NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 48 SERASA SENDIRI


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Afkar menggantikan posisi Erhan sebagai CEO Rosenkrantz group, komunikasi dengan Nara hanya terjadi bila ada sesuatu yang Nara tanyakan saja. Afkar lebih banyak diam dan hanya berbicara seperlunya saja waktu Afkar habis terpakai untuk mengurusi bisnis Rosenkrantz group, Nara menyadari bahwa tanggung jawab suaminya sangat besar selain sebagai CEO Rosenkrantz juga pemilik saham terbanyak. Nara hanya bisa melihat keseharian Afkar yang terlihat sangat serius dan kembali dingin saat sudah berkaitan dengan Rosenkrantz. Pelan-pelan karena kesibukannya itu Afkar lupa mengingatkan Nara mengonsumsi vitamin dan suplemen ibu hamil, yang membuat Nara harus mengingat sendiri apa saja yang harus dia minum setiap hari.


Seperti akhir pekan ini, Afkar seharian berada di ruang kerjanya bahkan Lief sampai membawa makan siang dan makan malam ke ruang kerja Afkar, memang ruang kerja Afkar lebih luas bila dibandingkan dengan ruang komputer juga terdapat kamar mandi dan sebuah sofa yang dapat di fungsikan sebagai ranjang. Nara masih berpikir positif bahwa Afkar tidak melupakan kewajibannya untuk Sholat namun terkadang Nara juga mengingatkan dengan mengirim pesan padanya atau meminta Ines mengirim pesan pada Lief untuk mengingatkan waktu sholat Afkar.


Nara berjalan di sekitar rumah mencoba membuang rasa bosan dan suntuk meskipun sudah tinggal bersama Afkar tapi serasa tinggal sendiri. tiba-tiba ponselnya bergetar, Nara segera mengeluarkan ponsel dari balik saku abaya dan membacanya. Nara tersenyum senang membaca pesan tersebut, untuk beberapa menit Nara berpikir bagaimana dia membalas isi pesan tersebut. Ada keinginan untuk bertanya pada Afkar bagaimana baiknya menjawab pesan tersebut, tapi mengingat kesibukan Afkar yang tidak ada habisnya membuat Nara mengurungkan niatnya. Akhirnya dengan sedikit berat Nara membalas pesan tersebut.


“Bismillah pasti bisa" gumam Nara sambil memainkan ponselnya dengan tangan kiri.


Nara masuk ke dalam rumah karena udara mulai terasa dingin, saat Nara hendak melangkah masuk ke ruang komputer terlihat Afkar sedang berbicara dengan seseorang di ponsel dan terlihat jelas sedang gusar dan sedikit emosi.


“ ada masalah? ” gumam Nara yang sudah berdiri di depan pintu ruang komputer sambil melihat Afkar.


Nara tidak jadi masuk ke ruang komputer dan memilih duduk di sofa ruang tengah menunggu Afkar selesai. Beberapa menit kemudian Afkar menutup sambungan telepon dan memalingkan badannya mendapati Nara yang melihatnya dengan tatapan ingin tahu. Afkar hanya melihatnya sesaat dengan mengulas senyum manis dan kembali masuk ke ruang kerja, Nara merasa bahwa Afkar mengabaikannya.


Ines yang selalu mengikuti kemana pun Nara melangkah kecuali bila Nara berada di kamar tidur atau di ruang komputer, Ines hanya menunggu Nara di ruang tengah. Kali ini Ines merasa bahwa wanita yang sudah menjadi bosnya terlihat sedih.


“ does madam need something (apa nyonya membutuhkan sesuatu)? ” tanya Ines sedikit kuatir.


“ please bring a few pieces of fresh fruit, snacks as well as a few bottles of mineral water (tolong bawakan beberapa potong buah segar, makanan kecil juga beberapa botol air mineral)? ” ucap Nara sambil berdiri dan melangkah masuk ke ruang komputer.

__ADS_1


Ines hanya melihat Nara dengan tatapan sedih tapi tidak bisa berubah banyak untuk Nara dan Ines hanya bisa menurut permintaan Nara saja.


