NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 43 RENCANA AFKAR (1)


__ADS_3

“mas sedih kalau sayang tidur begini” ucap Afkar sambil menyelipkan tangan kiri di bawah leher Nara.


“karena mas masih tidak percaya dengan pengakuan Nara" ucap Nara dengan mata terpejam yang sebenarnya belum tertidur tapi hanya pura-pura tidur.


“mas percaya sayang salah satu anggota Masters Of Deception..... yang mas tidak percaya adalah selama ini di setiap berita tentang hasil peretasan sistem keamanan jaringan yang mereka lakukan, mereka selalu menyebutkan bahwa semua timnya tidak ada yang berasal dari Asia.” Ucap Afkar sambil memeluk erat tubuh Nara.


Afkar membelai lembut punggung Nara hingga membuatnya ikut tertidur.


“kalau benar sayang adalah black riley salah satu anggota Masters Of Deception..... kompetisi musim kemarin hanya pemanasan saja.....” gumam Afkar dalam hati sambil mencium rambut Nara.


“baiklah..... rencana berubah” gumam Afkar.


Sepuluh menit sebelum adzan Shubuh waktu Uskudar Nara dan Afkar sudah bangun dan bersiap untuk sholat Shubuh di sebuah bangunan yang tepat berada di samping kediaman keluarga besar Yilmaz. Bangunan ini dulu di pakai untuk memeras anggur untuk difermentasikan menjadi wine, kakak beradik Yilmaz juga yang lain sudah duduk bersila melihat kedatangan Afkar dan Nara segera saja Felissa mengajaknya untuk duduk di sebelahnya. Tepat beberapa detik selepas Adzan Murat mengucapkan kalimat iqamah.


Ini pertama kalinya Nara sholat dalam satu ruangan dengan beberapa pria, karena selama ini Fajrin tidak mengijinkan Nara untuk sholat di masjid meskipun letak masjid itu sangat dekat dari rumah. Fajrin selalu beralasan ‘sekat akhwat dan ikhwan tidak tinggi' atau ‘di rumah lebih baik lebih terjaga hijab adik’ dan masih banyak lagi alasan yang lain. Kebiasaan keluar besar Yilmaz bila mereka selesai sholat berjamaah seperti ini dengan kehadiran Murat beserta istri dan kedua keponakan Murat, kakek Yilmaz selalu meminta mereka untuk bergantian murojaah tanpa terkecuali. Dan kali ini Afkar mau pun Nara ikut menjadi bagian dari murojaah bergilir keluarga Yilmaz.

__ADS_1


Selesai murojaah kedua keponakan Murat dan saudara Murat juga kakek Yilmaz, mereka segera pergi ke kebun anggur yang berada di depan rumah mereka karena hari ini waktunya memetik anggur dari jenis Sauvignon Blanc, Cabernet Franc, dan Cabernet Sauvignon untuk mereka fermentasikan menjadi red wine.


Sebenarnya Nara ingin ikut mereka memetik anggur tapi Afkar melarangnya mengingat jenis anggur yang mereka petik memiliki kadar alkohol tinggi bila telah di fermentasikan. Akhirnya Afkar mengajaknya duduk di bawah pohon aprikot sambil menunggu kakak beradik Yilmaz menemui mereka sementara Felissa dan Murat menyiapkan makan pagi untuk mereka dan keluarganya.


“hva er det som ser etter oss (ada apa mencari kami)?” tanya Morten sambil memetik dua buah aprikot dan menyerahkan pada Nara.


“sitteplasser ... det er noe jeg vil snakke med deg om (duduklah...... ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian)” ucap Afkar sambil menyalakan laptopnya.


Jaringan internet di Uskudar sudah berada di tingkat 4G+ jadi dengan mudah Afkar mengakses website jadwal kompetisi musim ini dengan menggunakan modem dari Turk Telecom. Afkar memutar layar laptop agar kakak beradik Yilmaz dapat melihatnya dengan jelas.


Seketika kedua mata kakak beradik Yilmaz membulat sempurna.


