
Karena hari ini Afkar berangkat lebih pagi hingga meninggalkan Nara yang masih menikmati makan pagi, mau tak mau Nara harus menghabiskan makanan yang sudah Afkar pesan. Sambil menunggu Marius dan Morten, Nara menghabiskan sisa makanan di piring Afkar karena menurut Nara sangat mubadzir menyisakan makanan meskipun sedikit kecuali tulang.
Beberapa menit kemudian kedua kakak beradik tersebut datang menghampiri Nara, mereka memandang Nara dengan heran.
“sister are you eat alone? where is GUN? kakak ipar makan sendiri? GUN kemana?)” tanya Marius heran.
“mas Afkar ate it.... but did’t finish it.... it’s a shame if this delicious food isn’t spent it (tadi mas Afkar makan.... tapi tidak sampai habis.... sayang kalau makanan seenak ini tidak di habiskan" ucap Nara sambil menghabiskan minumannya.
“oooo...... today we’ll go around Kapaliçarşi.... sister can buy anything you want (oooo...... hari ini kita akan berkeliling di Kapaliçarşi.... kakak ipar bisa membeli apa saja yang kakak inginkan)" ucap Morten yang sudah membantu menarik kursi Nara memberi celah Nara untuk berdiri.
“is there a place to eat (ada tempat makankah disana)?” tanya Nara yang mulai mengikuti langkah kaki Marius.
Morten berpikir sesaat bagaimana menjelaskan Kapaliçarşi pada Nara.
“sister doesn’t have to worry..... there are so many restaurants, sister can try all the food (kakak ipar tidak perlu kuatir..... disana ada banyak restauran kakak ipar bisa coba semua makanannya)”ucap Marius membuat Naara tanpa sadar melompat kegirangan mendengar kata makanan.
“come on..... today we try all the food in Kapaliçarşi (ayo..... hari ini kita mencoba semua makanan yang ada di Kapaliçarşi)” ucap Morten dengan semangat membuat Marius menggelengkan kepala jengah melihat tingkah morten.
Nara sangat antusias untuk mencoba semua jenis makanan hingga membuat lambungnya berbunyi minta segera di isi.
“wa..... are we going through the Avrasya tunnel again? So we're going to Europe Side ( wa....... kita akan melewati terowongan Avrasya lagi? berarti kita ke Istanbul sisi eropa ya?" ucap Nara dengan semangat.
“no, but it's right that we're going to Europe side ( tidak, tapi benar kita akan menuju ke sisi eropa)" jawab morten singkat.
__ADS_1
"perjalanan kurang lebih dua puluh tiga menit dengan melewati jembatan 15 Temmuz Şehitler Köprüsü atau kakak ipar bisa menyebutnya jembatan Bosphorus” jelas Marius.
“ooooo" ucap Nara kagum.
Saat melintasi jembatan 15 Temmuz Şehitler Köprüsü, Nara melihat sebuah kapal pesiar yang melintas.
“waaa...... it's cool...... it's looks very fun going on that cruises (waaa...... keren sekali..... sepertinya menyenangkan naik kapal pesiar itu)" ucapan Nara membuat marius tersenyum simpul.
“you can ask GUN going on that Cruises Ship, in past he was going on that Cruises with the sexiest woman...... (kakak ipar bisa mengajak GUN naik kapal pesiar itu, dulu dia pernah naik kapal pesiar itu dengan wanita seksi....).” ucap Marius sambil memikirkan sebuah nama.
“Selma Ferner" ucap Morten tiba-tiba membuat Nara bertanya-tanya.
“did you mean...... that mas Afkar went on that Cruises with his lover? is that rights? (maksud kalian.... mas Afkar naik kapal peaiar dengan seorang kekasih? Begitukah?” tanya Nara ingin tahu.
“if it's said a lover...... but GUN never said it to us that he had a relationships with Selma.... and only Selma who said it in public that she had a relationships with GUN.... it's very complicated relationship (kalau di katakan kekasih..... tapi GUN tidak pernah mengatakan pada kami kalau GUN menjalin hubungan dengan Selma..... hanya Selma yang sering mengatakan di publik bahwa dia sedang menjalin hubungan dengan GUN..... hubungan yang rumit)" jelas Marius membuat Nara semakin ingin tahu tentang semua wanita yang ada di sekitar Afkar.
