NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 207 HACKER PLAYGROUND (4)


__ADS_3

Untuk sesaat Marius menatap dbuq dengan penuh tanya dan tanpa menunggu jawaban Marius, dbuq segera berlari menuju gedung yang dia tunjuk. Dua orang keamanan mengenali mereka dari tanda pengenal yang tergantung di leher mereka dan segera memberi mereka kartu untuk masuk ke ruang server lantai 3. Di saat Marius dan dbuq masuk ke dalam lift, dua orang pemain the duck mengikuti hal yang sama yang Marius dan dbuq lakukan tapi dua orang keamanan melarang mereka karena sudah ada tiga tim yang masuk ke gedung mereka.


Aturan kompetisi untuk tim yang bergerak mencari server adalah hanya 3 tim yang dapat masuk di gedung yang sama dan tim ke 4 hanya boleh masuk ke dalam gedung tersebut bila salah satu tim sudah keluar.


“ we can't wait here..... let's find another server (kita tidak bisa menunggu disini..... kita cari server yang lain saja) “ ucap cd0r1 dan bergerak mencari di gedung yang lain.


Marius yang mengetahui the duck berada tepat di belakang mereka hanya bisa bernafas lega untuk sesaat karena saat pintu lift terbuka, terlihat dua wajah tim $wag yang sangat kecewa.


“ Jeg håper serveren vår er her (semoga server kita disini) “ ucap Marius pelan membuat dbuq semakin gugup.


dbuq kuatir bila pilihannya salah yang membuat mereka harus berlari mencari gedung yang lain.


Mencari ruang sever di lantai ini membuat kepala Marius pening karena banyak sekali server yang mereka lihat tapi mereka hanya butuh satu sever saja.


“ se der borte... det må være serveren vår (lihat sebelah sana.... itu pasti server kita) “ ucap dbuq sambil menunjuk sebuah server yang masih dalam keadaan mati.


Marius segera berlari mendekati dbuq yang sudah menyalakan server tersebut dan sedang memilih kabel data untuk menghubungkan laptopnya dengan server tersebut. Selagi dbuq mencari kabel, Marius memperhatikan sekeliling dan perangkat server yang berada di depan mereka.


“ du sikker på dette (kamu yakin ini)? “ dbuq menganggukan kepala dengan yakin.

__ADS_1


Untuk sesaat mereka terdiam menunggu server tersebut siap untuk terhubung dengan laptop, dan saat server tersebut sudah terhubung dengan laptop. dbuq menyerahkan pada Marius untuk membaca script mentah yang ada di dalam server tersebut.


“ dette er vår server....vent litt jeg prøver å sende en melding til Neptunia... (benar ini server kita.... tunggu sebentar aku coba kirim pesan pada Neptunia... ) “ dengan harap harap cemas mereka menunggu jawaban dari Nara.


detik-detik yang menegangkan bagi mereka berdua, sedetik kemudian mereka mendapatkan pesan dari Nara bahwa javex sedang mencoba menghubungkan server yang javex temukan ke server pusat. Marius dan dbuq bernafas lega karena server yang mereka temukan benar server tim mereka. Selagi menunggu, Marius membuat script untuk membangun sistem keamanan dan menyelipkan beberapa worm juga bugs. Dan setelah menunggu 5 menit akhirnya Nara mengirim pesan padanya. Marius mulai semakin sibuk membuat script sementara dbuq memilah milah kabel data juga port sesuai apa yang Marius katakan.


Selama kurang lebih 30 menit sudah mereka berada di dalam ruang server yang memiliki suhu 8 derajat celsius, Marius mau pun dbuq mulai merasa kedinginan meski pun mereka sudah mengenakan jaket tim yang tebal.


“ ferdig.... nå ser vi etter denne serveren.... (selesai.... sekarang kita cari server yang ini.....) “ ucap Marius membuat dbuq mengedarkan padangannya ke seluruh perangkat server.


“ Jeg prøvde å se der borte... her er det ingen døde enheter (aku coba cari di sebelah sana.... di sekitar sini tidak ada perangkat yang mati) “ ucap dbuq yang sudah melangkah menjauh dari Marius sambil melihat ke kanan kiri mencari server yang Marius maksud.


“ Jeg tok feil med å se slik ut...... på bildet er det bare en rett linje til den sentrale serveren, men det er to serverenheter...... kan det være...... (aku salah mencari begini...... di gambar hanya satu garis lurus ke server pusat tapi ada dua perangkat server...... jangan-jangan...... ) “ gumam dbuq dalam hati dan kembali berdiri dengan cepat berlari mendekati Marius.


Marius yang melihat kedatangan dbuq dengan wajah serius juga tegang membuat Marius sedikit kuatir bila dugaan mereka salah. dbuq berhenti tepat disamping kiri Marius dan menatap sebuah server yang sudah menyala tapi tidak ada satu pun kabel data yang terhubung di server tersebut.


“ dette.... Jeg tror dette... vi må koble denne serveren til denne serveren (ini.... aku yakin ini.... kita harus menghubungkan server ini ke server ini) “ ucap dbuq sambil menunjuk server yang dia maksud.


“ sikker..... hvilken datakabel skal vi koble til... ingen måte vi må lage vår egen datakabel.... (yakin..... kabel data mana yang harus kita hubungkan... tidak mungkin kita harus membuat kabel data sendiri.... ) “ belum selesai ucapan Marius.

__ADS_1


Dbuq sudah memegang beberapa kabel yang bergelantungan di samping server yang dia tunjuk.


“ en av disse datakablene må kobles til denne serveren (salah satu dari kabel data ini pasti terhubung dengan server ini) “ ucap dbuq yakin membuat Marius merinding kedinginan.


“ hvordan finner vi den kabelen (bagaimana kita menemukan kabel itu)? “ tanya Marius heran.


“ roe ned... overlat det til meg... dette er min spesialitet... javexte ikke og jeg ble med på laget ditt fordi vi forstår maskinvare (tenang.... serahkan padaku.... ini keahlianku.... bukankah aku dan javex masuk tim kalian karena kami paham dengan perangkat keras) “ ucap dbuq dengan yakin dan mulai memanjat rak setinggi 35U.


Marius mengikuti apa yang dbuq katakan untuk memegang dan sedikit menarik-narik kabel agar dirinya dapat menemukan kabel yang tepat. butuh waktu selama sepuluh menit untuk menemukan kabel yang tepat karena di dalam tray banyak sekali kabel data. Setelah menemukan kabel yang tepat, dbuq turun dari atas rak dan meminta Marius untuk mencari tahu port yang mana yang menghubungkan dua server ini.


“ fastethernet 10 “ ucap Marius sambil menancapkan ujung kabel data yang dia pegang.


Meski pun sudah merasa yakin dengan apa yang mereka temukan tapi saat keduanya hendak menancapkan masing-masing ujung kabel data, tiba-tiba jantung mereka berdetak kencang. Ada rasa ragu juga takut bila pilihan mereka salah yang akan berakibat sistem mereka mudah di retas oleh tim lain.


“ på telling av tre....plugger vi den sammen (dalam hitungan ketiga.... kita tancapkan bersama-sama) “ ucap dbuq sedikit ragu.


“ en.... to..... tre (satu..... dua...... tiga) “ ucap Marius dan dbuq bersamaan dan menancapkan ujung ujung kabel data tersebut.


Sedetik dua detik empat detik enam detik tidak ada alarm apa pun, tiba-tiba layar laptop Marius menampilkan sebuah kalimat pesan singkat dari Nara.

__ADS_1


__ADS_2