NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 153 GAME TESTED


__ADS_3

Dari sejak selesai sholat Shubuh rasa gugup juga takut menyelimuti diri Nara, bahkan setelah makan pagi rasa itu semakin besar. Afkar pun merasakan dada dan teggorokkannya semakin terasa sakit, tapi mereka mencoba saling menuntupi rasa itu. Bahkan Nara yang biasanya makan pagi lebih dari 2 porsi, tapi pagi ini 1 porsi saja tidak habis begitu juga dengan Afkar.


Sepanjang perjalanan ke markas Shield Nara memeluk lengan kiri Afkar tidak mau melepaskan meski pun hanya sedetik, Afkar merasa berat dan tidak tenang untuk jadwal hari ini. Ingin rasanya Afkar membatalkannya tapi Shield sudah menyetujui proposal mereka dan D4rkC0d3 sudah menguji game console GDP WIN yang akan mereka perlihatkan nanti.


Sampai di lobi, Barra sudah menunggu Nara dengan wajah yang terlihat jelas sangat kuatir. Afkar menyerahkan Nara pada Barra, meski pun terasa berat karena rasa itu semakin membuat dada dan tenggorokkannya sakit. Nara dan Afkar saling berpelukkan erat untuk beberapa menit kedepan dengan di lihat Barra, Barra bukannya merasa ingin menjahili mereka tapi Barra juga merasakan ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.


Barra menepuk bahu Afkar mengingatkan bahwa sudah waktunya mereka berjarak untuk sementara waktu, Afkar pelan-pelan melepas pelukkannya dan mendorong Nara pelan agar Nara melepas pelukkannya pada tubuh Afkar.


“ GUN..... aku tahu kamu merasa berat tapi kita sudah menyetujui jadwal ini..... aku akan menjaga Nara “ ucap Barra pelan.


Sebelum Afkar menjauh dari lobi, Afkar menyempatkan mencium dahi Nara sedikit lebih lama dari biasanya. Kedua mata Nara terasa panas dan mulai berkaca-kaca dan saat tubuh Afkar tidak terlihat karena masuk ke mobil yang akan membawanya ke gedung Rosenkrantz, air mata Nara jatuh.


Barra berusaha menguatkan Nara dengan membelai kedua lengan atas Nara dari belakang.


“ semangat..... selepas makan siang kita akan berangkat ke lokasi..... apa kamu sudah memakai jam tangan yang Afkar berikan? “ tanya Barra mencoba mengalihkan perhatian Nara.


Narra memperlihatkan jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya yang sudah tertutup rapi oleh sarung tangab hitam.

__ADS_1


“ bagus juga dia memilih jam tangan wanita..... warna silver.... pas sekali dengan pakaianmu yang serba hitam..... ayo kita masuk ke dalam.... kamu harus mencoba berlatih bersama dengan yang lain “ ucap Barra sambil mendorong pelan tubuh Nara menuju lift.


Barra membawa Nara menuju lantai 3 karena saat ini D4rkC0d3 dan beberapa pemain Shield yang lain sedang menguji game console GDP WIN dengan melakukan pertarungan antar tim. D4rkC0d3, tim 9 dan tim 8 sedang terlihat serius memainkan game console GDP WIN, mereka mencoba fasilitas lain dari game console tersebut dengan melakukan pertarungan antar tim.


“ det er dine forsterkninger som kommer (itu bala bantuan kalian datang) “ ucap p4rr0t sambil melihat sesaat Nara yang sedang berjalan mendekati mereka.


Kakak beradik Yilmaz melihat ke arah yang pa4rrot tunjuk, tapi Morten terlihat kecewa setelah melihat Nara yang berjalan mendekati mereka.


“ Neptunia..... practice with them for a while....they will all come to the spillexpo with us (Neptunia..... berlatihlah sebentar dengan mereka.... mereka semua akan ikut ke spillexpo bersama kita) “ ucap Barra dan menyuruh Nara duduk di samping Marius.


Nara duduk dan mengeluarkan game console GDP WIN dari dalam tas punggung yang dia bawa. Nara tidak terlalu bersemangat memainkan game console GDP WIN, terlihat jelas saat dia menyalakan perangkat itu yang dengan asal menekan tombol power.


