
Sepulang dari berkeliling kota Oslo, Fajrin meminta Ines untuk mengumpulkan semua pengawal di ruang tamu dan tentunya menyuruh Nara untuk tetap di dalam kamar sampai Fajrin menyuruhnya keluar, karena Nara sekarang ini mudah sekali merasa bosan bila berlama-lama di kamar. Akhirnya Nara memutuskan untuk melihat jadwal kompetisi dan email Neptunia. tiba-tiba Nara merasa sangat rindu dengan Afkar saat melihat jadwal kompetisi.
“ mas Afkar sedang apa ya.... “ gumam Nara sambil memainkan ponselnya.
Terbersit niat untuk menghubungi Afkar dengan aplikasi skype tapi kuatir bila menggangu pekerjaan Afkar, akhinya Nara memutuskan untuk mengirim pesan.
Setelah menunggu beberapa menit, tiba-tiba laptop yang sedari tadi standby menampilkan sebuah notifikasi. Nara segera menekan notifikasi itu dan terlihat wajah penat Afkar.
“ Assalamu'allaikum mas... “ salam Nara dengan senyum manis.
“ Wa'alaikumsalam..... kangen? “ Nara mengerutkan kulit hidung menjawab pertanyaan Afkar.
“ masih lama ya di London? Ada yang kurangkah datanya? “ tanya Nara menutupi rasa bosannya.
“ Insya ALLAH besok malam sudah kembali ke Olso “ jawab Afkar sambil melempar sesuatu pada Fredrik yang meledeknya.
“ apa mereka kesulitan menjadikan data-data dari Nara sebagai bukti resmi? “ Afkar menarik Nafas panjang mendengar pertanyaan Nara.
“ kalau saja Kalle ada disini mungkin masalah ini akan cepat selesai.... sudah beberapa hari ini Kalle susah sekali di hubungi. “ ucap Afkar sambil memijat tengkuknya yang penat.
“ apa mas.... mau Nara tracking nomor ponselnya? “ tanya Nara dengan mengedipkan kedua kelopak matanya.
“ tidak perlu..... tadi seharian jalan kemana? “ tanya Afkar mengalihkan perhatian Nara.
“ ke toko buku, operahuset dan Vigeland “ jawab Nara singkat.
“ lantas beli apa di toko buku? “ tanya Afkar sambil menunjuk pesan singkat pemakaian kartu debitnya.
“ hehehehehehe..... tadi Nara pakai buat beli dua buku dan beberapa majalah untuk kak Fajrin..... terus makan siang di Mehfel Restauran.... “ ucap Nara sedikit malu.
“ oooo..... hanya itu saja..... sedikit sekali? “ kali ini Nara yang bingung mendengar pertanyaan Afkar.
“ sedikit?.... perasaan tadi makan siang habis 2500 euro lebih..... terus dua buku dan beberapa majalah untuk kak Fajrin..... hampir 600 euro..... itu kan sudah banyak “ jawaban lugu Nara membuat Afkar tersenyum
__ADS_1
“ Afkar er du online med engelen din (Afkar apa kamu sedang online dengan bidadarimu)? “ tanya Holger membuat Afkar memgacungkan kedua ibu jarinya.
“ savnet han (apa dia sudah rindu)? “ goda Fredrik.
Afkar tersenyum menjawab pertanyaan Fredrik.
“ kom igjen ... ikke plag meg .... gi meg et minutt til å snakke med kona mi .... snakket dere ikke med kvinnene deres tidligere også (ayolah.... kalian jangan menggangguku.... beri aku waktu sebentar berbicara dengan istriku.... bukankah tadi kalian juga berbicara dengan wanita kalian)? “ ucapan Afkar membuat Fredrik dan Holger mengangkat kedua tangannya menyerah dengan pertanyaan Afkar.
Afkar kembali berbicara dengan Nara, Nara menceritakan apa saja yang dia lihat di taman Vigeland dan Afkar mendengarnya dengan senyum tipis. Afkar berpikir siapa yang mengajak Nara pergi ke taman itu, taman dengan pahatan patung tanpa busana dimana-mana.
Saat Afkar sedang mendengarkan cerita Nara, tiba-tiba Holger memanggilnya.
“ Afkar ser dette (Afkar lihat ini) “ suara keras Holger membuat Afkar mengalihkan pandangannya pada Holger.
“ hva er det (ada apa)? “ tanya Afkar heran.
