
Hari ketiga Nara sudah di perbolehkan pulang meski pun kadar hemoglobinnya masih berada di batas bawah, Nara senang karena tidak sendiri lagi di rumah ada Fajri yang menemaninya. Fajrin meminta Ines membantunya untuk memeriksa semua bahan makanan yang tersedia di dapur, produk pembersih peralatan makan, kain bahkan produk pembersih lantai juga furniture. Semua tidak lepas dari pemeriksaan Fajrin, bila ada bahan di dalam produk yang tidak Fajrin ketahui dia akan menanyakan pada Ines. Fajrin pun meminta Afkar untuk mengeluarkan koki juga pelayan yang bekerja di dalam rumah, tentu saja Afkar terkejut dengan permintaan Fajrin tapi setelah Fajrin menceritakan semua akhirnya Afkar paham dan meminta Lief untuk mengembalikan koki juga pelayan ke kediaman Erhan.
Fajrin meminta Ines untuk membersihkan semua peralatan makan dengan sabun tanah yang dia bawa dari Jakarta, pada awalnya dia ingin mengirim sabun tanah itu melalu jasa pengiriman tapi karena Nara menghubunginya dan membuatnya terbang ke Oslo maka sabun tanah itu dia bawa sendiri. Ines melakukan apa yang Fajrin tunjukkan mulai dari membersihkan peralatan memasak, makan bahkan semua kain yang berada di rumah Afkar termasuk pakaian Nara dan Afkar. Karena Fajrin paham betul dengan kondisi Nara beberapa minggu ini maka dia membawa beberapa pakaian Nara dari jakarta.
“ does all this have to be washed again (apa semua ini harus di cuci lagi)? “ tanya Ines yang melihat tumpukan pakaian Nara dan Afkar.
“ if you can't just let it go (kalau kamu tidak sanggup biarkan saja) “ ucap Fajrin dan berlalu pergi mencari Nara.
Fajrin mencari Nara di ruang komputer dan mendapati Nara yang sedang menjelaskan pada Afkar server mana saja yang bisa dia akses dan dia gunakan sebagai penyimpan data yang aman menurut Nara. Afkar sekali lagi terkejut dengan pola pikir Nara yang sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan buruk bila terjadi pada dirinya.
“ dik.... sudah selesai belum? Kalau sudah selesai bantu kakak membersihkan semua pakaian kalian “ ucap Fajrin yang sudah melihat ke layar laptop Nara.
“ sebentar lagi kak..... mas Afkar masih belum bisa akses ke server Nara “ ucap Nara santai.
“ tentu saja dia tidak bisa... memangnya kamu sudah menambah identitas dia di server itu? “ Nara meringis mendengar ucapan Fajrin.
Afkar melihat Nara dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
“ hehehe.... Nara lupa... dua menit lagi selesai “ ucap Nara yang mulai mengetik sesuatu.
Setelah dua menit lebih beberapa detik, Nara mempersilahkan Afkar untuk duduk dan kembali mencoba akses ke server Nara yang di rumah baru Fajrin. Afkar menggelengkan kepala heran dan kagum karena semua server yang Nara akses tersimpan data yang sama seperti di laptop Nara.
“ sebagai antisipasi kalau laptop ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab makanya Nara buat data mirroring di semua server itu “ ucap Nara sambil mengencup kepala Afkar dan menarik tangan Fajrin keluar dari ruang komputer sebelum Afkar menatapnya penuh selidik.
“ yakin kamu sudah mengatakan semua temuan kamu? “ tanya Fajrin sambil memasukkan semua kain berwarna hitam milik Nara ke mesin cuci yang sudah dia sucikan dari sisa detergen yang menurutnya ada sesuatu yang tidak halal.
Seharian penuh mereka mensucikan semua pakaian Nara juga Afkar, disela-sela kesibukan mereka Nara terlihat sangat riang hingga terdengar suara tawa Nara di ruang komputer. Afkar yang meras penat akhirnya ikut membantu juga.
Nara memgambil dan menyuapkan pada Afkar. Sejak kepulangan Nara, Afkar melarang Lief untuk masuk ke dalam rumah dan hanya sampai di depan pintu saja sedangkan semua kaca tembus pandang sudah berubah menjadi kaca satu arah. Pengawal yang masih berjaga di luar tidak bisa melihat ke dalam rumah tapi orang yang berada di dalam rumah bisa melihat keluar.
