
Kedua mata Nara yang sudah pedih juga panas karena menahan rasa kantuk jarum jam sudah menunjukkan pukul 10:15 sedangkan kompetisi masih belum usai, pihak NULLCON belum mengumumkan berapa point yang di dapat oleh setiap tim dan siapa pemenangnya. Nara menopang kepalanya dengan pipi kanan yang bertumpu pada tangan kanan, pelan-pelan kedua mata Nara terpejam. Barra yang terlalu senang tidak memperhatikan Nara yang sudah tertidur pulas, kepala Nara yang terantuk-antuk ke depan dan ke belakang menarik perhatian Afkar. Afkar melihat dengan mengerutkan kulit di antara kedua alisnya, saat kepalanya pelan-pelan terantuk ke depan dengan sigap Afkar memaksa masuk ruang kompetisi dan segera menahan kepala Nara.
“ sayang.... “ ucap Afkar gemas saat sudah memegang kepala Nara karena melihat kedua mata Nara yang sudah terpejam.
Barra yang terkejut dengan masuknya Afkar secara tiba-tiba tidak mampu berucap apa pun saat melihat kedua mata Nara yang sudah terpejam. Keempat pria dewasa ini saling memandang satu sama lain, mereka heran melihat Nara yang bisa tertidur pulas begitu selesai kompetisi meski pun belum melihat hasil pengumuman siapa pemenang kompetisi ini.
“ se, det er vårt totale poeng (lihat, itu total point kita) “ ucap Morten dengan semangat.
Marius segera melihat ke layar komputernya sedangkan Barra dan Afkar melihat ke layar komputer Nara, Marius dan Morten berteriak kegirangan melihat total point yang D4rkC0d3 berhasil kumpulkan menjadi point tertinggi yaitu 3930 begitu juga dengan Barra. Barra menepuk bahu kakak beradik Yilmaz bergantian, tapi tidak dengan Afkar. Afkar menarik nafas panjang seperti ada rasa sedikit kecewa.
“ det som gjør deg glad? Høyeste punkt? La oss se ... hvilken posisjon er laget ditt i? (apa yang membuat kalian gembira? Point tertinggi? Coba kalian lihat... tim kalian berada di posisi ke berapa?) “ suara Afkar yang terdengar dingin membuat kedua pria itu melihat kembali layar komputer masing-masing begitu juga dengan Barra.
“ selv om poengoppnåelsen din er høy, men posisjonen din bare er nummer tre (meskipun perolehan point kalian termasuk tinggi tapi posisi kalian hanya nomor 3) “ suara dingin Afkar membuat kakak beradik Yilmaz semakin merinding.
“ fortsett å kopiere oppkjøpet av alle poengene, samt prestasjonsgrafen til hver spiller (singgih kamu salin perolehan semua point itu juga grafik performasi setiap pemain) “ ucap Afkar sambil meletakkan kepala Nara di lengan kirinya sementara lengan kanannya mencoba mengangkat kaki Nara.
Afkar melangkah keluar ruang kompetisi dan membawa Nara masuk ke dorm tempat Barra beristirahat, Afkar meletakkan tubuh Nara di sebuah ranjang yang berukuran single bed.
“ sayang sudah bekerja keras, sekarang tidurlah “ gumam Afkar sambil membuka kain niqab yang menutupi wajah Nara.
__ADS_1
Afkar menarik nafas panjang memandangi wajah istrinya yang terlihat jelas sangat lelah juga penat.
“ GUN .... Jeg vet at du er skuffet over dem, men denne gangen ber jeg deg om ikke å straffe eller skjelle dem, de har prøvd hardt og prøvd å tenke utover grensene sine (GUN.... aku tahu kamu kecewa pada mereka tapi tolong kali ini aku mohon padamu jangan hukum atau pun memarahi mereka, mereka sudah berusaha keras dan berusaha berpikir di luar batas kemampuan mereka) “ ucapan Barra membuat Afkar melihatnya dengan tatapan dingin juga heran.
