NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 124 SENANG


__ADS_3

Afkar mau pun Barra tidak dapat meragukan atau mencari tahu lagi tentang jawaban Nara, mereka menatap Nara dengan tajam membuat Nara menyembunyikan wajahnya di balik lengan kanan Afkar.


“ kak.... Nara benar-benar kuliah.... tanya mas Afkar..... mas Afkar pakai program Nara juga “ ucap Nara yang sudah menyembunyikan wajahnya di balik lengan kanan Afkar.


“ kakak percaya kamu benar-benar kuliah....yang tidak bisa kakak percaya adalah bagaimana bisa kamu ingat begitu detail baris ke berapa memberi efek apa.... “ ucap Barra sambil menyisir rambutnya dengan tangan kiri.


“ tadi Nara sudah bilang.... karena penelitian disertasi dosen.... Nara bantu itu... jadi Nara ingat betul apa efek dari masing-masing deret bila nilainya di ganti-ganti. “ ucap Nara jengkel karena Barra meragukan penjelasannya.


Barra yang masih tidak bisa melogika penjelasan Nara, mengusap kasar wajahnya.


“ Afkar.... kamu bawa saja dia periksa..... kepalaku pening.... logika Nara tidak bisa aku cerna “ ucap Barra sambil memberi isyarat tangan pada Afkar agar segera membawa Nara keluar dari ruang kerjanya.


Afkar berdiri dari sofa begitu juga Nara, mereka melangkah keluar ruang dari ruang kerja Barra. Sebelum Nar keluar.


“ kak.... buka website NIST..... ada nama Nara sebagai anggota tim penelitian “ suara keras Nara membuat Barra berdiri menatap Nara tidak percaya.


Karena sore ini jadwal periksa kandungan Nara sesuai jadwal yang di buat oleh Zarya, maka Afkar mengajaknya keluar dari markas Shield lewat pintu belakang. Dimana sudah ada 2 mobil hitam dengan 2 orang pengawal sedangkan Ines dan 4 orang pengawal masih tetap berjaga di lobi depan untuk mengelabui sosok asing yang masih setia mengawasi Nara.


Jarak markas Shield dengan rumah sakit city legesenter kurang lebih hanya 5 menit dengan berkendara, kali ini yang mengendalikan mobil adalah Lief sedangkan 2 pengawal berada di depan mereka. Sampai di lobi rumah sakit salah seorang pengawal turun dan membuka pintu mobil untuk Afkar serta Nara, Lief menyerahkan kunci mobil pada pengawal itu.


“ mas.... kenapa kesini.... Nara tidak sakit “ bisik Nara yang sudah memegang erat lengan kiri Afkar.


“ sayang tidak sakit tapi... ini yang harus di periksakan.... sayang ingat kapan terakhir periode sayang? “ ucap Afkar sambil memegang perut Nara dan sukses membuat Nara terkejut hingga membuka mulutnya.

__ADS_1


Seorang staff managemen rumah sakit yang sudah mengenal Lief juga sudah mengetahui siapa Afkar, dengan langkah lebar mendekati Afkar.


“ god ettermiddag, Mr. Afkar .... beklager at vi ikke ønsket deg velkommen ... vi mottok ingen informasjon om at du skulle besøke her (selamat sore, tuan Afkar.... maaf kami tidak menyambut kedatangan anda... kami tidak menerima informasi kalau anda akan berkunjung kemari) “ salam seorang staff management rumah sakit.


Afkar tersenyum dan menjabat tangan staff tersebut.


“ Mr. Afkar er ikke her for å se arbeidet ditt (tuan Afkar kemari bukan untuk melihat pekerjaan kalian) “ ucapan Lief membuat staff tersebut sedikit bingung.


pintu lift terbuka, Afkar segera mengajak Nara masuk ke dalam lift di ikuti Lief dan staff tersebut. Saat Lief menekan tombol lantai, staff tersebut sekali lagi di buat terkejut.


“ Afkar vil sjekke fruens graviditet (tuan Afkar akan memeriksa kehamilan nyonya)? “ suara keterkejutan staff tersebut membuat Nara bergeser lebih dekat ke Afkar.


Lief dengan isyarat tangan meminta staff tersebut untuk diam, pintu lift terbuka Afkar mendorong pelan tubuh Nara agar berjalan terlebih dahulu untuk keluar lift. Zarya yang sudah menunggu mereka dan berdiri tidak jauh dari lift, begitu mendengar pintu lift melihat siapa yang keluar segera berjalan cepat menghampiri Nara dan Afkar.


