NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 26 UJI COBA


__ADS_3

Seperti perkiraan Nara hanya dalam semalam Ubet sudah selesai memperbaiki program game buatannya, dan pagi ini Ubet sudah menghadap Zehed bahwa game buatannya siap untuk di uji. Afkar yang masih menemani Nara makan pagi terkejut mendapatkan telepon dari Zehed terkait Ubet.


“sayang makannya pelan-pelan..... mas tunggu" ucap Afkar untuk yang kesekian kali mengingatkan Nara dan juga kesekian kalinya Afkar membersihkan bibir Nara oleh sisa makanan yang tak ikut masuk ke mulut.


Nara hanya tersenyum mendengar suara Afkar, tepat pukul sembilan Nara dan Afkar pergi ke kantor Kant Software dengan Zehed yang sudah menunggu di lobi hotel. Sampai di lobi Kant Software, mereka segera ke ruang kerja Afkar.


“sayang pakai laptop ini, pakai ini untuk akses internet dan jangan menggunakan nama Neptunia.”ucapan tegas Afkar membuat Nara mengingat saat pertama kali Afkar menyuruhnya berhenti menangis saat di Bandung.


Afkar menuju ruang rapat yang sudah ada Ubet beserta timnya, Ubet dan timnya mulai sibuk mempersiapkan game yang akan mereka uji coba. Menunjukkannya pada Afkar juga Zehed.


“Bu oyunu oynarsan hiçbir şeye aldırma. Ve bu oyunun her detayına dikkat ediyorsun, en ufak bir hatayı kaçırmana izin verme (kamu mainkan game ini jangan hiraukan apa pun. Dan kalian perhatikan setiap detail dari game ini, jangan sampai kalian melewatkan kesalahan sekecil apa pun).” Ucapan tegas Afkar membuat Zehed yang hendak menguji game itu menjadi tegang dan gugup begitu juga dengan tim Ubet.


Sementara Nara mempersiapkan diri dengan mencoba masuk ke jaringan intranet Kant Software menggunakan nama jaringan pemberian Afkar, pada awalnya Nara kesulitan menembus beberapa sistem firewall atau sistem keamanan jaringan Kant Software tapi dengan sedikit memaksa menggunakan beberapa worm dan agresif bugs akhirnya Nara berhasil masuk ke dalam sistem internet Kant Software tanpa memicu alarm peringatan bahwa sistem mereka sudah di tembus oleh seseorang.


Setelah masuk ke jaringan intranet Kant Software, Nara mengurung worm dan agresif bugs dalam sebuah direktori yang ter-enkrip dengan algorithma Gost model Stream. Nara mencari-cari alamat internet protokol dari laptop yang Zehed pakai untuk menguji game Escape Room.


“mas..... ini yang bangun sistem keamanan jaringan Kant Software mas Afkar?” tanya Nara pada Afkar yang terhubung lewat earphone masing-masing.

__ADS_1


Afkar hanya tersenyum mendengarkan pertanyaan Nara karena memang untuk sistem keamanan Kant Software, Afkar sendiri yang mengatur.


“kalau mas yang membangun sistem ini.... pasti ada yang terlewatkan..... mmmmm..... yang ini..... bukan..... ini...... juga bukan..... hanya satu yang belum Nara lihat..... pasti.... ini" ucap Nara menebak celah untuk mengakses laptop yang Zehed pakai untuk menguji game.


Afkar menutup mulutnya agar gerak bibirnya tidak terbaca oleh Ubet dan yang lain.


“sayang..... jangan bercanda.... cepat masuk ke sistem game..... Zehed sudah level sepuluh.... dia sudah mendapatkan dua puluh Shappire sepuluh Ruby..... sebentar lagi dia naik level sebelas" bisik Afkar pelan membuat Nara yang berada di ruangan kerja Afkar tersenyum kecil.


jari-jemari Nara sibuk mengetik sesuatu di keyboard sesaat kemudian berhenti, Nara sedang memikirkan sebuah ide untuk menghentikan aksi Zehed. Tapi saat hendak menekan tombol enter tiba-tiba Nara melihat beberapa baris script yang menurutnya menarik.


