NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 126 TERKEJUT


__ADS_3

“ Assalamu'allaikum Amma, Nara er gravid igjen ... og tvillinger igjen (Assalamu'allaikum Amma, Nara hamil lagi... dan kembar lagi) “ ucap Afkar dan cukup membuat Freya teriak bahagia, membuat Afkar sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.


Entah apa yang di ucapkan Freya dan Selo tapi cukup membuat Afkar terdiam dan hanya mengucap kata ‘ Ja ‘ dan ‘ god ‘. Beberapa menit kemudian Afkar menutup ponselnya dan bernafas lega.


“ Amma marah sama mas? “ Afkar tersenyum mendengar pertanyaan Nara.


“ tidak.... Amma bahagia sekali nanti saat usia kehamilan sayang masuk 8 bulan, Amma dan Abba kembali ke Oslo. “ ucap Afkar sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


Beberapa menit kemudian Zarya datang dengan membawa satu kantung kertas berisi beberapa vitamin ibu hamil untuk Nara dan menyerahkan pada Afkar.


“ thanks (terima kasih) “ ucap Nara membuat Zarya tersenyum.


Afkar melangkah menuju lift dan melambaikan tangan sebagai ucapan terima kasih pada Zarya.


“ GUN, ikke få svigerinnen min til å gråte igjen (GUN, jangan kau buat adik iparku menangis lagi) “ suara keras Zarya membuat Afkar menghentikan langkahnya dan melihat Zarya dengan tajam.


Sebelum mendengar suara Afkar, Zarya segera melangkah lebar menghilang dari pandangan Afkar.


“ mas... liftnya sudah terbuka. “ ucap Nara sambil menarik lengan kiri Afkar untuk masuk ke dalam Lift.


Lief ikut masuk dan menghalangi para staff management yang ingin ikut masuk ke dalam lift.


“ sepertinya ada yang harus Nara cari tahu sendiri setelah ini “ ucap Nara menyindir Afkar.


Afkar tersenyum dan memeluk Nara, Afkar paham dengan ucapan Nara.


“ Lief .... beholder du familie- og bedrifts slektsforskningsfiler (Lief.... apa kamu menyimpan file silsilah keluarga dan perusahan)? “ pertanyaan Afkar membuat Lief menganggukan kepala sekali.


“ send til telefonen min (kirim ke ponselku) “ Lief segera mengeluarkan ponselnya dan mengirim apa yang Afkar minta.


Nara merasakan ada sesuatu yang bergetar di saku celana Afkar, dan Afkar segera mengeluarkan ponselnya serta menunjukkan pada Nara.

__ADS_1


“ apa ini? “ ucap Nara saat melihat layar ponsel Afkar.


“ silsilah keluarga besar Rosenkrantz “ ucap Afkar santai.


Tapi tidak dengan Nara yang terlihat jelas tidak mengerti.


“ Nara tidak mengerti bahasanya “ ucap Nara cemberut.


Afkar tersenyum gemas melihat respon Nara dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Sampai di lobi para staff managemen rumah sakit sudah berjajar di sepanjang pintu lift hingga pintu lobi. Nara terkejut melihat pemandangan ini.


“ mas... ada apa ini? “ tanya Nara heran dan semakin mengeratkan genggaman tangannya di lengan kiri Afkar.


Afkar hanya menepuk kedua punggung tangan Nara yang tepat berada di lengan atas Afkar. Mereka memberi hormat pada Afkar dengan sedikit membungkukkan badan membuat Lief tidak bisa berkutik dan pasrah bila nanti Afkar akan memarahinya. Di dalam mobil sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke apartement, Nara menatap Afkar penuh dengan pertanyaan. Sedangkan Afkar masih diam dan membuat suasana di dalam mobil menjadi dingin. Lief semakin merinding. Sampai di lobi apartement Nara segera turun meninggalkan Afkar, Afkar menarik nafas panjang melihat sikap Nara.


“ kom hjem Lief (pulanglah Lief) “ ucap Afkar singkat saat melihat Lief hendak mengikutinya.


Nara sudah berada di depan Lift menatap Afkar dengan cemberut, Afkar tersenyum gemas melihat sikap Nara yang kembali kekanak-kanakan. Meraih tubuh Nara dan mengajaknya masuk ke dalam lift.


