
Nara segera menyiapkan laptop dan dongles yang dia bawa, mengeluarkan kabel data USB dan menghubungkan perangkat server tersebut ke dongles yang sudah terhubung dengan laptopnya. Jari jemari Nara mengetik dan menulis label apa saja yang tertulis di setiap interface server tersebut di selembar kertas topologi yang dia pegang. Nara memperhatikan puluhan kabel berwarna biru dan kuning juga abu-abu yang bergelantungan di sisi kanan dan kiri rack server. Nara memilah satu persatu kabel tersebut dan mencocokan dengan apa yang tertulis di server dan di selembar kertas topologi.
“ ini kesini..... ini kesini.... dan ini ke sini... “ gumam Nara pelan.
byt3 yang masih berdiri di belakang Nara melihat aksi Nara dengan tertegun bahkan sampai membuka mulutnya.
“ interface ini ke perangkat ini..... “ gumam Nara dalam hati sambil melihat ke sekeliling mencari perangkat server satu lagi yang harus dia hubungkan dengan perangkat server yang ada di depannya.
Nara berdiri dan memperhatikan kabel tray yang menjadi jalur kabel.
“ tidak mungkin aku memanjat server dan berjalan di atas tray itu.... “ gumam Nara dalam hati.
Nara terdiam sesaat bingung apa yang akan dia lakukan, tiba-tiba Nara teringat satu alat yang pernah Xairy katakan. Nara segera membuka tas punggungnya dan mengeluarkan sebuah alat yang berukuran segenggaman tangannya.
“ pakai ini pasti aku bisa menemukan ujung kabel yang lain “ gumam Nara dan tersenyum di balik kain hitam yang menutupi wajahnya.
byt3 memperhatikan apa yang Nara lakukan.
“ what tool is that (alat apa itu)? “ tanya byt3 heran.
Nara tidak memperdulikan pertanyaan byt3 dan tetap melakukan apa yang harus dia lakukan, Nara menempelkan probe tone checker ke setiap kabel yang ujungnya belum terhubung ke perangkat mana pun yang menurutnya terhubung dengan perangkat servernya, tapi tidak satu pun kabel yang dia cek memberikan sinyal suara pada probe tone ckecher
__ADS_1
“ byt3.... are you going to stay there until the competition over (byt3.... apa kau akan diam di situ hingga kompetisi selesai)? “ ucapan Nara membuat byt3 sadar dan segera mencari server yang menjadi tanggung jawabnya.
Mereka berdua sibuk dengan tanggung jawab masing-masing, hingga tanpa mereka sadari satu per satu anggota tim yang lain masuk ke ruang server tersebut hingga berjumlah 10 orang dari tim yang berbeda.
Nara masih belum menemukan ujung kabel yang dia cari, Nara terdiam tepat di depan sebuah perangkat yang dalam kondisi mati.
“ tidak satu pun ujung kabel yang aku temukan..... apa yang harus aku lakukan “ gumam Nara dalam hati.
Selama enam detik Nara terdiam berpikir bagaimana mencari kabel yang dia maksud di ruang server seluas ini, tiba-tiba Nara teringat apa yang sudah dia tulis di lembaran topologi. Nara segera mengeluarkan lembaran itu dari dalam saku abayanya dan mengamati satu persatu keterangan yang dia tulis di setiap simbol perangkat.
“ perangkat ini sudah aku temukan..... tiga kabel ini sudah terhubung ke interface..... “ gumam Nara terdiam sambil mengamati tulisan yang dia tulis tapi dia belum paham apa maksud dari tulisan tersebut.
Nara mengeluarkan handy talky yang dia masukkan ke dalam saku abaya.
“ hva er galt med Neptunia.... har du problemer (ada apa Neptunia.... apa kamu menemui kesulitan)? “ bukan dbuq yang menjawab tapi Starsiv.