“sebentar mas.... kalau tidak salah sekarang Zehed masih di level satu point sepuluh dan itu berarti dia butuh sembilan belas level lagi untuk naik ke level dua point satu..... dan dia butuh dua puluh sembilan poudretteite.... sedangkan satu poudretteite membutuhkan dua puluh sembilan Shappire dan dua puluh sembilan Ruby........ game ini tingkat levelnya rumit sekali bagi Nara..... tapi kalau Nara tekan ini..... apa ada perubahan di tampilan game saat ini ? “ tanya Nara sambil memahami script yang baru saja dia temukan.


“Kontrol edemiyorum....neye bassam ve hareket ettirmeye çalışsam etki etmiyor (aku tidak dapat mengendalikannya.... apa pun yang aku tekan dan coba gerakkan tidak ada pengaruhnya....)” ucap Zehed sambil menunjuk layar laptop dengan tangan kirinya.


Ubet terlihat sangat panik dan berpikir keras apa yang terjadi pada game buatannya, satu persatu tim-nya mendekat untuk melihat layar laptop. Afkar berdiri pelan dari tempat duduknya dan melangkah beberapa langkah untuk menjaga jarak pada Ubet dan yang lainnya.


“sayang...... apa yang sayang lakukan..... Zehed tidak bisa mengendalikan joystiknya...” bisik Afkar pelan agar tidak terdengar oleh yang lainnya.

__ADS_1


“oooo..... jadi kalau ini Nara hilangkan pengaruhnya pada kontrol joystik...... baiklah Nara kembalikan lagi...” ucap Nara sambil menekan tombol enter.


Seketika Zehed bisa kembali mengendalikan tokohnya dengan Joystik, tapi wajah Zehed menjadi kecewa karena dia sudah kehilangan beberapa batu mulia yang sudah dia kumpulkan setiap kali berhasil melumpuhkan semua lawan di setiap level. Ubet dengan wajah serius dan terlihat tegang berusaha keras memikirkan beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada scriptnya.


“mas..... kalau sekarang bagaimana?” pertanyaan Nara membuat Afkar berusaha melihat layar laptop dan melihat raut wajah Ubet bergantian.


“sayang...... apa yang kamu lakukan? Permainan Zehed jadi melompat ke level empat point dua puluh tapi batu mulianya tidak ada perubahan sama sekali hanya ada penambahan batu mulia di depan angka empat..... sebentar apa nama batu mulia ini....” Afkar berbicara dengan berbisik sambil memicingkan kedua matanya untuk membaca nama batu mulia yang berada di depan angka empat.


“Red Beryl......” ucapan Afkar yang tidak berbisik seketika membuat Ubet melihatnya juga ayang lainnya.


“pardon efendim..... bir şey mi dediniz (maaf pak..... apa anda mengucapkan sesuatu)?” tanya Ubet pelan dan memberanikan diri.


“kırmızı beril dört rakamının önündeki değerli taşın adının geçtiği doğru mu (Red Beryl...... apa betul itu nama batu mulia yang di depan angka empat)?” pertanyaan Afkar mendapat anggukan dari Ubet.


“daha önceki seviye bir nokta on değerli taşlar, poudretteite ve seviye dört nokta yirmi Kırmızı Beril, sekizinci seviyede mavi elmas gibi görünen değerli taşlar (tadi level satu point sepuluh batu mulia yang muncul poudretteite dan level empat point dua puluh Red Beryl apa di level delapan akan muncul batu mulia blue diamond)?” ucap Afkar sambil melihat kedua mata Ubet yang terlihat jelas seperti sedang bertanya-tanya.


“bagaimana big bos..... bisa menebak nama batu mulia di level delapan..... apa beliau tahu urutan batu mulia termahal di dunia?” gumam Ubet dalam hati masih memberanikan diri melihat afkar.

__ADS_1


“bu doğru..... o zaman seviye sekiz nokta yirmi dokuz en yüksek ve en zor seviye... o seviyeyi bitirdin mi yoksa henüz o seviyeye ulaşmadın mı (ternyata benar..... kalau begitu level delapan point dua puluh sembilan adalah level tertinggi dan tersulit..... apa kamu sudah menyelesaikan level itu atau kamu belum sampai di level itu)?” pertanyaan Afkar membuat tubuh Ubet menegang serasa dingin.


__ADS_2