
Meskipun luka jahit di punggung tangan kiri Nara sudah kering tinggal menunggu keropengnya mengelupas, tetap saja Afkar belum mengijinkan Nara menggunakan sarung tangan.
“ malu mas.... kelihatan tangannya “ rajuk Nara sambil memeluk Afkar yang sudah rapi dengan kemeja putih dan celana gelap.
Meski pun pelukannya Nara tidak bisa sedekat dulu karena perut Nara sudah mulai membesar dengan usia kehamilan masuk di minggu ke 16.
“ kalau sayang begini bagaimana mas membuat simpulnya “ ucap Afkar yang sudah pasrah dan tidak jadi membuat simpul di sisi belakang kepala Nara.
Dengan menggerak-gerakan kelopak matanya, Nara berharap Afkar mengizinkannya memakai sarung tangan.
“ ini masih belum sepenuhnya kering..... ini juga baru ada keropengnya..... dan ini lihat... kalau tangan sayang mengepal begini.... lihat ini kembali basah “ ucap Afkar sambil menunjukkan retakan keropeng yang masih mengeluarkan cairan plasma.
Karena tidak berhasil merayu Afkar, akhirnya Nara pasrah meski pun kedua bibirnya masih cemberut.
“ kalau sayang cemberut begini.... mas buat sayang teriak di bawah mas sekali lagi “ ucapan Afkar membuat Nara mengerutkan kulit hidung.
Afkar tersenyum melihat wajah Nara yang semakin menggemaskan, kedua pipi yang terlihat lebih chubby dari sebelumnya.
“ Lihat Lief sama Ines sudah siap di bawah “ ucap Afkar sambil memperlihatkan layar ponsel yang sedari tadi bergetar di saku celananya.
Memakaikan kaos kaki dan sepatu yang Afkar pesan secara khusus karena bila Nara terlalu lama berdiri atau kakinya menggantung akan membuat kakinya bengkak.
__ADS_1
Sampai di lokasi acara, keluar dari mobil Nara segera menyusupkan tangan kanannya ke lengan kiri Afkar. Afkar dapat mengenali para pengawal wanita yang memakai gaun pesta dan berbaur dengan para tamu undangan pesta yang lain, sementara para pengawal pria yang sebagian terlihat jelas berjaga-jaga dan sebagain terlihat berbaur dengan para tamu undangan seperti yang para pengawal wanita lakukan.
Ines mendekati Nara dan menyerahkan earpiece tanpa sepengetahuan Afkar, pelan-pelan Nara memasang earpiece di telinga kiri dengan tangan kirinya yang dapat dengan mudah dia selipkan di balik hijab.
“ madam.... if you hear my voice please give me a thumbs up (nyonya.... bila anda mendengar suara saya tolong acungkan ibu jari nyonya) “ Nara mengacungkan ibu jari tangan kirinya.
Ines tersenyum dan ikut mengacungkan ibu jari tangan kanannya memberi tanda pada rekan-rekannya bahwa nyonya mereka dapat dengan jelas mendengar suaranya.
Lief menunjukkan di mana meja Afkar dan Nara terlihat Erhan yang sedang berbincang-bincang dengan para relasi bisnisnya. Melihat kedatangan Afkar yang menggandeng cucu menantunya membuat Erhan tersenyum lebar dan dengan bangga Erhan mengatakaan bahwa sebentar lagi generasi ke enam Rosenkrantz akan memiliki anak kembar.
Afkar dan Nara menjabat tangan Erhan bergantian dan Nara mencium punggung tangan kanan Erhan, hal baru yang para relasi bisnis Erhan lihat. Untuk sesaat para relasi bisnis Erhan heran dengan apa yang Nara lakukan tapi setelah mengingat bahwa cucu menantu Erhan adalah orang Indonesia, mereka akhirnya sangat memakluminya.
Afkar dan Erhan mulai sibuk berbicang-bincang dengan para relasi bisnisnya bahkan Fredrik juga Holger ikut bergabung dengan mereka. Nara yang tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan hanya bisa memainkan ujung jas Afkar.
15 menit menunggu Afkar selesai berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya sungguh membuat kedua kaki Nara terutama tumit dan lutur menjadi sedikit nyeri. Sebelum duduk, Afkar memperkenalkan para wanita yang akan duduk satu meja dengannya.
