
“ Jeg forstår hvorfor holdningen din har vært veldig mistenksom.... for noen dager siden fant livvakten min tante Siljes beliggenhet og brakte henne til bestefars slott...... kvinnen som arresterte tante Silje er tatt i varetekt (aku paham kenapa sikapmu selama ini sangat mencurigakan.... beberapa hari lalu pengawalku menemukan lokasi tante Silje dan membawanya ke castil kakek...... wanita yang menahan tante Silje sudah kami amankan) “ suara berbisik Afkar yang terkesan dingin membuat kedua mata Kalle menjadi sendu karena tidak menyangka bahwa Afkar tidak seegois yang kakaknya bilang.
“ hvis du ikke tror meg..... spør henne... kan du få kontakt med tante Silje (kalau kamu tidak percaya..... tanyakan pada dia... apa bisa menghubungkanmu dengan tante Silje) “ suara pelan Afkar semakin terasa dingin sedingin tatapan matanya pada sosok yang menodongkan senjata api di kepala Nada, karena Afkar berusaha menyakinkan Kalle.
Kalle terlihat masih ragu dengan ucapan Afkar, tapi salah seorang pengawal Afkar yang berdiri tak jauh di belakang sosok itu segera mengetahui keraguan Kalle. Dan segera mengeluarkan ponselnya menunjukkan sebuah video saat para pengawal Afkar membawa Silje ke castil Erhan bersama wanita yang menyanderanya. Meski pun jarak antara Kalle dan pengawal itu jauh tapi Kalle dapat mengenali dengan jelas bahwa apa yang pengawal itu perlihatkan adalah mamanya yang sedang berjalan dengan bantuan para pengawal Afkar.
“ Kalle hvorfor står du der....skal du ikke gi meg en varm klem som du pleier.....? vil du kjempe mot meg? Er du ikke redd for at jeg skal gjøre noe med den sta kvinnen? (Kalle kenapa kamu diam di situ.... apa kamu tidak akan memberiku pelukan hangat yang seperti biasanya kamu lakukan.....? apa kamu mau melawanku? Apa kamu tidak takut kalau aku akan melakukan sesuatu pada wanita keras kepala itu? ) “ suara sosok itu mulai emosi dengan sikap Kalle yang tidak menurut padanya.
Kalle tersenyum lega melihat bahwa Ibunya sudah diselamatkan oleh para pengawal Afkar.
“ la meg snakke med mamma (biarkan aku bicara dengan mama) “ ucap Kalle berusaha menutupi rasa leganya.
“ Du kan besøke den etter at jeg er ferdig med alt dette (kamu bisa mengunjunginya setelah aku selesaikan semua ini) “ ucap sosok itu dengan yakin.
Di saat Kalle berusaha agar sosok itu menghubungkan dirinya dengan Silje, seorang pengawal entah siapa yang memerintahkannya membawa seorang wanita yang sangat Kalle kenal. Melihat wanita tersebut dengan tampang berantakan membuat Kalle menjadi yakin dengan ucapan Afkar. Erhan yang sedari tadi memilih diam karena menunggu beberapa dokumen dari seorang pengawalnya, tiba-tiba berdiri dari kursi dan melangkah mendekati Afkar.
__ADS_1
“ hva vil du (apa yang kamu inginkan)? “ suara berat Erhan membuat para semua tamu undangan yang tersisa memandangnya.
Sosok itu tersenyum sinis melihat Erhan yang berjalan dengan bantuan tongkat.
“ gammel fis..... endelig dukket du opp.... er det på grunn av denne kvinnen du våget å snakke med meg.....? eller fordi..... dette? (tua bangka..... akhirnya kamu muncul juga.... apa karena wanita ini yang membuatmu berani berbicara padaku.....? atau karena..... ini?) “ ucap sosok itu sambil memindahkan pucuk senjata api yang mengarah di kepala Nara ke perut buncit Nara.