Afkar hanya diam dan mendorong pelan tubuh Barra agar keluar dari dormnya.
“ sove i et annet rom (tidur di ruangan lain) “ ucapan Afkar membuat Barra menyerah dengan sikap Afkar.
2 jam sebelum Shubuh Nara terbangun karena merasa ingin buang air dan merasa ada sesuatu yang menekan perutnya. Nara berusaha pelan-pelan menyingkirkan lengan Afkar tapi karena sudah tidak tahan lagi Nara segera melompati tubuh Afkar dan berjalan cepat masuk ke toilet membuat Afkar terbangun.
“ Alhamdulillah lega sekali “ ucap Nara saat keluar dari toilet dan merapikan hijab juga niqabnya.
Selesai sholat Isya’ Nara kembali naik ke ranjang dan sekali lagi melompati tubuh Afkar, Afkar yang pura-pura tertidur merasakan sesuatu menekan area sensitifnya. Nara kembali tidur dengan menenggelamkan wajahnya di dada Afkar.
Nara terbangun setengah jam setelah Adzan Shubuh dan tidak mendapati Afkar di sisinya, Nara berpikir pasti Afkar berada di lantai 3. Selesai sholat Shubuh, Nara keluar dorm dan merasa lapar tapi terlalu lelah untuk membuat mie instan.
“ good morning madam (selamat pagi nyonya) “ salam Ines membuat Nara memalingkan badan dan tersenyum.
“ Ines.... thank goodness I met you, hmmm.... at this hour is there any cafe that already open and serves breakfast (Ines.... syukurlah aku bertemu denganmu, hmmm.... jam segini apakah sudah ada cafe yang buka dan menyajikan makan pagi)? “ pertanyaan Nara membuat Ines tertegun.
__ADS_1
“ what madam want for breakfast? I'll prepare it (nyonya Nara ingin makan pagi apa? Akan Ines siapkan) “ ucapan Ines membuat Nara menggelengkan kepala.
“ no, I want to eat outside (tidak, aku ingin membeli di luar.) “ permintaan Nara membuat Ines kuatir juga takut.
“ come on.... it's still morning, accompany me (ayolah.... hari masih pagi, temani aku) “ ajak Nara yang sudah menarik tangan kanan Ines untuk turun ke lantai 1.
Para pengawal Afkar yang sudah berganti dengan rekannya segera mendekati Nara dan Ines.
“ sorry madam, you can't go out (maaf nyonya tidak boleh keluar) “ larang salah seorang dari pengawal.
“ just this once....it's still early....you can joint with us too.... (sekali ini saja.... ini masih pagi.... kalian bisa ikut kami juga....) “ ucap Nara memohon.
Dengan sedikit negosiasi antara Ines dan para pengawal itu akhirnya Nara bisa keluar dari markas Shield dan Ines menunjukan ke Zitona cafe yang sudah buka juga menyajikan makanan halal khas timur tengah. Nara segera memesan 2 porsi kylling shawarma karena ada nasinya untuk dirinya dan Ines, juga minuman hangat berupa teh madu.
Selesai makan Nara tidak langsung kembali ke Markas Shield tapi tetap duduk di cafe menikmati suasana pagi yang masih dingin dengan suhu 11° Celcius.
“ segar sekali.... berasa hilang rasa penatku “ gumam Nara pelan sambil menghirup dalam-dalam udara dingin pagi ini.
Sementara Nara masih duduk di cafe menikmati udara pagi menghilangkan rasa penat, Afkar panik mencari Nara membuka semua pintu dorm dan mencari di lantai 1 tapi tetap tak menemukan Nara bahkan para pengawalnya pun tidak ada bahkan ponsel Nara sejak semalam tertinggal di ruang kompetisi.
__ADS_1
“ sayang.... kamu keluar kemana? “ gumam Afkar yang sudah berdiri di luar pintu lobi dan melihat kesekeliling tapi tidak mendapati Nara.