
Afkar melangkah menuju unit yang menjadi tempat tinggal para pengawalnya.
“ som gikk med på min kones plan (siapa yang menyetujui rencana istriku)? “ suara tegas dan dingin Afkar membuat kepala pengawal segera menghadap Afkar.
Lief menarik sebuah sofa untuk Afkar duduk, tapi Afkar belum berniat untuk duduk.
“ beklager sir..... Jeg har prøvd hardt å avslå fruens forespørsel .... men fruen fortsetter å tvinge meg .... Jeg blir maktesløs til å avslå det .... Jeg vet at fruens plan har mange smutthull, men fruen insisterer på det den planen selv om jeg ikke hjelper frue....fru gjør det selv..... (maaf tuan..... saya sudah berusaha keras menolak permintaan nyonya.... tapi nyonya terus memaksa saya....... saya menjadi tidak kuasa untuk menolaknya.... saya tahu rencana nyonya ada banyak celahnya tapi nyonya bersikeras melakukan rencana itu bahkan bila saya tidak membantu nyonya.... nyonya akan melakukannya sendiri..... ) “ ucap kepala pengawal yang berusaha meyakinkan Afkar.
Kepala pengawal mulai menceritakan semua rencana Nara yang menurutnya banyak sekali celah keamanan yang memberi kesepatan bagi Gustaf, yang pada akhirnya kepala pengawal memutuskan untuk menghubungi salah seorang penyidik yang dia kenal dan ternyata penyidik itu juga sedang menyelidiki kasus penggelapan uang dan pajak yang di lakukan oleh Gustaf tapi selama ini penyidik itu belum menemukan bukti kuat untuk membawanya ke pengadilan. Tentu saja penyidik itu mau bekerja sama dengan kepala pengawal Nara karena kepala pengawal itu memperlihatkan wajah Gustaf yang telah melukai tangan Nara.
“ så det er historien.... fortalte du meg også hvem min kone egentlig er? (jadi begitu ceritanya.... apa kamu juga menceritakan siapa istriku sebenarnya?) “ tanya Afkar mulai memahami bahwa cerita Nara dan pengakuan Ines juga kepala pengawal adalah jujur tidak ada yang mereka tutupi.
“ nei sir.... Jeg sier bare at frue er mesterens kone... ikke noe mer enn det (tidak tuan.... saya hanya mengatakan bawah nyonya adalah istri tuan... tidak lebih dari itu) “ Afkar menganggukan kepala mendengar pengakuan kepala pengawal.
“ Lief... hvor tok etterforskeren Gustaf med (Lief.... kemana penyidik itu membawa Gustaf)? “ tanya Afkar dengan suara dingin dan tegas.
__ADS_1
Lief segera membisikkan sesuatu pada Afkar, Afkat tersenyum tipis mendengar informasi Lief. Senyum yang membuat 4 pengawal Nara merinding.
“ dere fire... hele denne tiden vet dere hva min kone går gjennom... vil dere ikke betale henne tilbake (kalian berempat.... selama ini tahu apa yang istriku alami.... apa kalian tidak ingin membalasnya)? “ suara dingin dan senyum tipis yang mematikan membuat ke empat pengawal Nara menjadi merinding memikirkan sesuatu.
Tanpa menunggu lama, Lief mengantar Afkar menuju sebuah rumah tua yang sudah lama di tinggalkan oleh Oswinn.
“ etterforskeren brakte hit eller du brakte mannen hit (penyidik itu yang membawa kesini atau kalian yang membawa pria itu kesini)? “ pertanyaan Afkar membuat salah seorang pengawal mendekatinya.
“ det var etterforskeren selv som ga den tilbake til oss... etterforskeren fortalte oss..... at det var noe herr Afkar måtte løse selv. (penyidik itu sendiri yang menyerahkan pada kami kembali.... penyidik itu mengatakan pada kami..... bahwa ada hal yang tuan Afkar harus selesaikan sendiri.) “ Afkar tersenyum dingin mendengar ucapan pengawalnya itu.
