NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 136 SECUREBUG FINAL (1)


__ADS_3

Mendapatkan jeda 30 menit, cukup membuat Nara mengisi lambungnya yang terasa lapar. Afkar menyuapi dengan memasukkan tangan kanannya di balik niqab Nara, yang terkadang membuat ujung jari tangan kanannya tergigit oleh Nara.


“ nakal..... sudah berani menggigit jari.... “ ucap Afkar dan membuat Nara memeluk erat tubuh Afkar.


“ harum.... “ ucap Nara sambil menghirup dalam-dalam bau tubuh Afkar.


“ 10 menit lagi online..... masih saja sempat saling merayu “ mendengar ucapan Barra, Nara semakin erat memeluk Afkar.


“ otak kalau isinya hanya 2 hal ya..... seperti ini.... bahasa pemprograman dan Afkar “ ucap Barra sambil mendorong pelan kepala Nara hingga menekan dada Afkar.


Nara mengerutkan kulit hidungnya mendengar ucapan Barra, Afkar menatap tajam Barra karena mendorong pelan kepala Nara.


“ three minutes online (3 menit lagi online) “ ucap Barra keras membuat Afkar membelai dan menghujani kepala Nara dengan ciuman.


Di babak final ini mereka mendapatkan waktu 2 jam 20 menit untuk menyelesaikan 2 tantangan, lebih lama 20 menit di antara 15 tim yang masuk ke final.


“ use a headset and sound frequency analysis app (pakai headset dan aplikasi analisa frekuensi suara) “ ucap Marius sambil mengenakan headset.


Tepat di menit pertama babak final ketiga layar komputer menampilkan sebuah grafik gelombang suara, mereka serius mendengarkan selama 10 menit tanpa mengetik apa pun.


Di babak final tantangan pertama mereka harus menemukan Flag dengan hanya mendengarkan sebuah percakapan singkat dan suara selama 10 menit.


Marius menunggu Nara mengatakan sesuatu.


“ what language do they speak (mereka bicara pakai bahasa apa)? “ pertanyan Nara membuat Marius dan Morten sadar dan menepuk dahi, baru sadae bahwa Nara tidak mengerti bahasa swedia.


“ wait there must be a script what they said (tunggu pasti ada naskah apa yang mereka katakan) “ ucap Marius dan membuat Morten ikut mencari naskah percakapan yang mereka dengarkan.


“ look the manus.cy file (lihat file manus.cy) “ ucap Morten agar Nara segera mencari nama file tersebut.

__ADS_1


Nara segera mencari nama file tersebut dan membukanya, terlihat naskah percakapan yang mereka dengar.


“ What language is this conversation text in (naskah percakapan ini menggunakan bahasa apa)? “ tanya Nara sekali lagi karena dia tidak paham setiap kata yang dia lihat.


“ this is an encrypted conversation text.... it's not swedish (ini naskah percakapan yang sudah di enkripsi.... ini bukan bahasa swedia) “ ucap Marius.


“oooo... then let's just decrypt this text (oooo... kalau begitu kita dekrip saja naskah ini) “ ucap Nara yakin.


Marius membagi tugas pada Morten untuk mendekrip 5 kalimat pertama yang mereka dengar, sedangkan dirinya 5 kalimat kedua yang mereka dengar sedangkan Nara menunggu hasil dekrip mereka berdua. Setelah menunggu kurang lebih 6 menit, Nara mendapatkan hasil dekrip dari kakak beradik Yilmaz.


“ it turns out that this conversation text uses the same encryption code, and this has to be decrypted several times to find the secret message in the conversation earlier (ternyata naskah percakapan ini menggunakan kode enkripsi yang sama, dan ini harus beberapa kali dekrip untuk menemukan pesan rahasia di percakapan tadi) “ ucapan Nara membuat kakak beradik Yilmaz menatapnya dengan heran.


“ Is that so... this conversation is still written in the form of a series of numbers (begitukah... percakapan ini masih tertulis dalam bentuk deretan angka) “ ucap Marius membuat Morten menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


“ they use chipset feedback method.... and simple plaintext to transmit this also on each side there is a special code of ciphertext which generates the XOR math operation (mereka menggunakan metode chipset feedback.... dan plaintext sederhana untuk mengirimkan ini juga di setiap sisi ada kode khusus dari ciphertext yang menghasilkan operasi matematika XOR) “ Morten menggaruk kepala dengan kedua tangannya membuat rambutnya menjadi berantakan.