Seketika kedua mata Nara terlihat jelas sangat takut dan mulai berkaca-kaca, Afkar berusaha keras menutupi rasa panik dan gelisah dengan menatap dingin sosok itu. Rahang bawah Afkar mengeras, kedua tangan Afkar mengepal kuat hingga ujung jari-jarinya memerah karena darah yang tertahan. Lief yang berhasil membuat kepala pengawal Nara menceritakan apa yang Nara rencanakan segera menggunakan earpiece agar bisa berkomunikasi dengan Nara.
“ madam.... don't be afraid.... madam must calm down.... soon we will immobilize him (nyonya.... jangan takut.... nyonya harus tenang.... sebentar lagi kami akan melumpuhkan dia) “ suara Lief yang Nara dengar seketika membuat Nara mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.
Begitu juga dengan Ines, Nara melirik Ines begitu juga sebaliknya. Mereka seperti berbicara dengan mata, Afkar melihat jelas perubahan di kedua mata Nara. Seseorang dari belakang menyentuh tangan kiri Afkar dan menyerahkan earpiece.
Afkar melihat apa yang dua pengawalnya perlihatkan di belakang sosok itu, segera memikirkan sesuatu untuk mengalihkan pucuk senjata api dari perut Nara.
“ vil du ha de ti prosentene som onkel Oswinn har solgt? Vil du dele det med kvinnen din? (apa kamu menginginkan 10% saham yang sudah di jual paman Oswinn? Apa kamu akan membaginya dengan wanitamu?) “ suara dingin dan emosi yang tertahan Afkar mencoba mencari tahu apa keinginan sosok itu.
__ADS_1
Sosok itu tersenyum sinis membuat Erhan jengkel dan tidak bisa menyimpan lagi kebenaran yang selama ini dia simpan rapat-rapat karena permintaan Oswinn.
“ alle vi her eier ikke den ti prosentandelen du ønsker (kami semua yang disini bukan pemilik 10% saham yang kamu inginkan itu) “ ucapan Erhan tidak begitu saja di percaya sosok itu.
“ løgner.... du har løyet for meg hele denne tiden, kanskje til og med alle du har løyet for..... Jeg vil bare ha det som er rettmessig mitt (pembohong.... kau selama ini sudah membohongiku bahkan mungkin juga semua orang sudah engkau bohongi..... aku hanya ingin apa yang menjadi hak milikku) “ emosi sosok itu mulai terpancing.
Dengan wajah dingin dan rahang bawah yang mengeras Afkar terlihat serius seperti mencoba memahami apa yang dia dengar dari earpiece.
“ aksjen er ikke din rett og vil aldri være din for alltid (saham itu bukan hak kamu dan tidak akan pernah menjadi milikmu sampai kapan pun) “ ucap Erhan yang masih menahan sesuatu untuk tidak dia buka di muka umum.
“ å bli eldre... gjør deg ikke klokere..... hvis jeg ikke kan ha de 10 %... tar jeg over Rosenkrantz..... det passer ikke for en etterkommer av tyrkiske immigranter å være administrerende direktør i Rosenkrantz (semakin tua.... tidak menjadikanmu semakin bijaksana..... kalau aku tidak bisa memiliki 10% itu.... aku akan mengambil alih Rosenkrantz..... tidak pantas keturunan imigran Turki menjadi CEO Rosenkrantz) “ ucap sosok itu mulai berapi-api.
Nara yang semakin ketakutan karena ujung senjata api semakin menekan perutnya, membuatnya berusaha lebih lama lagi untuk tidak buang air kecil dalam penyanderaan ini.
“ du kan aldri bli administrerende direktør i Rosenkrantz... aldri kan. (kamu tidak akan pernah bisa menjadi CEO Rosenkrantz.... tidak akan bisa.....) “ suara keras Erhan membuat suasana semakin tegang.
__ADS_1
Ralf berusaha menenangkan emosi Erhan jangan sampai jantung Erhan bermasalah hanya karena masalah ini.
Afkar meski pun terlihat jelas sangat panik dan frustrasi karena Nara berada di bawah todongan senjata api, tapi sebisa mungkin Afkar menutupi rasa itu dengan aura dingin dan tatapan mata dingin karena Afkar ingin membuat sosok itu mengakui semua yang sudah dia lakukan pada Rosenkrantz termasuk pada Nina juga Therese.