“ Jeg trenger dbuq... det er noe jeg ikke forstår (aku membutuhkan dbuq.... ada yang aku tidak paham) “ jawab Nara sambil mengamati lembar topologi.
“ fortell meg kanskje jeg kan hjelpe deg (katakan mungkin aku bisa membantumu) “ ucap Starsiv.
“ hva er OTB (apa itu OTB)? “ ucap Nara singkat.
__ADS_1
Satu detik tiga detik hingga enam detik tak ada jawaban dari starsiv.
“ starsiv..... er du der fortsatt (starsiv..... apa kau masih di situ) “ panggilan Nara masih tidak mendapatkan jawaban dari Morten.
Di saat Nara menunggu jawaban Morten, tiba-tiba terdengar suara javex.
“ Neptunia.....hvilken bygning er du i (Neptunia..... kamu di gedung mana)? “ suara javex menenangkan Nara.
“ Jeg er ved Winston Tower i trettiåttende etasje..... her er en beskrivelse av OTB... hva er OTB (aku di Winston tower lantai 38..... disini ada keterangan OTB.... apa itu OTB)? “ ucap Nara sambil mengedarkan pandangan kesekeliling.
“ det er en boks som sprer fiberoptiske kabler .... optisk termineringsboks .... du bør se etter boksen i 1U størrelse jeg viste deg i klubbhusets serverrom (itu kotak yang menyebarkan kabel fiber optik.... optical terminatiom box.... kamu harus mencari kotak seukuran 1U yang pernah aku tunjukkan di ruang server klub house) “ penjelasan javex membuat Nara mengingat benda yang pernah javex tunjukkan saat mereka berlatih di klub house setelah kompetisi Singapore.
“ åååå....takk jeg begynner å forstå (oooo.... terima kasih aku mulai paham) “ ucap Nara dengan suara gembira karena dia mulai paham bagaimana bentuk topologi yang dia pegang.
Nara melangkah kembali menuju server yang pertama kali dia temukan dan mulai kembali mengetik sesuatu, mencocokkan dengan apa yang sudah dia tulis. Beberapa kali Nara terlihat mencoret apa yang sudah dia tulis di lembar topologi dan menggantikanya dengan keterangan yang sebenarnya.
Lima menit kemudian Nara memperhatikan apa yang sudah dia tulis di lembar topologi tersebut dan tersenyum bahagia karena dia mulai sangat paham apa yang dia cari. Nara melepas pemancar tone checker dan memasukkan kembali ke dalam tas beserta probe tone checker.
“ jadi aku hanya perlu mencari dua perangkat ini di lantai 41 dan satu perangkat ini disini..... baiklah..... sesuai keterangan ini panjang kabel kurang lebih 100 meter...... berarti perangkat itu kurang lebih berada di radius 10 sampai 15 meter dari perangkat ini..... semangat “ gumam Nara dalam hati dan mengedarkan pandangan.
" 100 meter tidak mungkin kabel UTP pasti kabel serat optik single mode.... berarti jaket kabel serat optik warna kuning.... konektor LC-LC.... " gumam Nara sambil memilah beberapa kabel serat optik yang berwarna kuning.
__ADS_1
Bukan hanya Nara yang mengalami hal seperti ini tapi Morten, dbuq mau pun javex juga mengalami hal ini. Beberapa pemain yang lain juga mengalami hal yang sama, karena dalam kompetisi ini semua perangkat dalam kondisi menyala tapi kabel-kabel dalam kondisi masih bergelantungan yang tidak hanya satu atau dua kabel yang bergelantungan tapi puluhan bahkan mungkin ratusan. Memang setiap perangkat terdapat label masing-masing yang menempel di sisi depan perangkat server tapi itu pun hanya berupa label selebar 3 centimeter berwarna biru dengan tulisan berwarna hitam. Setelah berkeliling selama kurang lebih 10 menit, akhirnya Nara menemukan perangkat yang dia cari.
“ Alhamdulillah ketemu “ gumam Nara dan segera menyiapkan laptopnya.