“ nanti mas ceritakan semua “ ucap Afkar yang sudah mendekap tubuh Nara dengan erat.


“ sayang..... jangan seperti ini... setelah ini mas akan jelaskan semua “ suara keras Afkar membuat Nara membuka sedikit pintu kamar mandi.


Karena pertahanan tangan Nara tidak sekuat dorongan tangan Afkar, sehingga Afkar dapat dengan mudah menerobos masuk ke kamar mandi dan melihat pemandangan yang sangat menggoda. Dengan bujuk rayu juga tangan jahil Afkar, akhirnya Nara pasrah saat Afkar meminta haknya. Kegiatan membersihkan diri menjadi semakin lama karena Afkar meminta haknya.


Setelah kurang lebih selama 30 menit, akhirnya mereka keluar tapi hanya Nara yang mengenakan bathrobe sedangkan Afkar hanya mengenakan handuk kecil yang melilit di antara perut dan paha. Meski pun Nara masih kesal tapi apa yang sudah Afkar lakukan cukup membuat Nara malu. Afkar memeluk Nara dari belakang dan membelai perut Nara yang masih polos.


“ I love you “ ucap Afkar sambil mencium puncak kepala Nara.


Nara membalikkan badan dan dengan jari telunjuknya menyentuh dagu Afkar.


“ jadi kapan mas mau cerita? “ pertanyaan Nara yang terkesan sangat ingin tahu membuat Afkar tertawa dan memeluk erat Nara.

__ADS_1


“ sayang mau makan malam apa? “ Nara cemberut mendengar ucapan Afkar karena Afkar masih saja berkelit.


“ makan mas Afkar “ ucap Nara jengkel.


Afkar tertawa mendengar jawaban Nara dan semakin mengeratkan pelukkannya.


“ mas janji setelah makan malam mas akan ceritakan semua.... “ ucap Afkar dan mencium puncak kepala Nara.


“ baiklah.... kalau begitu Nara ingin makan soto betawi.... “ Afkar menepuk dahinya mendengar jawaban Nara.


“ kenapa? Tidak boleh? “ tanya Nara kesal.


“ boleh.... tapi bagaimana mas bisa dapat soto betawi kalau sudah jam segini? “ ucap Afkar sambil menatap kedua mata Nara.


“ di restauran yang tadi pagi..... menu makan malamnya soto betawi “ ucap Nara sambil mengedipkan kedua kelopak matanya dengan genit.


“ hahahahahahaha...... sayang ingat apa saja menu hari ini di restauran Destin? “ tanya Afkar meragukan daya ingat Nara.


“ ingat.... malam ini menunya soto betawi, sayur babanci dan laksa betawi. “ ucap Nara dengan yakin.


Afkar tidak percaya dengan apa yang Nara ucapkan dan segera meraih ponselnya yang berada di atas meja dekat sofa untuk menghubungi Destin menanyakan menu makan malam di restaurannya. Seketika kedua mata Afkar membulat sempurna menatap Nara.


“ sayang.... besok pagi mau makan apa? “ suara keras Afkar membuat Nara segera memakai pakaian santai.


“ hmmm.... nasi campur lauk ayam panggang dan telur bumbu rujak “ suara keras Nara menyebutkan menu yang dia mau membuat Afkar sekali lagi terkejut karena Destin dengan jelas mengatakan bahwa apa yang Nara sebut adalah menu makan pagi di restauran mereka untuk besok pagi.


Sebelum menutup sambungan teleponnya, Afkar berpesan agar besok pagi menyiapkan menu makan pagi seperti yang Nara sebut karena sejak besok mereka akan makan pagi di restauran Destin.


Afkar mendekati Nara dan memeluknya erat.


“ ternyata otak istriku mampu menyimpan setiap kata dengan cepat.... lebih cepat dari AMD Ryzen 9 3900X “ puji Afkar membuat Nara melepas pelukkan Afkar.

__ADS_1


“ memangnya otak Nara chipset prosessor.... “ ucap Nara sambil melangkah keluar kamar.


Afkar segera berganti pakaian dan mengikuti Nara keluar kamar, mereka menunggu makan malam yang sudah Afkar pesan dari restauran Destin.


__ADS_2