NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 97 APARTEMENT


__ADS_3

Sampai di lobi apartement seorang pengawal turun memastikan keadaan sekitar.


“ Sir, den personen følger oss fortsatt. Han stoppet rett ved Pafuglen Skippergata, sikker på at du valgte denne leiligheten (tuan, orang itu masih mengikuti kita. Dia berhenti tepat di Pafuglen Skippergata, yakin tuan memilih apartemen ini)? “ tanya Ines sedikit kuatir.


“ Er ikke dette den eneste leiligheten som har det beste sikkerhetssystemet og de tre inngangene bare er på skippergata -veien (bukankah hanya apartemen ini yang memiliki sistem keamanan paling baik dan tiga pintu masuknya hanya di jalan skippergata )? “ tanya Afkar.


“ høyre sir (benar tuan) “ seketika kepala Afkar pening.


“ og bare denne leiligheten som er nærmest skjoldet er også overfylt selv om det er mørkt (dan hanya apartement ini yang terdekat dengan Shield juga ramai meskipun hari sudah gelap). “ ucap Afkar bingung.


“ jadi kita tidur dimana? “ pertanyaan Nara membuat Afkar mengusap kepala.


Belum sempat Afkar menjawab pertanyaan Nara, Ines kembali mendapat kabar dari salah seorang pengawal yang melakukan pengecekan di apartement.


“ Beklager sir, vi har nettopp fått bekreftet at leiligheten i fjerde etasje er under reparasjon og kan være ferdig neste uke (maaf tuan, kami baru mendapat kepastian bahwa apartemen di lantai 4 sedang dalam perbaikan dan kemungkinan minggu depan baru selesai) “ mendengar penjelasan Ines cukup membuat Afkar pening.


Karena Apartemen keluarganya hanya di lantai 4 sedangkan di lantai 1 milik kakeknya yang ukurannya lebih kecil. Afkar teringat sesuatu segera mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan. Selama menunggu jawaban dari pesannya, Afkar berkali-kali mencium kepala Nara seperti mencoba menghilangkan perasaan buruk yang ada di dalam pikiran dan hatinya.


10 menit kemudian Afkar melihat sosok yang dia kenal berdiri tepat di pintu masuk lobi apartemen.


“ sayang malam ini dan selama 1 minggu kedepan kita menginap di apartement orang itu “ ucap Afkar sambil menunjukan pada sosok yang dia maksud.


Nara terkejut hampir tidak percaya dengan yang dia lihat.


“ serius.....? “ tanya Nara tidak percaya pada ucapan Afkar.


“ ayo turun “ ucap Afkar yang sudah membuka pintu mobil.


Nara segera keluar dan berlari kecil menghampiri sosok yang Afkar maksud, dengan mata manja Nara memeluk erat Barra.


“ what wrong with your house (kenapa rumah kamu)? “ tanya Barra sambil memeluk Nara.


“ I'll tell you later, let her taking a bath firsh (nanti aku ceritakan, biarkan dia membersihkan diri dulu) “ jawab Afkar sambil memberi isyarat tangan untuk Ines dan pengawal agar mengikutinya.

__ADS_1


Sampai di depan pintu apartemen Barra, Afkar mengambil alih empat koper miliknya dan milik Nara.


“ Du bytter på å vokte de tre leilighetens innganger og to personer som overvåker fra leilighetens CCTV -rom (kalian bergantian menjaga tiga pintu masuk apartemen dan dua orang memantau dari ruang CCTV apartemen) “ ucap Afkar membuat pengawal yang mengikutinya menjawab dengan menganggukan kepala sekali.


Nara melihat-lihat setiap sudut apartemen Barra.


“ Kalian bisa pakai kamar depan, semua kamar ada kamar mandi dalam tapi tidak ada ruang pakaian adanya lemari pakaian. “ Afkar mendengar ucapan Barra sambil mendorong 2 koper miliknya masuk ke kamar yang Barra maksud.


Afkar mengikuti langkah Barra sementara Nara mencoba mengintip sedikit dari balik tirai memastikan posisi apartemen ini, Nara lega saat melihat posisi apartemen ini ternyata berada di sisi belakang dan menghadap pemandangan taman yang terletak di tengah-tengah bangunan apartemen. Saat Nara hendak membuka lebar tirai tersebut.


“ sayang jangan buka tirai itu “ ucapan Afkar membuat Nara bingung.


