
Dengan 2 anggota baru dbuq dan javex yang ternyata sangat menguasai peretasan perangkat keras membuat kakak beradik Yilmaz juga Nara menjadi semangat untuk mempelajari berbagai hal tentang peretasan perangkat keras. Meski pun di awal-awal mereka terlihat sangat kesulitan untuk membentuk kekompakkan tim karena dbuq mau pun javex ternyata tidak begitu menguasai bahasa Inggris, sehingga beberapa kali saat mereka berkomunikasi dengan Nara sering terjadi kesalahpahaman. Nara sendiri masih tidak terlalu percaya diri berbicara dengan bahasa Norsk yang membuatnya kesulitan memahami maksud dari ucapan dbuq mau pun javex.
Tapi pelan-pelan dengan bahasa campuran antara Nork Inggris dan isyarat, akhirnya mereka dapat berkomunikasi dengan baik. Barra sangat kagum dengan semangat dbuq dan javex yang berusaha keras berbagi ilmu tentang peretasan perangkat keras pada kakak beradik Yilamz juga Nara. Nanwei yang sesekali mengamati perkembangan latihan mereka terkadang di buat kagum dengan cara mereka berkomunikasi terutama dengan Nara. Afkar masih setia dengan menghabiskan jam istirahat makan siang dengan Nara, selalu mendapat cerita baru tantang apa saja yang sudah mereka pelajari bersama dan bahkan Nara mulai sedikit berbicara dengan bahasa Norks saat bersama Afkar. Meski pun terkadang pengucapan Nara sedikit terdengar aneh di telinga Afkar, tapi sebisa mungkin Afkar menahan senyum atau tawanya saat mendengar Nara berbicara dengan bahasa Norks. Dan biasanya sebelum membetulkan pengucapan Nara, Afkar akan sedikit mengulas senyum dan mencium kepala Nara.
“ aneh ya.... pengucapan Nara.... semoga saja saat kompetisi nanti kita tidak salah komunikasi. “ ucap Nara tertunduk.
“ tidak... tidak aneh..... sudah lebih baik dari pertama kali sayang berbicara Norsk “ ucap Afkar berusaha membuat Nara tetap percaya diri berbicara dengan bahasa Norsk.
Akhir pekan ini barang pertama yang Fajrin harus bawa mulai di lakukan serah terima, dan Afkar sengaja mengaja Nara.
“ sayang.... harus janji jangan mengucapkan kalimat yang tidak penting.... kita harus melakukan yang terbaik agar Fajrin bisa menikahi Divya “ ucap Afkar sambil mengenggam erat tangan kanan Nara.
Mereka melangkah masuk ke sebuah gedung kosong, di dalam gedung sudah ada beberapa orang termasuk Erhan dengan Ralf juga Lief yang akan mengurusi proses mengiriman barang ini ke Jakarta.
“ sir vær så snill.... her er nøklene og dokumentene for den første gjenstanden..... og dette er den andre gjenstanden..... den store herren bekrefter mengden gullbuller... når alt er inne bestill i dag lastefly vi vil fly alt dette til Jakarta... Jeg har allerede kontaktet Mr. Azkars assistent. (tuan silahkan.... ini kunci dan dokumen-dokumennya untuk barang yang pertama..... dan ini barang yang kedua..... tuan besar sedang memastikan jumlah emas batangan.... bila semua sudah beres hari ini pesawat kargo kita akan langsung menerbangkan semua ini ke Jakarta.... saya sudah menghubungi asisten tuan Azkar. ) “ ucap Lief sambil menyerahkan sebuah kotak berdimensi kurang lebih lebih 20 centimeter dengan ketebalan kurang lebih 8 centimeter.
Afkar membuka kota tersebut dan memperlihatkan pada Nara.
“ ini pasti barang pelangkah “ ucap Nara pelan membuat Afkar tersenyum.
Nara sudah mengetahui barang apa saja yang menjadi barang pelangkah di pernikahan Fajrin juga 26 kilo emas batangan sebagai mahar selain seperangkat alat sholat dan Al Qur'an.
__ADS_1
Nara masih mengamati benda di dalam kotak tersebut sambil memicingkan kedua matanua.
