bingung dan heran mendengar ucapan Nara, dengan isyarat tangan Erhan memanggil Ralf asistennya dan juga ayah dari Lief.
“ er det et problem med selskapet? Fortalte Lief deg noen gang (apa ada masalah dengan perusahan? Apa Lief pernah cerita padamu) " bisik Erhan pelan tidak ingin membuat Nara curiga.
__ADS_1
“ vet ikke sir og Lief forteller meg aldri om arbeidsproblemer (tidak tahu tuan dan Lief tidak pernah menceritakan masalah pekerjaan pada saya). ” Bisik Ralf membuat Erhan menatap Nara dengan kasihan.
“ kan du finne ut av det (bisakah kamu mencari tahu)? ” bisik Erhan dan kali ini membuat Nara melihatnya sebentar.
“ why grandpa whisper to Uncle Ralf? Is Grandpa hiding something from Nara? (kakek sedang berbicara apa dengan uncle Ralf? Apa kakek merahasiakan sesuatu dari Nara?) ” tanya Nara sambil membetulkan posisi duduknya.
“ everyone has the right to have a secrets....as well as Mas Afkar, well then Nara will also look for something for Nara to keep it secret from Mas Afkar and grandfather and if necessary only Nara will know it (setiap orang berhak punya rahasia.... begitu juga dengan mas Afkar, baiklah kalau begitu Nara juga akan mencari sesuatu untuk Nara rahasiakan dari mas Afkar juga kakek dan kalau perlu hanya Nara saja yang tahu). ” Ucap Nara pelan yang terdengar sedih membuat Erhan menggelengkan kepalanya.
“ Grandpa doesn't hiding anything from you (kakak tidak merahasiakan apa pun dari kamu) " ucap Erhan sedikit merayu Nara agar tidak sedih.
“ there's no secret that Grandpa has to hide from you (tidak ada rahasia yang harus kakek sembunyikan dari kalian) “ ucap Erhan yang mulai bisa membaca bahwa Nara sebenarnya sudah mengetahui ada permasalahan dengan pekerjaan Afkar tapi tidak tahu apa masalah itu.
Sementara Ralf mencari tahu permasalah apa yang sedang Afkar dan Lief hadapi, Erhan mengajak Nara berjalan-jalan di halaman belakang. Erhan melihat Nara yang terlihat jelas tidak dapat menyembunyikan rasa sedih kesal juga rasa kesepian, Erhan mengajaknya duduk di sebuah kursi taman menikmati udara senja yang sebentar lagi malam.
__ADS_1
“ Grandpa, from childhood to adulthood.... he is always close to grandpa..... does he always behave like this (kakek, dari mas Afkar kecil hingga dewasa.... mas Afkar selalu dekat dengan kakek..... apa mas Afkar memang selalu bersikap seperti ini)? “ tanya Nara membuka keheningan di antara kakek dan cucu menantu.
“ Afkar has been independent since childhood, he doesn't want to depend on others... he always tries to solve all the problems he faces without the help of others. Even he rarely accepts his grandfather's help, the help that grandfather offers often gets rejected from Afkar. But Grandpa will force him to accept my help if the problem drags on until Afkar forgets to take care of himself. If as long as Afkar can still take care of himself, Afkar will not receive any help from others. (Afkar dari kecil dia sudah mandiri, dia tidak mau bergantung kepada orang lain... dia selalu berusaha menyelesaikan semua masalah yang dia hadapi tanpa bantuan orang lain. Bahkan Afkar jarang kali menerima bantuan kakek, bantuan yang kakek tawarkan sering kali mendapatkan penolakan dari Afkar. Tapi kakek akan memaksanya untuk menerima bantuan kakek bila masalah itu sudah berlarut-larut sampai Afkar lalai menjaga diri. Kalau selama Afkar masih bisa menjaga diri, Afkar tidak akan menerima bantuan apa pun dari orang lain). “ jelas Erhan membuat Nara teringat kembali beberapa hal yang Afkar lakukan selama ini termasuk di saat-saat terakhir Afkar memintanya untuk melakukan sedikit perbaikan pada sistem kemanan Escape Room.
“ So he is a very stubborn person (jadi mas Afkar orang yang keras kepala)? “ tanya Nara menyimpulkan sifat Afkar berdasarkan penjelasan Erhan.
“ he is not stubborn but rather a persistent person.... he will try his best to finish what he has started, just like when he has decided to start his own club. Even though at that time there was no CTF club at all in here, he was looking for players from CTF competitions on campuses and schools. Until he found two or three young people who he thought were very competitive, he started to make Shield with Nanwei by relying solely on the prizes he got during his competition as the main capital to create a club. Even Afkar forbade my to interfere, once time grandfather saw him wearing the same clothes and pants for several days. But he still doesn't allow grandpa to help him, even Nanwei has raised his hand with Afkar's decision (bukan keras kepala tapi lebih tepatnya Afkar orang yang gigih.... dia akan berusaha keras menyelesaikan apa yang sudah dia mulai, sama seperti saat pertama kali dia memutuskan untuk membuat klub sendiri. Padahal waktu itu di sini belum ada sama sekali klub CTF, dia mencari pemain dari kompetisi CTF di kampus-kampus dan sekolah-sekolah. Sampai dia menemukan dua atau tiga anak muda yang menurutnya sangat semangat berkompetisi, dia mulai membuat Shield bersama Nanwei dengan hanya mengandalkan hadiah yang dia dapat selama kompetisi sebagai modal utama membuat klub. Bahkan Afkar melarang kakek untuk ikut campur, pernah suatu kali kakek melihat dia beberapa hari memakai pakaian dan celana yang sama. Tapi dia tetap tidak mengijinkan kakek membantunya, bahkan Nanwei pun sudah angkat tangan dengan keputusan Afkar). “ jelas Erhan mengenang proses jatuh bangun Afkar dan membesarkan Klub Shield hingga menjadi seperti sekarang.
“ Should I also do the same thing as Grandpa did? But I can't go on like this (apa Nara juga harus melakukan hal yang sama seperti yang kakek lakukan? Tapi Nara tidak bisa terus-terusan seperti ini). “ ucap Nara yang mulai kembali kesal jengkel juga sedih mengingat sikap Afkar yang sepertinya mengabaikan keberadaannya.
“ you can try talk slowly to Afkar, I'm sure he'll hear you (kamu bisa coba pelan-pelan berbicara dengan Afkar, kakek yakin pasti dia mau mendengarmu) “ ucap Erhan menghibur Nara.
“ I already said it, but he just kept quiet and didn't say anything (Nara sudah pernah mengatakannya, tapi mas Afkar hanya diam tidak mengatakan apa pun) “ ucap Nara sedih dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Erhan menarik nafas panjang, melihat Nara yang sudah menyeka air matanya.