
“ GUN....en engels venstre hånd.....manuset er mer skremmende enn det ser ut... (GUN.... tangan kiri malaikat..... scriptnya lebih mengerikan dari tampangnya... ) “ ucap Javex membuat kakak beradik Yilmaz menatapnya tajam.
Nara melihat javex sesaat.
“ Hvorfor det (kenapa begitu)? “ tanya Nara heran.
Kakak beradik Yilmaz yang sangat paham kenapa para pemain Shield menjuluki Afkar sebagai tangan kiri malaikat, hanya bisa diam menutup mulut rapat-rapat. Saat dbuq hendak menjelaskan maksud dari julukan itu, Marius menggelengkan kepala.
“ Er det fordi ingen i hver konkurranse kan slå eller matche den..... (apa karena di setiap kompetisi tidak ada yang bisa mengalahkan atau pun mengimbanginya..... ) “ ucapan Nara membuat ke empat pria mengangguk dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi hampir bersamaan.
“ bare én spiller kan slå GUN.... Men jeg tror det bare er den spillerens flaks....for før den konkurransen har GUN bestemt seg for å stoppe.... (hanya satu pemain yang bisa mengalahkan GUN.... Tapi menurutku hanya keberuntungan pemain itu.... karena sebelum kompetisi itu GUN sudah memutuskan untuk berhenti.... ) “ ucap Javex mengingat bagaimana Afkar melakukan streaming mengumumkan bahwa dirinya berhenti bermain CTF.
Nara menjadi ingat saat dirinya pertama kali mengikuti kompetisi online server luar Asia yang membuatnya harus berhadapan dengan GUN, yang saat itu Nara juga belum paham dengan sosok GUN yang sebenarnya.
“ som klarte å slå GUN (siapa yang berhasil mengalahkan GUN)? “ tanya dbuq sangat antusias.
“ Jeg vet ikke... jeg vet ikke..... Dessuten var jeg ikke så seriøs på den tiden med å spille CTF..... (entahlah... aku tidak tahu..... lagi pula saat itu aku belum terlalu serius bermain CTF..... ) “ jawab javex yang memang tidak tahu siapa yang sudah mengalahkan Afkar.
__ADS_1
Kakak beradik Yilmaz juga tidak tahu siapa yang sudah membuat Afkar harus menerima posisi kedua di kompetisi terakhirnya, tapi yang pasti saat ini Afkar tidak bisa menolak permintaan Nara.
Perbincangan mereka mulai mengarah pada dua kompetisi hack quest yang sudah mereka ikuti dan mereka juga membahas strategi apa yang akan mereka lakukan bila bertemu lagi dengan duck dan hackerscrew.
“ Neptunia..... kommer du til å fortsette å bytte posisjon med starsiv..... (Neptunia..... apa kau akan tetap bertukar posisi dengan starsiv.....) “ tanya berpikir panjang Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Marius
Nara menarik nafas panjang sesaat dan memainkan kedua kakinya.
“ neste konkurranse må dere alle flytte som angriper så vel som forsvarer jeg vil prøve å ikke være i samme rom med anda eller hackerscrew (kompetisi berikutnya kita semua harus bergerak sebagai attacker juga defender aku akan usahakan tidak berada di dalam satu ruangan dengan the duck atau pun hackerscrew) “ ucap Nara sambil memainkan kedua kakinya.
“ hvis vi møtes igjen med anda og hackerskruen....... bør vi endre strategien vår... vi bruker ikke samme strategi som i går, vi slo dem (kalau kita bertemu lagi dengan the duck dan hackerscrew....... sebaiknya kita merubah strategi kita.... kita jangan menggunakan strategi yang sama seperti kemarin kita mengalahkan mereka) “ ucapan Marius membuat Morten juga yang lainnya menganggukkan kepala hampir bersamaan.
Tanpa mereka sadari, Afkar sudah berdiri di ambang pintu mendengarkan apa yang sudah D4rkC0d3 perbincangkan.