“ Heldigvis har kjærlighet kjøpt opp dette selskapet (untung saja.... mas sudah akusisi perusahaan ini) “ ucap Nara dalam bahasa Norsk yang masih terdengar aneh di telinga Lief.
Nara terlihat kesal melihat benda di dalam kotak yang Afkar pegang. Lief sedikit mengulas senyum mendengar ucapan Nara yang menurutnya terdengar aneh, Afkar melihat Lief sesaat dan menatap tajam Lief. Membuat Lief berusaha menahan senyum karena Nara masih berbicara dengan bahasa Norsk yang terdengar aneh di telinga Leif.
Seorang pengawal membuka sebuah kain yang menutupi sebuah benda yang menyerupai bentuk mobil, seketika kedua mata Nara membulat sempurna melihat mobil sport mewah berwarna putih.
“ det viser seg at det også finnes materialistiske rike mennesker (ternyata ada juga orang kaya yang materialistis..... ) “ ucap Nara pelan dengan nada kesal.
Meski pun pelan tetap saja Afkar bisa mendengarnya.
“ sayang..... “ ucap Afkar menegur Nara yang terlihat kesal.
Membuat Nara ingin mendekati Erhan.
“ mas.... Nara til bestefar først (mas.... Nara ke kakek dulu) “ ucap Nara sambil mengayunkan lengan Afkar.
Afkar melihat Erhan dan menganggukkan kepala memberi izin pada Nara.
Nara melangkah mendekati Erhan, Erhan yang melihat kedatangan Nara segera mengulurkan tangan kanannya. Nara meraih tangan kanan Erhan dan mencium punggung tangan kanan Erhan.
__ADS_1
“ mange (banyak sekali) “ ucap Nara sambil membuka salah satu kotak yang berisi 1 kilogram emas batangan.
Erhan tidak bisa menahan tawanya mendengar Nara berbicara bahasa Norsk, menurut Erhan terdengar sangat lucu.
“ hahahahaha...... dette er alderen til Fajrins fremtidige kone (hahahahaha...... ini sejumlah umur calon istri Fajrin) “ ucap Erhan sambil meraih satu kotak lagi dan membukanya.
Afkar yang sudah selesai melakukan pengecekan akhir melangkah mendekati Nara
“ Bestefar er helt sikker... familien deres vil bli sjokkert og kan ikke tro hva Farjin har brakt (kakek yakin.... keluarga mereka akan terkejut dan tidak percaya dengan apa yang Fajrin bawa) “ Afkar menganggukan kepala sependapat dengan Erhan.
Lief membantu ayahnya memastikan satu persatu fisik dari emas batangan juga kotaknya ada tidaknya yang cacat dan memeriksa dokumen-dokumen kelengkapan pembelian serta pengiriman barang ini ke Jakarta.
“ vær så snill herre.... (silahkan tuan.... ) “ ucap Lief sambil menyerahkan dokumen emas batangan pada Afkar.
Nara yang terlihat biasa saja dengan semua barang-barang ini membuat Afkar tergelitik untuk bertanya.
“ sayang ingin barang ini? “ tanya Afkar berbisik membuat Nara cemberut.
“ Nara vil bare mas Afkar... det er nytteløst å få alt dette hvis Nara ikke kan være mas (Nara hanya mau mas Afkar.... percuma dapat semua ini kalau Nara tidak bisa sama mas) “ ucapan Nara membuat Afkar, Erhan dan Ralf tertawa mendengarnya.
Lief yang ingin tertawa hanya bisa menahannya karena Afkar sudah menatapnya tajam.
__ADS_1
“ levering av dette og hint .... prøv i en levering .... forberede også åtte personer til å overvåke alt dette til det når Azkars hender .... ikke slipp vaktholdet ditt (pengiriman ini dan itu.... usahakan dalam satu pengiriman.... siapkan juga 8 orang untuk mengawasi semua ini hingga sampai di tangan bang Azkar.... jangan sampai lengah) “ perintah Afkar membuat Lief sigap dan segera menerima semua dokumen-dokumen barang-barang tersebut.
Di dalam otak Nara saat ini ingin sekali menyebutkan satu kalimat pada calon kakak ipar Fajrin yang menurutnya terkesan mempersulit Fajrin menghalalkan Divya.