Tanpa banyak kata Marius mengambil alih game consol GDP WIN yang berada di tangan Nara, sedikit mengutak-atik game console tersebut dan menyerahkan kembali pada Nara.


“ we fight in teams....this is sister-in-law's avatar....this is me and this is morten.....the others we have to defeat....this is the button to attack with the sword.....this is the button to defend with weapon and this is the button to run fast (kita bertarung dalam tim.... ini avatar kakak ipar.... ini aku dan ini morten..... yang lain harus kita kalahkan.... ini tombol untuk menyerang dengan pedang..... ini tombol untuk bertahan dengan senjata api dan ini tombol untuk berlari cepat) “ Nara menganggukan kepala mencoba mencerna apa yang Marius katakan tapi sebenarnya apa yang Marius katakan sama sekali tidak masuk di otaknya.


“ don't lose..... we have to win (jangan sampai kalah..... kita harus menang) “ ucap Morten dengan mengepalkan tangan kanannya.

__ADS_1


“ hmmm “ jawab Nara singkat.


Akhirnya mereka memainkan game console tersebut secara tim, di awal-awal terlihat avatar Nara yang tidak bergerak sama sekali hanya diam di tempat. Sejujurnya Nara tidak bisa dan tidak suka game ini tapi demi profesionalisme Shield, Nara berusaha sebisanya memainkan game console ini. berkali-kali D4rkC0d3 kalah karena avatar Nara yang selalu salah mengambil langkah, membuat yang lain senang. Kakak beradik Yilmaz menatap Nara dengan rasa kecewa juga jengkel.


“ make other people happy or happy including your worship..... and we will get a reward for pleasing others (membuat senang orang lain termasuk ibadah lo..... dan kita akan mendapat pahala karena sudah menyenangkan orang lain “ ucap Nara sambil meletakkan game console di meja.


“ it's hard to play this with sister-in-law.... later it's best when we show this game..... it's better if the avatar of sister-in-law goes into the room until we finish (susah kalau bermain seperti ini dengan kaka ipar.... nanti sebaiknya saat kita memperlihatkan permainan ini..... sebaiknya avatar kakak ipar masuk ke ruangan yang tadi saja sampai kami selasai) “ ucap Morten dengan jengkel.


Nara hanya mengacungkan ibu jarinya menjawab ucapan Morten. Mereka berlatih terus hingga beberapa kali permainan dan setiap kali mereka bermain melawan tim 8 atau pun tim 9, D4rkC0d3 selalu kalah karena avatar Nara yang selalu salah dalam menggerakan senjata mau pun salah dalam menyerang avatar lawan. Hal ini membuat tim 8 dan tim 9 sangat senang sekali, mereka selalu tertawa gembira bila avatar D4rkC0d3 kalah. Kakak beradik Yilmaz hanya bisa diam tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Nara karena mereka sudah dapat menduga apa yang akan Nara katakan pada mereka.


“ Neptunia is weird....she can read the lack of script but she doesn’t can play the script when the script become visual like this (Neptunia ini aneh.... dia bisa membaca kekurangan script tapi dia tidak memainkan script bila sudah berwujud visual seperti ini) “ ucap d4em0n sedikit mengejek.


“ indeed Neptunia will never be able to become a game tester but she can mess with game scripts (memang Neptunia tidak akan pernah bisa menjadi penguji game tapi dia bisa mengacak-acak script game) “ ucap harrier memihak Nara.


“ even though it's good... to be a game tester.... the salary is also big..... when I retire from CTF... I want to be a game tester (padahal enak lo.... menjadi penguji game.... gajinya juga besar..... aku kalau sudah pensiun dari CTF.... aku ingin menjadi penguji game saja) “ ucap p4rr0t dengan bangga.


“ and the game you tested.... it turns out that the script has been tested by Neptunia... (dan game yang kamu uji.... ternyata scriptnya sudah di uji Neptunia....) “ ucap hoifanrd

__ADS_1


Mereka semua tertawa menertawakan ucapan hoifanrd yang mengejek p4rr0t.


__ADS_2