“ ser ut som dere nærmer seg... Jeg kan roe meg ned litt (sepertinya mereka semakin kompak...... aku jadi bisa sedikit lebih tenang). “ gumam Afkad sambil mengamati D4rkC0d3 yang terlihat bersemangat membahas strategi apa yang akan mereka pakai di kompetisi Moskow nanti.
Afkar berubah pikiran setelah melihat kekompakan D4rkC0d3, Afkar tidak jadi menemui Nara dan kembali duduk dengan Jonathanj juga Mserrano.
__ADS_1
D4rkC0d3 berlatih sangat keras bukan karena ambisi untuk menenangkan kompetisi tapi ingin menunjukkan bahwa sebagai pemain baru format hack quest, D4rkC0d3 adalah lawan yang harus mereka perhitungkan. dbuq dan javex berusaha keras mengimbangi kemampuan kakak beradik Yilmaz juga Nara, mereka tidak ingin menjadi beban tim di kompetisi berikutnya. Mereka bertekad akan memperlihatkan kemampuan terbaik mereka, ambisi mereka hanya satu yaitu menjadi pemain inti di musim kompetisi berikutnya.
Setiap hari dari sejak pukul delapan hingga pukul sembilan malam Barra melatih kelebihan dan kekurangan mereka, bahkan Nara tak luput dari latihan fisik meski pun beberapa kali terlihat jelas mata lelah Nara karena saat pemain lainnya berlari mengelilingi blok. Nara berlatih mengelilingi ruang simulasi dan naik turun tangga di dalam klub. Meski pun di dalam kompetisi tidak ada larangan untuk makan dan minum, tapi bagi Nara terlalu banyak makan dan minum akan membuat dirinya harus bolak balik ke kamar kecil. Mari paham sekali hal ini.
“ Barra...... Naras svangerskapssekk blir større og presser mot blæren... jo mer vann hun drikker jo oftere går hun på toalettet... i en konkurranse som denne... tiden hennes vil løpe ut for å gå fra serverrommet til toalettet..... (Barra...... kantung kehamilan Nara semakin besar dan menekan kantung kemihnya.... semakin banyak air yang dia minum semakin sering dia ke kamar kecil.... kalau di kompetisi seperti ini.... waktunya akan habis untuk berjalan dari ruang server ke kamar kecil..... ) “ ucap Mari membuat kepala Barra mulai pening.
“ har du en løsning (apa kau ada solusinya)? “ ucap Barra yang terlihat jelas menyerah melihat Nara bolak balik ke kamar kecil.
“ han kan spise denne frukten under konkurransen.. (dia bisa makan buah ini selama kompetisi.... ) “ ucap Mari sambil memperlihatkan layar ponselnya.
Barra tersenyum karena buah yang Mari perlihatkan adalah salah satu buah kesukaan Nara.
“ Jeg vil fortelle mannen hennes å gi dette (aku akan suruh suaminya untuk memberikan ini) “ ucap Barra sambil melangkah keluar mencari Afkar.
tidak butuh waktu lama bagi Barra untuk menyuruh Afkar membeli buah kesukaan Nara, Afkar akan melakukan apa pun demi Nara. Barra tersenyum senang karena tanpa perlu berdebat panjang berhasil membuat Afkar bergerak cepat membeli buah yang dia minta untuk Nara.
Hari hari yang panjang dan melelahkan menguras tenaga juga otak para pemain D4rkC0d3 demi menampilkan kemampuan yang akan di perhitungkan oleh lawan, para juri juga para penyelenggara kompetisi. Tapi mereka tetap berlatih dengan keras begitu juga dengan Nara meski pun terlihat beberapa kali Nara harus bolak balik ke toilet untuk buang air kecil, dan saat kembali duduk di depan laptop Nara kembali serius menatap layar laptop. Mungkin bagi orang yang melihat Nara, apa yang Nara lakukan bisa membuang-buang waktu bagi rekan setimnya juga Barra. Ini adalah latihan terakhir bagi Nara karena mereka tidak akan pernah tahu lokasi kompetisi akan seperti apa, apakah akan nyaman bagi wanita hamil atau tidak atau bahkan membuat pemain lain kehabisan tenaga.
__ADS_1