“ hei Nara .... hyggelig å treffe deg igjen (hai Nara.... senang bertemu denganmu kembali) “ salam Zarya sambil memeluk Nara.


“ GUN .... du er så besittende ..... slipp hånden din for et sekund (GUN.... kamu posesif sekali..... lepaskan tanganmu sebentar) “ protes Zarya karena hanya mendapat satu pelukkan dari Nara.


Dengan terpaksa Afkar melepas genggaman tangannya pada tangan Nara dan membiarkan Nara berpelukan dengan Zarya. Sementara Lief masih berusaha menahan keterkejutan staff tersebut yang ternyata membuat beberapa staff management yang lain mendatanginya.


“ kom igjen ..... jeg tar deg til legen Kom igjen .... nå er det din tur (ayo..... aku antar ke dokter Mari.... sekarang giliranmu) “ ucap Zarya sambil menunjuk pasien yang baru saja keluar dari ruang praktek dokter Mari.


Nara mengikuti langkah kaki Zarya, begitu juga dengan Afkar. Sementara Lief semakin sibuk menahan para staff medis dan staff management yang berusaha mengikuti Afkar.

__ADS_1


“ god ettermiddag lege Kom igjen .... dette er det jeg forteller deg her om dagen (selamat sore dokter Mari.... ini yang aku ceritakan tempo hari) “ ucap Zarya memperkenalkan Nara pada Mari.


“ Good Evening doctor (selamat sore dokter) “ salam Nara sambil mencari-cari tangan Afkar yang masih berdiri di belakang Nara.


“ Mrs. Febyanara Maharani.... nice to meet you again (nyonya Febyanara Maharani.... senang bertemu anda kembali) “ salam Mari membuat Zarya tersenyum.


“ Doktor, jeg vil bare vente ute ... (dokter, saya tunggu di luar saja ya...) “ ucap Zarya dan segera keluar dari ruang prakter Mari.


Mari berdiri dan mempersilahkan Nara untuk naik ke bed pemeriksaan, Afkar membantu Nara naik dan mengangkat ujung abaya juga legging serta hipster untuk memudahkan Mari melakukan USG. Sementara Mari mempersiapkan monitor USG, seorang perawat mengukur tekanan darah Nara serta membantu sedikit menurunkan batas legging dan hipster. Meskipun ini bukan pertama kalinya bagi Nara menjalani USG tetap saja Nara merasa gugup, kedua ujung kakinya terasa dingin. Afkar melihat jelas rasa gugup Nara dan mencoba menenangkan dengan memegang ujung kaki Nara.


Mari mulai melakukan apa yang harus dia lakukan, mengoleskan ultrasonik gel pada perut bagian bawa dan mulai menggerakan transduser USG. Untuk beberapa menit kedepan terasa menegangkan bagi Nara juga Afkar, karena Mari masih menggerakan transduser di atas perut Nara.


“ Congratulations ma'am.... you are pregnant again.... and your fetus is already six weeks and four days (selamat nyonya.... anda hamil lagi.... dan usia janin anda sudah 6 minggu 4 hari) “ Afkar juga Nara seketika menjadi lega hilang rasa tegang dan gugup saat mendengar ucapan Mari.


“ are twins again or not doctor (kembar lagi atau tidak dokter)? “ tanya Nara memberanikan diri.


Mari tersenyum mendengar pertanyaan Nara, sedangkan Afkar terlihat sangat bahagia bahwa Nara hamil lagi meski pun tidak kembar.


“ sayang.... kalau pun tidak kembar.... tidak masalah bagi mas.... mas sudah senang mengetahui sayang hamil lagi “ ucap Afkar yang sangat bahagia.


Karena program pelebaran dinding rahim yang dia lakukan beberapa minggu kebelakang berhasil dan sesuai harapannya.


“ tapi Nara tetap ingin tahu kembar atau tidak “ ucap Nara sedikit jengkel.

__ADS_1


“ tilgi kona mi (maafkan istri saya). “ pembicaraan mereka membuat Mari tersenyum melihat pasangan beda usia ini.


“ I will make sure once again madam.... please be patient for a while, okay? (saya akan pastikan sekali lagi nyonya.... mohon bersabar sebentar ya...) “ ucap Mari smabil menepuk punggung tangan kanan Nara.


__ADS_2