
Erhan menerima laporan dari salah seorang pengawal yang sedang bertugas mengawal Nara mengatakan bahwa Nara terluka sudah cukup membuat Erhan geram dan marah. Tapi setelah mendapatkan telepon dari Mari bahwa Nara dan kedua janinnya dalam kondisi aman, Erhan menjadi sedikit lega dengan masih terduduk di sofa. Erhan segera menyuruh Ralf untuk mencari tahu keberadaan pria itu yang merupakan anak Oswinn hasil hubungan di luar nikah.
Para pengawal Erhan yang mengejar sosok itu bersama The Neptun kehilangan jejak saat melakukan pengejaran di jalan Ekelundsgata atau satu blok dari lokasi expo, tapi salah seorang the Neptun menemukan senjata tajam yang di gunakan pelaku. The Neptune menyerahkan barang bukti itu pada salah seorang pengawal Nara.
Tidak hanya itu saja para the Neptun yang sudah mendapatkan pesan video peristiwa itu, mereka menyebarkan video itu ke rekan-rekannya dan mereka mengamati setiap orang yang menurut mereka mirip dengan sosok di pesan video tersebut. Judith yang sudah mengumpulkan rekaman kamera ponsel dari para the Neptun yang tanpa sengaja merekam peristiwa itu, segera mengirimkan pada Lief. Lief dengan sigap menghubungi staff IT Rosenkrantz untuk mencari beberapa rekaman lain dari kamera CCTV di lokasi dan sekitar expo.
Lief tersenyum tipis membuat Ines yang melihatnya menjadi takut.
“ Jeg så endelig ansiktet til denne mannen... Jeg må si det til Mr Afkar med en gang (akhirnya terlihat juga wajah pria ini.... aku harus segera memberitahu tuan Afkar) “ gumam Lief dengan senyum menakutkan seperti yang dia lihat pada Afkar.
Nara yang sudah mulai sadar dari pingsannya membuat Afkar menghujaninya dengan ciuman di tangan dan wajah.
“ mas.... sakit..... perih.... “ suara Lirik Nara membuat dada Afkar terasa sakit kembali.
Afkar hanya bisa diam dan memberikan ciuman kecil di jari jemari tangan kiri Nara. Mari yang masuk pelan-pelan tanpa bersuara melihat apa yang Afkar lakukan menjadi ingin menjitak kepala Afkar, tapi melihat mata Nara yang terlihat jelas sangat menahan rasa sakit membuatnya mengurungkan niat menjitak kepala Afkar.
“ late som å være romantisk... selv om det faktisk er veldig kaldt (pura-pura romantis.... padahal aslinya dingin sekali) “ suara Mari yang terdengar mengejek membuat Afkar menegakkan tubuhnya.
“ hva er det (ada apa)? “ tanya Afkar sambil membersihkan sisa air mata Nara.
__ADS_1
“ Bestefar ba meg gjøre to ganger tjuefire observasjoner på fosteret ditt.... Lief er allerede ferdig med administreringen av Nara..... snart kommer det en sykepleier som skal overføre Nara til rommet. (kakek memintaku untuk melakukan observasi 2 kali 24 pada janin kalian.... Lief sudah menyelesaikan administrasi Nara..... sebentar lagi akan ada perawat yang memindahkan Nara ke ruangan.) “ jelas Mari sambil mencetak rekam detak jantung kedua janin mereka.
Afkar menarik nafas panjang mendengar penjelasan Mari, Afkar sadar tidak bisa bersikap egois pada keadaan Nara karena dalam diri Nara ada 2 calon kehidupan baru yang akan menjadi generasi ke tujuh Rosenkrantz.
“ bare gjør det (lakukan saja) “ ucap Afkar pelan.
Tak seberapa lama 2 orang perawat memindahkan Nara ke ruang rawat inap, tapi tangan kanan Nara dengan cepat meraih tangan kanan Afkar saat memindahkan tubuh Nara dari ranjang pemeriksaan UGD ke ranjang rawat inap. Karena di perut Nara masih menempel dua alat fetal doppler untuk memantau detak jantung 2 janin Nara. Nara tidak mau melepas tangan Afkar sedetik pun bahkan saat Lief hendak mengatakan sesuatu pada Afkar, menjadi hanya bisa diam dan melihat saja.
