
“ how many alarms (berapa banyak alarmnya)? “ suara tegang Nara membuat Barra dan yang lainnya semakin tegang.
Morten terdiam mendengar pertanyaan Nara, membuat Nara dan Marius semakin tegang dan berkeringat dingin. Dengan tangan kirinya Nara mengibaskan hijab juga niqabnya yang berada di punggung karena keringat dingin Nara mulai bercucuran, meski pun ruangan ini tidak terlalu dingin mau pun tidak terlalu hangat tapi ketegangan kompetisi sudah cukup membuat Nara berkeringat dingin.
“ yirmi sekiz alarmı var (ada 28 alarm) “ ucap Morten.
“ ha….. how much is that… I don't understand your language (ha..... berapa itu... kamu jangan bicara dengan bahasa yang aku tidak mengerti) “ ucap Nara bingung karena Morten berbicara dengan bahasa turki.
“ twenty eight alarms (28 alarm) “ ucap Marius
Nara memijat pelipis kirinya yang mulai pening.
“ Neptunia.... you first (Neptunia.... kamu masuk dulu.....) “ ucap Marius.
Belum selesai ucapan Marius, Morten menyelanya.
“ don't go in now... there are two players nightshawwkk and Geekboots enter from that leak and immediately get bugs.... they are in critical condition (jangan masuk dulu... ada 2 pemain dari nighthawwkk dan Geekboots masuk dari celah itu dan langsung mendapatkan bugs.... mereka kritis... ) “ ucapan Morten terhenti.
“ Why are you quite? What do you see (kenapa diam? Apa yang kamu lihat) “ tanya Nara bingung juga Marius.
Belum sempat Morten menjawab di papan perolehan point tim Nighthawwkk dan Geekboots tersingkir dari kompetisi.
“ they’re out from server (mereka sudah keluar dari server) “ ucap Morten lemas.
Nara berpikir keras dan menggeser tampilan di layar komputernya, kedua bola matanya bergerak kembali mencari celah yang bisa membuat dia dan Marius masuk. Seketika Nara tersenyum terlihat dari sudut matanya yang menyipit.
“ scaryrobot, are you already made as many bugs as you can (scaryrobot, apa kamu sudah membuat bugs sebanyak yang kamu bisa)? “ pertanyaan Nara membuat Marius bingung.
__ADS_1
“ yes I'm, I've made six or seven aggressive bugs (sudah, aku sudah membuat 6 atau 7 bugs agresif) “ jawab Marius yakin.
“ good, on my count in three we enter and release all your bugs (bagus, sesuai hitunganku dalam hitungan ke-3 kita masuk dan lepas semua bugs kamu) “ ucap Nara dengan jari tengah tangan kanan yang sudah bersiap di atas tombol enter.
“ ok “ jawab Marius singkat.
“ one..... two... three (satu.... dua.... tiga) “ ucap Nara dan menekan tombol enter begitu juga Marius.
Mereka masuk ke dalam celah tersebut dan melepas semua bugs yang menyelubungi nama jaringan mereka.
“ we made it (berhasil) “ teriak Morten.
Tapi tidak bagus Nara karena perhitungan mundur 5 menit mulai berjalan, Nara terlihat serius mencari script yang dapat mematikan 28 alarm dalam waktu bersamaan.
“ use the Serpent algorithm with electronic codebook method (gunakan algorithma Serpent metode electronic codebook) “ ucap Nara sambil mengetik sesuatu.
Marius yang sudah menguasai algorithma dan metode yang Nara sebutkan segera mengetik dengan cepat begitu juga dengan morten meski pun dia belum sepenuhnya menguasai Algorithma ini.
Bila mereka salah memilih baris script maka mereka tidak akan masuk ke babak selanjutnya sedangkan waktu terus berjalan, Marius sebagai kapten tim bingung menentukan keputusan. Di saat Marius bingung.
“ line five hundred and sixty-seven....on count three just release two bugs not more (baris 567.... hitungan ke-3 lepas 2 bugs saja jangan lebih) “ ucap Nara yang jari tengah tangan kanannya sudah bersiap di atas tombol enter.
