NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 80 OSLO TRIP (2)


__ADS_3

Fajrin yang masih sibuk memilih buku dan ingin meminta pendapat Nara, mencari Nara kebingungan bahkan dia tidak melihat Ines mau pun yang lain.


“ kemana mereka semua? “ gumam Fajrin sambil matanya menjelajahi seluruh sudut toko.


Mata Fajrin tertuju pada satu antrian dan melihat sosok dua orang pengawal yang dia kenal. Fajrin melangkah mendekati antrian tersebut saat semakin dekat Fajrin terkejut melihat siapa yang duduk di kursi yang membuat banyak orang mengantri.


“ ternyata mereka semua minta tanda tangan Neptunia “ gumam Fajrin sambil mengambil satu keranjang untuk meletakkan dua buku dan beberapa majalah arsitektur yang dia bawa.


Di antara antrian tersebut ada seseorang yang sedari mereka keluar rumah terus saja memperhatikan Nara, kemana pun Nara melangkah sosok itu akan mengikutinya. Nara menandatangain satu persatu majalah yang para pengunjung toko buku sodorkan, hingga pada giliran sosok tersebut untuk menyerahkan majalah tersebut.


Dengan suara berat sosok tersebut menyerahkan majalah yang dia pegang, Nara tanpa curiga menandatangani foto dirinya dan menyerahkan kembali majalah tersebut. Setelah kurang lebih satu jam Nara melayani pengunjung toko buku yang meminta tanda tangannya, seorang manager toko mendekati Barra. Entah apa yang mereka bicarakan tapi Barra terlihat senang bahkan menjabat tangan manager toko tersebut serta memberikan nomor kontaknya.


“ tired.... I'm hungry (capek.... lapar lagi) “ keluh Nara membuat Barra mencubit pipi Nara yang tertutup rapat kain niqab.


“ let's fine Fajrin first (kita cari Fajrin dulu) “ ucap Barra dan melihat sosok Fajrin yang sepertinya bingung mau membeli buku yang mana.


Nara mendekati Fajrin dan memeluk lengannya.


“ kakak mau buku ini? Biar Nara yang bayar “ ucap Nara yang sudah merebut paksa dua buku tebal.


Satu buku tentang sepuluh Arsitektur terkenal di Norwey sepanjang sejarah beserta desain karya-karyanya dan satu buku berjudul Made in Norwey karya Ingerid Helsing Almaas setebal 344 halaman. Ines mengambil keranjang di tangan Fajrin dan mengikuti langkah kaki Nara menuju kasir, Fajrin hanya bisa melihat saja apa yang Nara lakukan.


“ jævla hvordan kan jeg nærme meg den kvinnen, hvis det alltid er fem livvakter i nærheten .... Jeg trenger bare den kvinnen som en garanti for at hun skal gi opp det hun har tatt fra meg (sialan bagaimana aku bisa mendekati wanita itu, kalau di dekatnya selalu ada lima pengawal itu.... aku hanya membutuhkan wanita itu sebagai jaminan agar dia mau menyerahkan apa yang sudah dia ambil dariku) “ gumam sesosok pria yang sedari tadi mengikuti Nara tapi tidak bisa mendekati Nara.

__ADS_1


Tanpa sosok itu sadari, Fajrin memperhatikannya saat ini.


“ seperti pernah melihat orang itu.... tapi dimana ya.... “ gumam Fajrin sambil mengingat wajah orang itu.


Barra yang sibuk menggoda Zarya tidak menyadari kecurigaan Fajrin, Fajrin mendekati salah seorang pengawal yang kemarin dia minta untuk melatih Nara.


“ did you see anyone suspicious around here (apa kamu melihat seseorang yang mencurigakan di sekitar sini) “ karena Fajrin tidak bisa berbahasa Norsk dan pengawal itu tidak bisa berbahasa Inggris jadi Fajrin menggunakan aplikasi Norwegian English translator.


Pengawal tersebut melihat ke sekeliling mereka tapi tidak menemukan sosok yang Fajrin maksud.


“ man in gray coat holding magazine standing near stationery (pria berpakaian abu-abu yang memegang majalah berdiri di dekat peralatan tulis) “ ucap Fajrin dan aplikasi tersebut menterjemahkan dalam bahasa Norsk.