Afkar menyerahkan kasus ini pada seorang pangacara saudara dari MathiasHammel yang tinggal di London, pengacara itu membentuk sebuah tim dan berkerja sama dengan Institusi IFA untuk melakukan tuntutan pada beberapa anak perusahan bentukan dari enam anak perusahaan Rosenkrantz yang melakukan pencucian uang. Semua data yang Afkar dan Nara kumpulkan sudah Afkar bagikan ke tim pengacara juga pada tim di dalam institusi IFA yang menangani kasus ini.
“ jadi kira-kira kapan dana dan aset Rosenkrantz kembali? “ pertanyaan Fajrin membuat Afkar menarik nafas panjang.
“ paling cepat enam bulan untuk pengembalian dana pencucian uang itu pun kalau masih berupa uang tapi kalau sudah berupa barang atau asset berharga bisa satu tahun baru bisa kembali ke Rosenkrantz “ ucap Afkar yang sudah menarik tubuh Nara untuk bersandar di dadanya.
__ADS_1
“ menurut perkiraan kamu berapa persen masih berupa uang dan berapa persen sudah berupa barang atau asset? “ tanya Fajrin penasaran.
“ lima puluh lima puluh..... kalau berdasarkan data yang Nara kumpulkan sudah banyak asset yang dibeli dengan dana itu “ ucap Afkar sambil membelai lengan kiri Nara.
“ Nara akan tracking sampai satu euro.... kalau perlu batas publikasi Nara turunkan menjadi dua puluh euro biar mereka malu..... “ ucap Nara geram membuat Afkar mencubit pipi kirinya.
“ jangan menambah script lagi..... ini sudah lebih dari cukup.... pihak IFA pun sangat terbantu dengan data yang sayang dapat.... mereka juga tahu penggelapan pajak yang mereka lakukan. “ ucap Afkar sambil sesekali mencium pucak kepala Nara.
“ jadi bagaimana apa adik masih ingin ikut kakak pulang ke Jakarta? “ pertanyaan Fajrin membuat Afkar memeluk Nara erat.
“ hahahaha.... “ tawa Fajrin membuat Nara mengerutkan kulit di pangkal hidung.
Erhan pada akhirnya mengetahui bahwa janin kembar Nara tidak berkembang, sedih kecewa juga lega karena berita bahwa ada sekelompok orang yang mencoba mencelakai Nara tidak berhasil melakukan aksinya. Afkar bersama Holger juga Fredrik melakukan pembersihan di dalam Rosenkrantz group, memecat semua orang yang terlibat dalam kasus ini meski pun ada beberapa staff yang sudah puluhan tahun bekerja di Rosenkrantz group. Tapi Afkar, Holger juga Fredrik tidak mentoleransi sedikit pun mereka semua. Lief yang mendapat tugas untuk melakukan penyelidikan terhadap pegawai baru yang akan menggantikan posisi para staff Rosenkrantz group yang sudah Afkar berhentikan, membuatnya sibuk hingga tidak sempat pulang ke rumah. Saat Afkar, Holger dan Fredrik membersihkan orang-orang tersebut, mereka sama sekali tidak melihat Kalle sekali pun. Asisten Kalle hanya mengatakan bahwa Kalle sedang menyelesaikan bisnis di luar Norwey. Afkar mengabaikan rasa curiganya karena tidak ingin membuat Holger juga Fredrik kuatir. Afkar mencari tahu keberadaan Kalle tanpa sepengetahuan Holger mau pun Fredrik, Afkar tidak ingin mereka curiga dan kuatir yang berlebihan.
Afkar menemukan posisi Kalle dan segera menghubungi seseorang untuk melakukan pemeriksaan untuk meyakinkan kecurigaannya.
“ sjekk dette stedet, ikke gjør noe .... bare se på at det ikke gir den minste mistanke (periksa lokasi ini, jangan bertindak apa pun.... awasi saja jangan menimbulkan kecurigaan sedikit pun) “ Afkar tersenyum dingin.
__ADS_1