
“ javex.... hvis du liker å glemme..... bør du skrive ned alle etasjene som har serverrom..... (javex.... kalau kau suka lupa..... lebih baik kamu catat semua lantai yang terdapat ruang servernya.....) “ suara Nara membuat starsiv dan dbuq mengeluarkan pena.
Ternyata starsiv dan dbuq juga ragu hendak menuju ke lantai berapa sehingga mereka menuju lobi untuk melihat papan informasi keberadaan ruang server. Nara sudah berada di lantai 41 tapi hanya mendapati lantai yang kosong tanpa barang apa pun.
“ kosong..... tidak ada barang apa pun di sini.... “ ucap Nara sambil mengedarkan pandangan dengan tangan kirinya yang masih menekan tombol pintu terbuka lift.
“ apa aku salah membaca lantai..... “ gumam Nara dan segera kembali masuk ke dalam lift dan menekan tombol lobby.
Lift untuk lantai 41 sampai lantai 60 dapat langsung menuju lobi tapi lift lantai 38 hanya bisa di akses dari lantai 15 hingga lantai 21.
Dengan perasaan gugup Nara menunggu pintu lift terbuka hingga lobi, Nara berdzikir semoga dia tidak memperlambat atau pun menghambat pergerakan timnya. Selama kurang lebih beberapa menit Nara berada di dalam lift sendiri dan begitu pintu lift terbuka, Nara segera melangkah keluar dan mencari papan informasi. Kedua matanya mencari tulisan lantai 41 seketika kedua matanya membulat sempurna.
“ benar lantai 41.... tapi kenapa kosong “ ucap Nara sambil melangkah menuju meja resepsionis.
“ excuse me..... I'm from D4rkC0d3 a participant in the Ruxcon competition.... why the server room on the 41st floor is empty..... (permisi..... saya dari D4rkC0d3 peserta kompetisi Ruxcon....ruang server di lantai 41 kenapa kosong.....)? “ tanya Nara sedikit bingung sambil memperlihatkan tanda pengenal yang dia kalungkan di leher.
__ADS_1
Seorang resepsionis pria berdiri dan menyerahkan selembar kertas pada Nara.
Nara menerima selembar kertas tersebut dan seketika menepuk dahinya pelan.
“ the server room on the 41st floor has been moved for over a month in the back building of the east and west wings (ruang server di lantai 41 sudah satu bulan lebih pindah di gedug belakang sayap timur dan barat) “ jelas petugas resepionis tersebut.
Melihat Nara yang sedikit bingung dengan penjelasan resepsionis membuat seorang petugas keamanan gedung mendekati Nara.
“ Mrs are you Ruxcon contest participant (nyonya peserta kompetis Ruxcon)? “ Nara menganggukan kepala menjawab pertanyaan petugas keamanan gedung.
“ please come with me..... we are the building security officers have a responsibility to show the second server room in Winston tower (silahkan ikut saya..... kami para petugas keamanan gedung mendapat tanggung jawab untuk menunjukkan ruang server yang kedua di Winston tower ini) “ ucap petugas keamanan gedung sambil melangkah menuju lobi belakang.
“ it's been more than a month the server room on the 41st floor has been vacated.... all the devices on the 41st floor have been replaced with new devices..... please (sudah satu bulan lebih ruang server lantai 41 di kosongkan.... semua perangkat di lantai 41 di ganti dengan perangkat yang baru..... silahkan) “ ucap petugas keamanan gedung sambil membuka pintu lobi Winston Tower gedung belakang.
Detak jantung Nara berdetak kencang karena ini di luar perkiraannya, Nara mulai berpikir bila ruang server berpindah tempat maka secara otomatis semua perangkat akan berbeda dengan perangkat di ruang server yang lama. Kedua tangan dan kaki Nara terasa dingin, petugas keamanan gedung meminta kartu akses Nara dan menyerahkan pada rekannya yang berjaga di Winston tower gedung belakang. Untuk beberapa detik Nara menunggu kartu aksesnya kembali dan saat menerima kembali kartu akses, ternyata yang menyerahkan adalah bukan petugas keamanan yang tadi mengantarnya.
__ADS_1
“ please madam.... there are two server rooms in this building.... one on the east side and one on the west side..... we have already opened your access card for those two server rooms (silahkan nyonya.... ruang server di gedung ini ada dua.... satu di sisi timur dan satu lagi di sisi barat..... kami sudah membuka kartu akses anda untuk dua ruang server tersebut) “ ucap petugas keamanan sambil menyerahkan kartu akses pada Nara.
“ thanks.... I'll try to the east side first (terima kasih.... saya coba ke sisi timur terlebih dahulu) “ ucap Nara sambil sedikit menganggukan kepala sebagai isyarat terima kasih.
Nara melangkah menuju sisi timur gedung sesuai petunjuk petugas keamanan tadi, berharap semoga pilihannya benar sehingga tidak perlu ke sisi barat.
Nara menempelkan kartu akses dan saat pintu ruang server terbuka, seketika Nara terkejut karena ruang server ini tidak seluas ruang server yang sebelumnya juga perangkatnya tidak terlalu banyak hanya belasan rak server dan masih terdapat ruang kosong yang di lantainya sudah di tanda alokasi rak. Ruang server ini tidak ada petugas IT Administrator karena IT Administratornya berada di Winston tower lantai 38.
“ semoga server yang aku cari ada disini “ gumam Nara dalam hati penuh harap.
Nara berkeliling mencari server yang sesuai dengan keterangan yang dia catat di selembar topologi, setiap kali kakinya melangkah maka mulutnya tidak berhenti berdzikir agar selalu mendapat kemudahan. Beberapa detik kemudian Nara tersenyum tipis karena mendapati rak server yang dia maksud.
“ Alhamdulillah ketemu.... “ ucap Nara pelan sambil meletakkan tas pungungnya ke lantai dan menyiapkan laptop juga peralatan yang lain.
Nara segera melakukan apa yang harus di lakukan seperti di ruang server yang sebelumnya, tapi kali ini ada 3 server yang harus dia hubungkan ke server pusat. Dan ternyata dua server yang lainnya berada tidak jauh dari server yang berada di depannya, kali ini Nara tidak hanya menghubungkan ketiga server di ruang ini ke server pusat saja tapi juga ke dua server di lantai 38 melalui subinterface atau virtual port.
__ADS_1
“ scaryrobot..... beklager at det tok lang tid... Jeg har koblet til de tre siste serverne mine... kan du kontrollere det. (scaryrobot..... maaf sedikit lama.... aku sudah menghubungkan tiga server terakhirku.... apa kau bisa mengontrolnya.)? “ suara Nara membuat Marius tersenyum tipis dan melihat bahwa tiga port sudah berstatus UP UP full dupleks.
Giliran Marius untuk melakukan sedikit penambahan script pada ketiga port tersebut, di saat Marius mengetik script tiba tiba pesan masuk dari Neptunia. Nara sengaja melakukan komunikasi melalui server agar rencananya tidak bisa di dengar oleh peserta lain yang berdekatan dengan Marius. Marius tersenyum tipis membaca pesan Nara.