Pengawal itu melihat ke arah yang Fajrin katakan, tapi sayang sekali lagi pengawal itu tidak menemukan sosok yang Fajrin maksud. Fajrin melihat belakang mencari sosok yang menurutnya mencurigakan dan Fajrin tidak menemukan lagi sosok tersebut. Meskipun firasat Fajrin mengatakan bahwa sosok tadi seperti sedang mengikuti Nara tapi Fajrin tidak ingin gegabah melakukan hal yang akan semakin membuat Nara tidak nyaman.


“ hva vil du ha til lunsj (kalian mau makan siang apa)? “ sekali lagi Barra menterjemahkan ucapan Zarya pada Nara juga Fajrin.


“ anything important thing is halal (apa saja yang penting halal) “ ucap Nara senang dan tentu saja Barra menterjemahkan ucapan Nara pada Zarya.


“ How about lunch at Mehfel Restaurant (makan siang di Mehfel Restauran saja bagaimana) “ ucap Barra yang sudah melingkarkan lengannya pada pinggang Zarya.


Nara dan Fajrin mengikuti mereka begitu juga dengan Ines dan empat pengawal. Nara dan yang lain sudah masuk kembali ke mobil masing-masing, Barra melajukan mobil ke arah selatan menuju restauran yang dia maksud. Dengan berkendara selama sepuluh menit mereka sampai di depan restauran tersebut tapi Barra memarkir mobil di area parkir yang tak jauh dari restauran dan membutuhkan jarak sepuluh menit dengan berjalan kaki.


“ bukankah itu operahuset? “ tunjuk Fajrin saat turun dari mobil.

__ADS_1


“ iya, benar.... kamu mau kesana? “ tanya Barra.


Membuat Fajrin berpikir sesaat.


“ bagaimana kalau setelah makan siang kita kesana? “ ucap Nara tiba-tiba tanpa menunggu jawaban Fajrin.


“ ayo kita makan dulu “ ucap Barra yang semakin posesif pada Zarya.


Setelah berjalan kaki selama sepuluh menit mereka masuk ke Mehfel Restauran, restauran dengan menu khas Pakistan. Seorang pelayan menyambut mereka dan menunjukkan meja yang bisa mereka pakai, sementara Ines dan empat pengawal berdiri di luar restauran.


Karena Nara dan Fajrin tidak mengerti apa yang tertulis di buku menu, maka Barra dan Zarya yang memilih menu makanan untuk mereka. Setelah menunggu kurang lebih lima menit, dua porsi dua menu pembuka yang Zarya pesan tersajikan di meja mereka. Zarya memesan dua porsi Samundri Shorba Sup ikan salmon dan Vegetable Pakora campuran irisan kentang goreng bawang bombay dan kembang kol yang dipanggang dalam tepung lentil.


Mereka menghabiskan menu pembuka tanpa ada pembicaraan apa pun, Nara dan Fajrin memghabiskan semua hingga tak tersisa membuat Zarya heran. Setelah menu pembuka habis seorang pelayan mengantarkan menu utama Mehfel Special untuk empat orang yang terdiri dari Murgh Mango ayam fillet yang direndam dalam saus mangga dan dipanggang dalam oven tandoori, Lam Korma daging kambing yang dimasak dalam sebuah mangkuk dibumbui dengan irisan tomat, jahe, bawang merah, dan ketumbar segar, Jeenga Masala menu udang dengan bumbu, paprika, labu, tomat, jahe dan bawang putih, dan Seekh Kebab daging sapi cincang halus dipanggang di tusuk sate dalam oven tandoor.


Untuk hidangan penutup dan minuman, zarya memilihkan Desi Halwa hidangan penutup khas Pakistan yang terdiri dari semolina, kelapa, kismis, almond, dan pistachio. Buah segar serta Jardin Des Songs minuman hangat tanpa kafein dengan jeruk, lemon, lemon balm dan chamomile.


Lambung Nara dan Fajrin terasa penuh.


“ Ra.... kamu yang bayar ya “ ucap Barra sambil mengedipkan kelopak mata kanannya.


“ iya.... mas Afkar sudah beri Nara kartu bank ini “ ucap Nara mengeluarkan dompet dari tas punggungnya yang dia letakkan di bawah meja.


Zarya memanggil seorang pelayan untuk meminta tagihan makanan mereka dan Nara meletakkan kartu bank milik Afkar.

__ADS_1


__ADS_2