“ sweetie... introduce.... this is Fredrik's wife, her name is Nina.... she's a lawyer.... and this.... Holger's fiancée.... Therese..... she's an ice skating athlete (sayang... kenalkan.... ini istri Fredrik namanya Nina.... dia seorang pengacara.... dan ini.... tunangannya Holger namanya Therese..... dia atlet ice skating) “ ucap Afkar memperkenalkan Nara pada istri Fredrik dan tunangan Holger.
Nara dengan senang menjabat tangan Nina dan Therese bergantian.
“ Nara “ ucap Nara sambil mengulurkan tangan pada Nina
__ADS_1
“ Nina “ ucap Nina dan langsung memeluk Nara.
“ how many weeks (sudah berapa minggu)? “ tanya Nina sambil membelai perut Nara yang sudah terlihat membesar.
“ sixteen weeks (16 minggu) “ ucap Nara sambil tangan kanannya memegang perut.
“ sorry..... I couldn't come to your party.... I had to take the bar exam (maaf..... dulu saya tidak bisa datang di pesta kalian.... aku harus mengikuti ujian pengacara) “ jelas Nina dan mengajak Nara ke kursi dimana Theres duduk.
“ hi.... nice to meet you...... I'm Nara (hai.... salam kenal saya Nara) “ ucap Nara dengan sedikit membungkukkan badan menjabat tangan Therese yang duduk di kursi roda.
“ hi.....I'm Therese....nice to meet you....in the end someone can defeat a polar bear (hai..... saya Therese.... senang mengenalmu.... pada akhirnya ada juga yang bisa menahklukan beruang kutub) “ ucap Therese sambil menjabat tangan Nara dan melihat Afkar yang sudah menatapnya dengan jengah.
Ketiga wanita itu mulai berbasa-basi tapi saat Nina dan Therese ingin tahu lebih bagaimana Nara menahklukkan hati Afkar, Afkar segera menariknya untuk duduk di kursi. Membuat Nina dan Therese tersenyum melihat sikap posesif beruang kutub.
Pesta perayaan berdirinya Rosenkrantz di mulai, pembawa acara mulai memperkenalkan satu persatu siapa saja para generasi Rosenkrantz yang menduduki posisi Chief of Marketing, Chief of Financial, Chief of Operation dan saat pembawa acara menyebutkan siapa Chief of Executive atau CEO mereka, dari belakang sudah ada seorang pembawa acara yang menyerahkan sebuah mic pada Afkar.
“ kanskje det er en setning eller to fra vår administrerende direktør, eller kanskje vi kan introdusere kvinnen som sitter ved siden av vår administrerende direktør..... fordi fra informasjonen jeg hørte at administrerende direktør Rosenkrantz denne gangen er en mann som har en personlighet som en isbjørn tegneserie karakter.... (mungkin ada satu dua kalimat dari CEO kita atau mungkin bisa memperkenalkan siapa wanita yang duduk di sebelah CEO kita..... karena dari informasi yang saya dapat bahwa CEO Rosenkrantz kali ini adalah pria yang berkepribadian seperti tokoh film kartun ice bear...) “ ucapan pembawa acara membuat Nara membelai paha kanan Afkar dan membuat Afkar sedikit mengulas senyum tipis.
Afkar menerima mic tersebut dan mulai memperkenalkan diri, meski pun banyak para relasi bisnis mau pun para jajaran managerial Rosenkrantz yang hadir di acara pesta pernikahan Afkar tapi tetap saja masih ada yang belum mengenal Afkar dan Nara, terutama para staff di bawah para manager. Afkar juga memperkenalkan siapa Nara, bahkan Fredrik membuat Afkar bercerita bagaimana menjatuhkan pilihan pada Nara. Karena Nara tidak mengerti bahasa Norsk tapi dengan bantuan Ines, Nara bisa mengerti apa yang mereka bicarakan. Ines menterjemahkan setiap kalimat yang mereka ucapkan.
“ så hva liker du med mas (jadi apa yang sayang suka dari mas)? “ pertanyaan Afkar membuat Nara tertunduk malu.
__ADS_1
Afkar tersenyum melihat respon Nara dan membelai kepala Nara yang tertutup rapi kain hitam.
“ min kone er for sjenert til å si det (istriku terlalu malu untuk mengatakannya) “ ucap Afkar membuat Nina dan Therese tersenyum tidak percaya.