“ har du sett deg rundt i dette rommet (apa kau sudah melihat sekeliling ruangan ini)? “ suara Afkar membuat Gustaf mencari-cari asal suara.
“ åpne øynene... la ham ta en titt rundt i dette rommet... Jeg er sikker på at han vil kjenne igjen dette rommet veldig godt (buka ikatan matanya.... biarkan dia melihat sekililing ruangan ini.... aku yakin dia akan sangat mengenali ruangan ini) “ ucapan dingin Afkar membuat bulu kudu Lief merinding.
Lief paham betul ini bangunan milik siapa dan siapa yang sudah tinggal disini bertahun-tahun hingga 10 tahun lalu yang menempati rumah ini meninggal dan tidak ada yang berani mengusik aset ini.
__ADS_1
Pelan-pelan mata Gustaf terbuka dan mulai melihat sekeliling ruangan, seketika matanya terlihat sangat ketakutan saat melihat pria yang berdiri depannya memainkan sebuah senjata tajam.
“ husker du dette rommet....eller kanskje du føler deg komfortabel i dette rommet..... Jeg begynner å huske hvordan onkel Oswinn introduserte deg for oss..... selv om det er tydelig at onkel Oswin vet hvem du virkelig er... .. men ikke en gang hadde Oswinns onkel et problem med det ..... men hva gjør du til gjengjeld til personen som har fått deg til å føle varmen fra en familie (apa kau mengingat ruangan ini.... atau mungkin kau merasa nyaman berada di ruangan ini..... aku mulai ingat bagaimana paman Oswinn memperkenalkan dirimu pada kami..... padahal jelas-jelas paman Oswin tahu siapa kamu sebenarnya.... tapi tidak sekali pun paman Oswinn mempermasalahkan hal itu..... tapi apa balasanmu pada orang yang sudah membuatmu merasakan kehangatan sebuah keluarga) “ ucapan sinis dan dingin Afkar membuat Lief mengingat perkenalannya pada Afkar.
“ Jeg tenkte.... Oswinns onkel tok deg med til utlandet slik at du kunne lære mye nyttig, men..... jeg tok feil..... Du forrådte faktisk Oswinns onkel. (aku kira.... paman Oswinn membawamu ke luar negeri agar kamu bisa belajar banyak hal yang berguna tapi..... ternyata aku salah..... kamu justru menghianati paman Oswinn.) “ suara dingin dan emosi yang tertahan membuat para pengawal menjadi ikut merinding seperti yang Lief rasakan saat ini.
Afkar mendekati Gustaf sambil memainkan senjata tajam di tangannya.
“ hvem av dere så såret på min kones hånd... og hvem av dere hørte lyden av min kones smerte (siapa di antara kalian yang melihat luka di tangan istriku.... dan siapa di antara kalian yang mendengar suara kesakitan istriku) “ suara tegas dan dingin Afkar membuat keringat dingin mengalir di dahi pelipis bahkan mungkin sekujur tubuh Gustaf.
4 pengawal Nara dan 2 orang pengawal yang melihat luka sayatan Nara mendekati Afkar, mereka tidak tahu apa yang akan Afkar lakukan pada Gustaf. Karena Afkar sudah berdiri di belakang Gustaf dengan menggenggam kuat senjata tajam di tangan kanannya.
“ hvor høyt kan du høre kona mi skrike (seberapa keras kalian mendengar suara teriakan istriku) “ suara dingin Afkar membuat 6 pengawal itu bingung.
4 pengawal yang mendengar suara jeritan kesakitan Nara mulai terlihat gugup dan sedih terlihat jelas pada kedua mata mereka. 4 pengawal itu tidak sanggup mengingat suara jeritan Nara, 2 orang pengawal pelan-pelan mengangkat kedua tangan dan menutupi kedua telinganya.
__ADS_1