
“ sayang.... jangan banyak-banyak bawa pakaiannya.... kalau kurang sayang bisa membelinya disana.... “ ucap Afkar sambil membantu Nara memasukkan beberapa helai kain hitam.
“ iya..... hanya ini saja. “ ucap Nara sambil menutup kopernya.
Afkar membawa keluar koper Nara dan meletakkan di dekat pintu apartemen berdekatan dengan koper miliknya.
“ mas yakin...... sudah tidak ada yang tertinggal? “ ucap Nara sambil melangkah pelan menuju dapur.
Afkar terlihat berpikir sesaat mencoba mengingat-ingat apa saja yang harus dia bawa.
“ sudah..... sudah semua..... “ ucap Afkar sambil melihat Nara yang sibuk mencari sesuatu.
Nara yang sudah tidak sabar melakukan penerbangan panjang membuatnya sesekali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
“ mas..... lama sekali jam 9..... tidak bisa sekarang saja..... “ ucap Nara sambil memasukan 3 biji kacang almond ke dalam mulutnya.
Afkar menarik nafas panjang sudah kesekian kalinya Nara menanyakan hal yang sama. Afkar sudah menyelesaikan dan menyerahkan puncuk pimpinan pada Holger dan Fredrik selama kepergiannya tapi tidak menutup kemungkinan bagi dirinya untuk ikut dalam pengambilan keputusan Rosenkrantz yang Holger mau pun Fredrik buat. Lief juga sudah memberitahu jadwal kompetisi D4rkC0d3 pada Judith, bahkan Lief dengan suka rela bersedia merekam kompetisi Neptunia.
Zarya yang juga ikut ke Jakarta lebih memilih mengambil cuti dari pada izin panjang, sedangkan Mari yang mendapat pemintaan langsung dari Afkar merasa bahwa Afkar memanfaatkannya posisinya sebagai pemilik rumah sakit. Barra, kakak beradik Yilmaz dan 2 anggota baru D4rkC0d3 sudah mempersiapkan semua barang-barang pribadi mereka juga peralatan keperluan kompetisi mereka. Erhan sangat senang dengan rencana Afkar, bahkan Erhan mempersiapkan beberapa berkas asli yang menjadi hak Fajrin.
Tepat pukul 7 malam Afkar, Nara dan Lief berangkat menuju bandara international Gardermoen dengan pengawalan 2 mobil pengawal.
Sampai di area masuk VVIP, Afkar membantu Nara turun dari mobil.
__ADS_1
“ sister-in-law..... you look so happy to be back to Jakarta (kakak ipar..... kau terlihat senang sekali bisa kembali ke Jakarta) “ ucap Morten sambil membantu Lief mengeluarkan koper milik Nara dan Afkar juga miliknya.
“ Of course.... I miss the atmosphere of Jakarta (tentu.... aku rindu suasana Jakarta) “ ucap Nara membuat Zarya dan Mari tersenyum.
“ har bestefar kommet (apa kakek sudah datang)? “ ucap Afkar membuat Mari berjalan mendekatinya.
“ Du må være ansvarlig hvis jeg får sparken fra jobben min (kamu harus tanggung jawab kalau aku di pecat dari pekerjaanku) “ ucap Mari membuat Afkar jengah.
“ Lief.... hvis noen tør å kutte i lønnen eller si opp de to..... du bare sparker dem (Lief.... kalau ada yang berani memotong gaji atau memberhentikan mereka berdua..... kamu pecat saja) “ ucap Afkar dingin sambil menunjuk pada Zarya dan Mari.
“ Ja sir (baik tuan) “ ucapan Lief membuat Mari jengah.
“ dere begge er like (kalian berdua sama saja....) “ ucap Mari yang tersenyum melihat Nara.
Sebelum mereka semua masuk ke lounge area VVIP, mereka harus melewati pengecekan passport di pos imigrasi. Nara yang antri di depan Afkar terlihat seperti tidak sabar untuk segera melewati semua administrasi ini.
Saat Nara berdiri tepat di depan petugas imigrasi, Afkar dengan sigap berdiri di belakangnya.