“ kamu lupa apartemenku tidak menghadap skippergata? “ ucap Barra dan memberi isyarat tangan pada Nara untuk membuka tirai itu.


Afkar tersenyum dan merasa lega. Barra mengajaknya duduk di meja dapur karena Barra sedang membuat makan malam untuk dirinya.


“ sayang.... kamu bersihkan diri dulu.... ada yang mas mau bicarakan sama Barra “ ucap Afkar yang melihat Nara menutup kembali tirai tersebut.


Sementara Nara masuk ke kamar untuk membersihkan diri, Afkar menceritakan alasan mengapa menginap di apartement Barra. Barra terkejut dan hampir saja menjatuhkan sendok sayur mendengar bahwa rumah Afkar berantakan seperti ada orang yang sengaja melakukannya. Afkar juga menceritakan bagaimana keadaan ruang komputer milik Nara dan menceritakan juga bahwa Nara hanya bisa menyelamatkan Harddisk server. Afkar juga mengatakan bahwa orang itu mengikutinya dan mengawasi di Pafuglen Skippergata.


“ buku silsilah keluarga besar Rosenkrantz “ jawab Afkar santai.


“ apa kamu bisa memperkirakan apa yang orang itu inginkan? “ tanya Barra curiga.


“ sepertinya data transaksi pencucian uang, kamu tahu sendiri bagaimana perkembangan kasus ini..... pasti dia mencari data itu “ ucap Afkar sambil melihat ke arah pintu kamar yang terbuka.


“ iya.... dana tunai sudah 30% kembali ke Rosenkrantz tapi dana yang sudah berupa benda atau perusahaan masih dalam proses meskipun 1 perusahaan di London sudah di ambil alih Rosenkrantz. Tapi masih banyak uang juga barang yang belum bisa kembali. “ ucap Barra sambil menyajikan makan malam di meja dapur.


“ kak..... qiblatnya mana? “ tanya Nara sambil berjalan mendekati Afkar yang kedua matanya tidak berkedip sekali pun.


Barra tersenyum melihat raut wajah Afkar seperti menahan sesuatu.


“ qiblat menghadap sana “ ucap Barra sambil menunjukkan arah qiblat.

__ADS_1


“ oooo..... “ ucap Nara sambil meraih segelas air mineral di meja yang Afkar pegang.


“ sayang sudah wudhu? “ tanya Afkar yang masih terpaku dengan penampilan istrinya.


“ sudah “ jawab Nara singkat dan kembali menghabiskan air mineral Afkar.


“ sudah wudhu kenapa minum? Batal wudhunya “ ucap Afkar heran.


“ minum tidak membatalkan wudhu “ ucap Nara dan kembali melangkah masuk ke kamar untuk sholat Magrib.


“ Afkar..... Asset kamu di kondisikan.... tahan dulu sampai periode pertama selesai.... “ ucapan Barra membuat Afkar melihat ke bawah dan mendapati assetnya yang sudah mengeras.


Afkar segera berusaha menetralkan assetnya dan membuat Barra tertawa terbahak-bahak.


“ baru lihat Nara pakai pakaian begitu sudah siaga 3 bagaimana kalau tidak pakai sama sekali..... pasti lupa diri “ ucapan Barra membuat Afkar beranjak pergi dan masuk ke kamar tempatnya bermalam di apartemen Barra.


“ rasakan bagaimana beratnya puasa..... “ gumam Barra sambil menata makan malam untuk dirinya dan Afkar juga Nara.


Afkar memperhatikan Nara yang sedang sholat dengan duduk bersila di sampingnya, setelah salam kedua Nara meraih tangan dan mencium punggung tangan Afkar.


“ sudah selesai nifasnya? “ tanya Afkar sedikit kurang yakin.


“ sudah tadi kira-kira saat perjalanan kemari “ ucap Nara sambil melepas mukena.


Kembali kedua mata Afkar tidak berkedip melihat penampilan Nara yang hanya menegakkan celana pendek di atas paha dan racer tank top.


“ kenapa mas? “ tanya Nara heran.


“ jangan pakai pakaian seperti ini di depan Barra “ ucap Afkar sambil berdiri dan melangkah masuk ke kamar mandi.


“ sengaja.... Nara ingin menggoda mas “ teriak Nara karena Afkar sudah menutup masuk kamar mandi.


“ aaarrrrgggh.... “ teriak Afkar menahan sesuatu.

__ADS_1


Nara tersenyum mendengar teriakan Afkar.


__ADS_2