“GUN ingen tull ..... i forrige sesong oppfylte vi ikke konkurransemålene flere ganger, spesielt under CTFZone-konkurransen ..... vi måtte fullføre utfordringer som lignet cicada .... du vet hvordan cicada fungerer (GUN jangan bercanda..... musim kemarin saja kami beberapa kali tidak memenuhi target kompetisi apa lagi saat kompetisi CTFZone..... kami harus menyelesaikan tantangan yang menyerupai cicada.... kamu tahu sendiri cara kerja cicada seperti apa)"ucap Marius yang terkesan menolak target dari Afkar.


“dere kan trene sammen ... .. Nanwei har allerede laget et spesielt simuleringsrom for konkurranser som dette, så vel som utfordringer som dette (kalian bisa berlatih bersama..... Nanwei sudah membuat ruang simulasi khusus untuk kompetisi seperti ini dan juga tantangan seperti ini)" ucap Afkar sambil menunjukkan beberapa contoh tantangan dari kompetisi sejenis yang dia maksud.

__ADS_1


“GUN ..... hvis du gjør dette for svogeren slik at vi kan hjelpe deg med å ta vare på svogeren ..... du trenger ikke bekymre deg vi tar oss av svogeren lov ..... men for en konkurranse som dette trenger vi ikke bare en manager som forstår dette, men vi trenger også spillere som i det minste forstår noen rare algoritmer og rare metoder også (GUN..... kalau kamu melakukan ini demi kakak ipar supaya kami membantumu menjaga kakak ipar..... kamu jangan kuatir kami akan menjaga kakak ipar..... tapi untuk kompetisi seperti ini kami tidak hanya butuh manager yang mengerti ini tapi kami juga butuh pemain yang minimal mengerti beberapa algorithma yang aneh dan metode yang aneh juga)" ucap Marius mulai sedikit emosi karena Afkar terkesan memaksa mereka.


“Du vil ha spillere som forstår språk og algoritmer, så vel som rare metoder ... .. dette har du allerede (kalian ingin pemain yang mengerti bahasa dan algorithma juga metode yang aneh..... ini kalian sudah punya)" ucap Afkar sambil menunjuk Nara yang sedang asik menguyah aprikot pemberian Morten.


Morten yang sedari tadi memetik aprikot untuk Nara terlihat sepertinya tidak mendengar pembicaraan antara Afkar dan Marius, tapi saat Afkar menunjuk pemain yang Marius inginkan seketika membuat Morten menatap Nara dengan heran begitu juga dengan Marius. Sementara Nara yang dengan lahap mengusap aprikot seketika menghentikan pergerakan rahang bawahnya.


“why are you looking at me (kenapa kalian melihatku)" tanya Nara heran.


“seriøst ..... GUN du er seriøs ... ikke spøk dette er ikke morsomt ...... i forrige sesong svigerinne sviger loven cicada-utfordringen, men svigerinne hadde noen vanskeligheter (serius..... GUN kamu serius.... jangan bercanda ini tidak lucu...... musim kemarin memang kakak ipar berhasil melewati tantangan cicada tapi kakak ipar beberapa kali mengalami kesulitan) “ ucap Marius yang tidak percaya dengan ucapan Afkar.


“Jeg er seriøs ..... Svoger du forstår veldig godt programmeringsspråk og algoritmer som du synes er rare ..... Nevn programmeringsspråk og algoritmer som du synes er rare (aku serius..... kakak ipar kamu mengerti sekali bahasa pemprogram juga algorithma yang menurut kamu aneh itu..... sebutkan bahasa pemprograman dan algorithma yang menurut kalian aneh)" ucapan Afkar seperti sebuah tantangan bagi kakak beradik Yilmaz.


Marius menatap Nara tidak percaya sambil memikirkan salah satu bahasa pemprograman yang menurutnya aneh dan tidak masuk akal.


“whitespace" ucap Marius sambil melihat Nara.

__ADS_1


“sweetie...... can you write their names in whitespace (sayang...... bisakah sayang menuliskan nama mereka berdua menggunakan bahasa whitespace)" permintaan Afkar membuat Nara cemberut karena sedang asik mengunyah aprikot.


__ADS_2