Marius dan morten saling memandang untuk beberapa detik dan rasa sedikit kuatir kalau Nara akan marah pada Afkar. Setelah berkendara selama kurang lebih dua puluh tiga menit, sampailah mereka di tujuan. Marius memarkir mobilnya di area parkir universitas Istanbul, dan mereka bertiga berjalan kaki ke Kapaliçarşi dan masuk melalui pintu Cebeci Han Kapisi. Terpampang jelas sebuah restauran yang menyajikan makanan khas Turki, kedua kakak beradik langsung melihat ke arah Nara yang masih mengedarkan pandangannya di sekeliling. Karena suasana Kapaliçarşi sedang ramai mau tak mau terpaksa Nara menggengam ujung jaket morten agar tidak tertinggal dari mereka. Kedua kakak beradik mengajak Nara berkeliling sepanjang lorong Cebeci Han, Yaglikçilar Sokaği,hingga ke lorong-lorong yang di penuhi dengan toko-toko perhiasan serta manik-manik yang biasanya lebih banyak pengunjung wanita. Tapi Nara hanya melihat-lihat saja tidak berminat untuk membeli apa pun kecuali mencoba setiap makanan di setiap restauran atau cafe yang mereka lewati, hal ini membuat kedua kakak beradik heran karena baru kali ini melihat wanita yang tidak malu untuk mencoba semua makanan dan bahkan menghabiskan semua makanan yang dia pesan.
Tanpa sepengetahuan Nara, terkadang Marius atau pun Morten mendokumentasi saat-saat Nara menghabiskan makanan atau minuman pesanannya bahkan tak jarang mereka merekam semua itu dan mengirimkannya pada Afkar. Membuat Afkar hanya bisa tersenyum bahagia melihat istrinya mencoba semua makanan khas Turki. Di sela-sela mengelilingi Kapaliçarşi area tertutup mau pun terbuka Nara tidak melupakan kewajibannya untuk Sholat karena di area ini banyak sekali di jumpai masjid-masjid kecil dan juga ada Nuruosmaniye camii, masjid yang besar di dekat lorong kalpakcilar.
Selepas Sholat Adzar, Nara meminta kedua kakak beradik itu untuk mengantarnya kembali ke hotel. Sebelum kembali ke hotel kedua kakak beradik yilmaz mengajaknya menikmati makanan serba coklat yang tak jauh dari hotel. Seketika mata Nara berbinar-binar mendapati etalase yang memajang makanan serba coklat. Nara memilih duduk di kursi yang tepat menghadap laut Marmara, seorang pelayan menyerahkan buku menu serba coklat. Nara bingung dengan nama menu itu dan meminta morten untuk memilihnya.
Saat mereka menunggu apa yang mereka pesan, seseorang menghampirinya.
__ADS_1
“Assalamu'allaikum” salam Felissa.
Nara dan kedua kakak beradik yilmaz segera berdiri dan memberi salam.
“Wa'alaikumsalam” balas mereka bertiga.
“Amma" ucap kedua kakak beradik yilmaz hampir bersamaan.
“aunty Felissa" ucap Nara dan membuat Felissa segera memberikan pelukan hangat.
Sesaat kemudian semua pesanan Morten datang membuat Felissa heran karena kedua anak mereka bukan termasuk penggemar coklat.
“dette er alt for svigerinne, hun liker virkelig sjokolade (ini semua untuk kakak ipar, dia sangat suka coklat)” ucap Morten membuat Nara melihat Felissa untuk sesaat.
“don't be shy..... eat it until you full.... this time aunty will pay what you eat (jangan malu..... makan saja sepuas Nara.... kali ini aunty yang bayar makan Nara).” Ucap Felissa yang sudah duduk di kursi yang tadi Marius pakai.
Seorang pelayan senior mendekati Felissa dan membicarakan sesuatu dengan bahasa Turki yang Nara tidak pahami. Setiap kali Nara memasukan sesuap Tarcinli Krep Bohcasi hingga habis tak tersisa dan berganti ke menu saray profitrol, Felissa melihatnya dengan mengulas senyum tipis hingga Nara menghabiskan semua pesanan Morten.
Felissa memperhatikan Nara dengan pandangan penuh tanya dan segera mengatakan sesuatu pada Marius mau pun Morten, yang membuat kedua kakak beradik itu memandang Nara penuh dengan pertanyaan hingga Felissa menepuk bahu mereka untuk tidak melihat Nara dengan tatapan seperti itu.
“I'm sure about that (Amma yakin hal itu)?” tanya Marius
“men kanskje ikke Afkar og Nara skjønner det. Ta godt vare på svogeren din mens Afkar er opptatt med Abbaen din, så ikke Nara holder igjen sulten. Amma sikker (tapi mungkin Afkar mau pun Nara tidak menyadarinya. Jaga kakak ipar kalian baik-baik selama Afkar sibuk dengan Abba kalian, jangan sampai Nara menahan lapar. Amma yakin sekali)" jelas Felissa membuat kedua kakak beradik itu merasa bersalah mengajak Nara berkeliling Kapaliçarşi hingga kaki mereka lelah.
__ADS_1
Diam-diam Marius dan Morten mengirim pesan pada Afkar dengan menyertakan beberapa foto Nara yang sedang menghabiskan beberapa menu serba coklat dan juga minuman coklat. Felissa menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua anaknya.
“Nara while you are in Istanbul, if you want to eat chocolate come here whenever you want it. Enjoy this chocolate to your heart's content (selama kalian di Istanbul, kalau ingin makan coklat datanglah kemari kapan saja kamu mau. Nikmati coklat sepuas kamu).” ucapan Felissa membuat Nara tertunduk malu.