“ what should we do now (apa yang harus kita lakukan sekarang)? “ tanya Morten pasrah.


Setelah hasil dari dekrip yang Marius lakukan terlihat di layar komputer mereka berupa beberapa barisan angka dan huruf, Nara mengamati dengan serius hasil dekrip yang Marius lakukan.


“ decrypt again with 16 bytes as key and 32 bytes ciphertext as XOR (dekrip sekali lagi dengan 16 byte sebagai kunci dan cipheteks 32 byte sebagai XOR) “ ucap Nara sambil menunjuk beberapa huruf yang mulai terlihat sebagai bagian dari flag.


Kali ini Morten yang melakukan dekrip, tepat di menit ke 32 kembali layar komputer mereka berubah menampilkan barisan angka dan huruf.


“ this is the flag (ini flagnya) “ ucap Nara sambil menunjuk deretan huruf dan angka yang bila di rangkai membentuk sebuah kalimat.


“ do not share key and ivs....? “ ucap Marius heran.


“ right (benar) “ ucap Nara dan Marius segera melaporkan flag yang mereka temukan.

__ADS_1


Setelah melaporkan Flag tersebut, mereka berharap-harap cemas karena menunggu tampilan layar komputer mereka untuk berubah. Para manager dan pemain yang melihat aksi mereka menjadi ikut tegang dan gugup. Tepat di menit ke 4, tampilan layar komputer mereka berubah.


“ Alhamdulillah.... akhirnya tantangan terakhir “ gumam Nara lega dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


4 menit yang terasa lama dan sangat menegangkan bagi semua orang tak terkecuali Nara.


Nara mengusap kedua matanya yang mulai terasa pedih dan berat.


“ akhirnya yang terakhir.... mataku sudah pedih “ gumam Nara sekali lagi dengan bahasa yang hanya di mengerti oleh Afkar dan Barra.


Afkar terlihat jelas sangat kuatir bila di tengah-tengah tantangan kedua mata Nara akan terpejam.


“ bertahan sayang.... pasti bisa...” gumam Afkar dalam hati mencoba menguatkan dirinya dan berharap Nara mengetahui rasa kuatir Afkar.


hari sudah menjelang malam para manager juga para pemain yang sudah menyelesaikan jadwal hari ini segera berkumpul melihat aksi D4rkC0d3, mereka membuat ruang tengah lantai 2 semakin ramai.


Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu juga tegang terlihat jelas di wajah mereka. Lief yang selalu bolak balik markas Shield gedung Rosenkrantz, kali ini memilih duduk tepat di belakang Afkar.


“ Lief ... du kan gå tilbake først (Lief... kamu bisa kembali dulu) “ perintah Afkar tapi Lief mengabaikannya.


“ takk sir .... men jeg vil se fru vinne denne konkurransen (terima kasih tuan.... tapi saya ingin melihat nyonya memenangkan kompetisi ini) “ ucap Lief yang terlihat serius menatap sebuah layar lebar yang menampilkan apa yang terlihat di layar komputer Nara.


Para pemain dan manager yang baru datang melihat komperisi D4rkC0d3 saling berbisik.


“ hvor mange poeng er de nå (berapa poin mereka sekarang)? “ tanya seorang pemain yang baru saja duduk melihat kompetisi D4rkC0d3.


“ før finalen var det mer enn 7600 .... nå den siste utfordringen (sebelum final sudah 7600 an lebih.... sekarang tantangan terakhir) “ jawab seorang pemain yang duduk di sebelahnya.


“ kom igjen .... gravide hold ut .... du klarer det (ayo.... ibu hamil bertahanlah.... kalian pasti bisa) “ suara keras stamparm mencoba memberi semangat Nara meski pun D4rkC0d3 tidak dapat mendengar suara dari luar.

__ADS_1


Mendengar ucapan stamparm, para manager dan para pemain bertepuk tangan. Meski pun D4rkC0d3 tidak dapat mendengar suara dari luar tapi mereka bisa melihat gerakan tepuk tangan para manager dan para pemain yang melihat mereka. Afkar tersenyum tipis mendengar ucapan stamparm.


__ADS_2