“ hun er min kone..... Jeg er garantisten mens jeg er her (dia istriku..... aku penjaminnya selama disini). “ ucap Afkar sambil menunjukkan passportnya yang ternyata berkewarganegaraan Norwey.
Nara sedikit terkejut melihat passport Afkar yang selama ini dia tidak pernah lihat, selama ini Nara mengira bahwa Afkar berkewarganegaraan sama dengan dirinya. Petugas imigrasi tanpa bertanya lebih jauh lagi segera memberikan tanda imigrasi Norwey pada passport Nara juga yang lainnya.
Nara memeluk lengan kiri Afkar.
__ADS_1
“ ternyata selama ini.... Nara salah..... “ ucap Nara membuat Afkar mencubit bibi kanan Nara.
“ apa sayang.... mau berpindah menjadi ini? “ ucap Afkar sambil mengacungkan passport Norwey miliknya.
“ hmmmmm...... kalau tidak..... bagaimana? “ ucap Nara sambil mencium lengan atas Afkar.
“ kalau tidak..... berarti setiap kali izin tinggal sayang habis...... mas harus mengurus izin tinggal sayang lagi.... “ ucap Afkar sambil menunjukkan siapa yang berdiri di depan VVIP lounge.
Nara tersenyum melihat Ralf berdiri tepat di depan VVIP lounge, yang berarti Erhan sudah berada di dalam lounge. Mereka semua masuk ke VVIP lounge yang ternyata sudah ada Erhan sedang duduk bersantai dengan 2 orang pengawal yang duduk tak jauh dari Erhan. Nara berjalan sedikit cepat karena ingin memberi salam pada Erhan, melihat Nara berjalan sedikit lebih cepat membuat Afkar dengan langkah lebar mengikuti Nara. Melihat apa yang Afkar lakukan membuat Mari tidak percaya meski pun sudah beberapa kali Mari melihat Afkar sangat posesif pada Nara.
“ hun har forandret seg mye (dia sudah banyak berubah.....) “ ucap Zarya membuat Mari menatapnya dengan heran.
“ det som har endret seg..... forblir det samme...... foran kona forandrer han seg..... se på Lief.... fra fortiden til nå er det fortsatt det samme hver gang han er nær Afkar.... (apa yang berubah..... tetap sama...... di depan istrinya saja dia berubah..... lihat Lief.... dari dulu sampai detik ini masih sama setiap kali berada di dekat Afkar....) “ protes Mari membuat Lief yang berjalan tidak jauh darinya mengeluarkan sedikit berdehem.
Mari melihat Lief sesaat.
“ Bestefar... Bestefar har ventet på Nara lenge (kakek...... kakek sudah lama menunggu Nara)? “ Erhan tersenyum mendengar pertanyaan Nara yang terdengar lucu di telinganya.
“ sayang.....pelan-pelan jalannya..... jangan lari..... kalau yang di dalam situ terguncang bagaimana.... “ protes Afkar membuat Nara meringis.
Erhan yang tidak paham dengan ucapan Afkar hanya tersenyum melihat tingkah cucu dan cucu menantunya.
“ veldig glad..... skal til Jakarta (senang sekali..... mau ke Jakarta) “ ucap Erhan sambil sedikit membelai perut buncit Nara.
__ADS_1
Nara tersenyum begitu juga dengan Barra dan Zarya yang paham betul keinginan Nara, aura bahagia Nara membuat yang lain ikut merasa bahagia. Afkar dan Barra terlihat serius seperti sedang membicarakan sesuatu, sementara kakak beradik Yilmaz dan 2 anggota baru D4rkC0d3 terlihat sedang bercanda. Lief dengan sedikit sembunyi-sembunyi mulai merekam apa saja yang D4rkC0d3 lakukan, dan mengirimkan pada Judith.
Setelah menunggu kurang lebih selama 45 menit, seorang kru Sundth Air menghampiri Afkar dan mengatakan bahwa setengah jam lagi Sundth air siap terbang ke Jakarta. Hanya dengan satu isyarat tangan sudah cukup membuat kakak beradik Yilmaz dan 2 anggota baru D4rkC0d3 kegirangan dan berlari mengikuti kru Sundth Air. Semua orang menuju area parkir Sundth Air tak terkecuali.