“ ready (siap) “ jawab kakak beradik Yilmaz bersamaan.
“ one.... two.... three (1.... 2..... 3) “ mereka bertiga secara serempak menekan tombol enter untuk melepas 2 program bugs mereka.
Mereka bertiga juga Barra dan yang lainnya mengamati layar masing-masing, ketegangan semakin terasa karena belum ada satu pun alarm yang mati sedangkan waktu mereka kurang dari 2 menit. Nara cemas begitu juga dengan kakak beradik Yilmaz, tapi tiba-tiba terdengar suara riuh dari lantai 3 membuat Barra yang semula mondar mandir seketika berhenti tepat di belakang Marius dan melihat ketiga layar komputer D4rkC0d3 yang pelan-pelan menampilkan bulatan hijau satu persatu tepat di sudut kanan layar mereka. Nara memperhatikan bulatan hijau dan perhitungan mundur waktu meraka, mereka cemas karena waktu mereka kurang dari 1 menit.
__ADS_1
“en ..... to ..... syv .... ni ..... tolv ..... seksten ...... tjueen ..... tjuefire .... . tjue åtte (1..... 2..... 7..... 9..... 12..... 16...... 21..... 24...... 28) “ gumam Barra pelan dan mengepalkan tangan kirinya karena D4rkC0d3 berhasil mematikan semua alarm tersebut.
Kembali terdengar suara riuh dari lantai 3 dan di layar mereka bertiga menampilkan sebuah tulisan “wchodzisz”.
“ what is this (apa ini)? “ tanya Nara bingung.
“ we go to the next round... it's in polish (kita masuk babak berikutnya... itu bahasa polandia) “ ucap Marius lega.
Nara lega dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Di karenakan pada babak ini ada beberapa pemain dari beberapa tim yang di keluarkan paksa dari server karena melanggar peraturan, maka kompetisi di hentikan sementara selama 30 menit oleh pihak NULLCON. Nara dan yang lain memanfaatkan waktu 30 menit ini untuk sedikit mengisi perut dengan makan kecil atau pun minuman dan berwudhu karena sudah masuk waktu Magrib.
Tanpa Nara sadari Afkar sudah berada di markas Shield sejak 1 jam yang lalu, tapi Afkar memilih untuk langsung berkumpul dengan para manager di lantai 3.
Hasil keputusan dari pihak NULLCON hanya ada 89 tim yang berhak berkompetisi di babak selanjutnya untuk memperebutkan posisi 20 besar. Di babak ini setiap tim harus menembus sistem keamanan sebuah gedung yang sudah NULLCON buat, setiap tim harus mematikan 200 alarm dalam waktu kurang dari 1 jam dan di larang menggunakan bugs bounty tapi mereka harus menggunakan script dengan tulisan ‘system shutdown’ dalam bahasa polandia.
Marius segera menuliskan bahasa polandia dari tulisan ‘system shutdown' dan menyerahkan pada Nara.
“ zamknięcie systemu “ ucapan Nara dengan dialeg jawa membuat Barra menahan senyum karena terdengar lucu di telinga Barra.
Sementara Afkar terlihat sangat tegang bahkan Nanwei pun tak mampu meredakan ras tegang Afkar.
“ 200 alarm dalam 1 jam.... apa mereka sedang mencari peretas untuk mereka rekrut? “ gumam Afkar dalam hati.
“ vanvittige to hundre alarmer på en time må de slå seg av (gila 200 alarm dalam 1 jam harus mereka matikan) “
“ kan de muligens slå av alle alarmene (apa mungkin mereka mampu mematikan semua alarm itu) “
“ hvis de ikke kan slå av alle alarmene, kan de i det minste komme inn på de tjue beste og få poeng over NULLCON -standarden (kalau mereka tidak bisa mematikan semua alarm itu, setidak-tidaknya mereka bisa masuk ke 20 besar dan mendapatkan point di atas standar NULLCON) “
__ADS_1
“ De tre lagene med de høyeste poengene blir mesterne (3 tim dengan point tertinggi yang akan menjadi juara) “
Ucap beberapa manager yang duduk tepat di samping Afkar.