Holger dan Fredrik mendekati Afkar, Afkar segera mengencilkan aplikasi skype agar wajah Nara tidak nampak di layar laptopnya. Nara hanya bisa mendengarkan percakapan Afkar dan kedua saudara sepupunya. Sesekali Nara mencatat kata-kata yang sering dia dengar di sebuah aplikasi notepad.
Afkar mengamati data tersebut dan tersenyum membuat Holger dan Fredrik heran juga penuh tanya.
“ siden når kom disse dataene inn (sejak kapan data ini masuk)? “ tanya Afkar penasaran.
“ for omtrent en time siden så jeg dette, men hvis detaljene om når disse dataene kom inn ..... vent litt må det være i denne mappen (kira-kira satu jam yang lalu aku melihat ini tapi kalau detail kapan data ini masuk..... sebentar pasti ada di folder ini) “ ucap Fredrik dan mengklik sebuah folder.
Seketika Afkar terkejut tidak percaya karena data penarikan dana kurang dari 1 juta Euro sudah masuk sejak tiga hari setelah data 1 juta Euro terpublikasi.
“ kapan sayang menambah script ini? “ gumam Afkar dalam hati.
“ Du ser på dataene først .... Jeg vil snakke med kona mi først (kamu perhatikan dulu data itu.... aku mau bicara dengan istriku dulu) “ ucap Afkar dan membesarkan tampilan aplikasi Skype.
“ sayang.... sejak kapan sayang menambah script pengumpulan data transaksi di bawah 1 Juta Euro? “ tanya Afkar dengan menatap gemas wajah Nara.
“ dari sejak pertama buat script “ jawab Nara singkat jelas dan membuat Afkar terkejut tidak percaya.
__ADS_1
“ serius? Script sayang.... bisa mengumpulkan data sampai batas transaksi berapa? “ tanya Afkar ingin tahu.
“ mmmm...... kalau tidak salah 10 ribu Euro...” ucap Nara sambil melirik keatas dan mengentuk bibirnya yang mengerucut dengan jari telunjuk kiri.
Afkar semakin gemas melihat ekspresi Nara bila di paksa untuk mengingat sesuatu.
“ yakin hanya sampai 10 ribu Euro? Kenapa tidak sekalian sampai 20 Euro? “ goda Afkar membuat Nara tersenyum lebar.
“ bagus juga ide mas..... sebentar Nara tambah beberapa baris script “ ucap Nara sambil mengedipkan kelopak matanya dengan genit.
“ hahahahaha..... ini nih yang buat mas makin cinta “ ucap Afkar dengan suara gemas.
Saat Nara sedang sibuk dengan memusatkan seluruh perhatiannya pada panggilan Skype Afkar, tiba-tiba Fajrin menepuk bahu kiri Nara.
“ Astagfirullah kakak “ ucap Nara terkejut dan membuat Afkar tersenyum lebar.
“ kenapa tidak mengetuk pintu dan salam? “ ucap Nara cemberut.
“ kakak sudah lama mengetuk pintu sudah tiga kali mengucap salam.... tapi masih tidak ada balasan dari adik.... ya sudah kakak masuk saja “ ucap Fajrin yang sudah duduk di samping Nara dan melambaikan tangan pada Afkar.
“ untung saja Nara sedang panggilan Skype sama mas Afkar kalau tidak bisa malu Nara “ ucap Nara cemberut.
“ memangnya adik mau apa.... mau latihan striptease untuk Afkar? “ ucapan Fajrin yang vulgar membuat Afkar tersedak ludahnya sendiri.
“ siapa yang latihan striptease.... “ ucap Nara cemberut.
“ tidak masalah juga kamu latihan striptease untuk Afkar.... sudah halal.... “ goda Fajrin membuat kedua pipi Nara bersemu merah.
“ apa mau kakak tunjukkan bagaimana striptease yang bisa membuat Afkar tidak bisa menahan rindu? “ goda Fajrin sekali lagi dan membuat kedua pipi Nara semakin merah sedangkan Afkar tersenyum lebar melihat Fajrin yang senang menggoda Nara.
“ sayang.... mas jadi ingin lihat bagaimana sayang striptease “ goda Afkar dan sukses membuat wajah Nara semakin merah.
“ jangan kuatir kakak tunjukkan caranya setelah itu adik bisa improvisasi sendiri “ goda Fajrin membuat Afkar tertawa bahagia.
__ADS_1