“ senere når du er i rommet (nanti saja kalau sudah di ruangan) “ gumam Lief dalam hati.
Di depan ruang rawat inap Nara sudah berdiri 2 orang pengawal yang akan menjaga pintu selama 24 jam penuh.
Para The Neptun yang sudah mendapatkan foto sosok tersebut mulai melakukan pencarian di sela-sela aktivitas mereka. the Neptun sangat waspada dengan sosok yang melakukan tindakan kekerasan pada jagoan mereka, dan akhirnya salah seorang the Neptun menemukan dimana sosok tersebut selama ini bersembunyi. Mereka melaporkan pada Judith dan Judith meneruskan pada Lief, Lief segera meminta para pengawal melakukan penggerebekan di tempat persembunyian sosok tersebut berdasarkan informasi The Neptun. Tapi sayang saat penggerebekan di lakukan para pengawal tidak menemukan sosok tersebut, para pengawal mencari-cari informasi yang kemungkinan besar dapat memberi petujuk keberadaan sosok tersebut.
“ faen....de beveget seg så fort....bra at jeg fortsatt var i stand til å hoppe ut.....hvem fortalte livvaktene til den gamle fisen (sial.... mereka bergerak cepat sekali.... untung aku masih bisa melompat keluar.....siapa yang memberitahu para pengawal pria tua bangka itu.) “ umpatan sosok tersebut yang berdiri cukup jauh tapi masih bisa melihat apa yang para pengawal Erhan lakukan di tempat persembunyiannya.
Sosok itu tersenyum sinis.
“ Jammen jeg er så hjelpeløs akkurat nå..... Jeg kan ikke få ham til å føle smerten min..... men jeg vet i det minste hvor verdifull den kvinnen er for den gamle fisen..... Jeg har fortsatt en annen sjanse til å snappe det de har tatt fra meg....og jeg har tenkt på hvordan (sialan aku jadi tidak berkutik saat ini..... aku jadi tidak bisa membuat dia merasakan penderitaanku..... tapi setidak-tidaknya aku tahu seberapa berharganya wanita itu bagi tua bangka itu..... aku masih ada kesempatan lagi untuk merebut apa sudah mereka ambil dariku.... dan aku sudah memikirkan caranya) “ gumam sosok itu yang menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.
__ADS_1
Di dalam tempat persembunyian itu seorang pengawal menemukan beberapa foto dan sebuah alamat.
“ fortell Lief... hva vi fan (beritahu Lief... apa yang kita temukan) “ ucap salah seorang pengawal itu pada rekannya yang menemukan beberapa foto tersebut.
Lief yang sedang menunggu di depan ruang rawat inap VVIP Nara, seketika terkejut saat melihat foto-foto yang di kirim oleh para pengawal Erhan.
“ Er det dette som gjør at Kalle ikke våger å signere dokumentasjonen for selskapet som ble resultatet av underslaget (apa ini yang membuat tuan Kalle tidak berani menandatangani berkas pelimpahan perusahaan hasil penggelapan) “ gumam Lief dalam hati.
“ Jeg må fortelle herr Afkar (aku harus memberi tahu tuan Afkar.... ) “ ucap Lief dengan memberanikan diri mengetuk pintu ruang rawat inap VVIP.
Afkar yang menunggu di samping ranjang tak henti-hentinya membelai perut Nara dan mencium tangan kanan Nara.
“ sayang.... mas lihat dulu siapa yang mengetuk pintu “ ucap Afkar sambil menempelkan tangan kanan Nara di pipi kirinya.
Nara menjawab ucapan Afkar dengan mengerucut kedua bibirnya, Afkar menjadi tidak tega meninggalkan Nara meskipun hanya untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
“ sebentar saja.... “ rayu Afkar sambil mencium punggung tangan kanan Nara.
Nara memalingkan wajah dan melepas genggaman tangan Afkar dengan kasar, membuat Afkar menarik nafas panjang dan memejamkan mata untuk sesaat karena merasa sakit di dadanya melihat sikap Nara seperti ini.
__ADS_1