Nara sudah terlihat serius menatap layar laptopnya mencari tahu informasi tim yang mengajaknya bergabung mengikuti sebuah kompetisi peretasan, selama beberapa menit Nara mencari informasi tentang tim tersebut tapi nihil. Nara menundukkan kepala mencoba berpikir di luar kebiasaannya, tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. Jari jemari Nara mengetik sesuatu dan beberapa saat kemudian wajahnya terlihat gembira.


“ ternyata kalian white hat..... baiklah aku coba saja " gumam Nara sambil mengetik sesuatu.


Tak menunggu lama untuk mendapat balasan dari salah satu tim yang mengajak Nara bergabung, akhirnya Nara sibuk dengan pembicaraan mereka mencoba memahami kompetisi peretasan yang akan mereka ikuti. Tim ini hanya terdiri dari tiga anggota yaitu hkkiw0823, paprika2 dan Neptunia. Nara terlihat sangat serius hingga membuat Ines memberanikan diri membuka pintu ruang komputer tersebut, karena beberapa kali sudah Ines mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari Nara. Ines melihat Nara yang menatap layar laptop tanpa berkedip dan meletakkan dua buah piring yang berisi permintaan Nara dan tiga botol air mineral di sebuah meja dekat pintu.


Ines menutup kembali pintu itu dan melangkah ke dapur dengan wajah heran.


“ Hva er galt (ada apa) " tanya Lief sambil menuangkan air mineral ke sebuah gelas untuk Afkar.


“ Lief, du har jobbet i denne familien lenge. Kjenner du fru Nara like godt som du kjenner herr Afkar (Lief, kamu sudah lama bekerja di keluarga ini. Apa kamu mengenal nyonya Nara sebaik kamu mengenal tuan Afkar)? ” tanya Ines serius.


“ Jeg vet bare at den unge damen var en av de beste CTF-utøverne forrige sesong (aku hanya tahu kalau nyonya muda adalah salah satu atlet CTF terbaik musim kompetisi kemarin) " jawab Lief singkat.


“ CTF-idrettsutøver ..... det er passende at fruen ser seriøs ut med sin bærbare datamaskin (atlet CTF..... pantas kalau nyonya terlihat serius dengan laptopnya). ” Ucap Ines


“ du vet hva CTF er (kamu tahu apa itu CTF)? ” tanya Lief meragukan ucapan Ines.

__ADS_1


“ Fetteren min er også der som fru, når du først vinner, er prisen mye. I fjor var hun den på campus og fikk stipend for hele året (saudara sepupu aku ada juga seperti nyonya, sekalinya menang hadiahnya banyak sekali. Tahun lalu dia juara satu di kampusnya dan dapat beasiswa satu tahun penuh). ” Ucap Ines bangga.


Lief kembali masuk ke ruang kerja Afkar meninggalkan Ines yang berbicara sendiri, Ines tidak menyadari kalau Lief sudah meninggalkannya. Di ruang kerja Afkar, beberapa tumpuk kertas memenuhi sebuah meja membuat Lief menatapnya dengan lesu.


“ her, drikken din (tuan, ini minum anda) " ucap Lief sambil menyerahkan segelas air mineral pada Afkar.


Afkar langsung meneguknya hingga habis tak tersisa dan memberikan gelas kosong pada Lief.


“ Lief, hva ser du på kona mi med (Lief, kamu melihat istriku sedang apa)? ” tanya Afkar sambil membuka-buka sebuah berkas.


“ ung madam er i datarommet (nyonya muda berada di ruang komputer) ” jawab Lief sambil meletakkan gelas kosong di sebuah meja kecil dekat sofa.


“ Vennligst sjekk filene jeg har skilt. Du sammenligner filene jeg har merket med rødt og lilla, finner du noen likheter? Eller er det bare min illusjon (tolong kamu pastikan kembali berkas yang sudah aku pisah-pisahkan itu. Kamu bandingkan berkas yang sudah aku tandai dengan warna merah dan ungu, apakah kamu menemukan kesamaannya? Atau hanya ilusi mataku saja) " ucap Afkar yang sibuk dengan sebuah berkas dan membandingkannya dengan data di laptop.


“ Ja sir (baik tuan) " jawab Lief singkat.


Sementara di ruang komputer Nara terlihat senang karena bisa mengenal dua white hat yang cukup terkenal, selama ini Nara hanya mengenal para grey hat.


“ minimal aku punya dua teman baru yang bisa menemaniku online, tinggal serumah dengan suami tapi serasa sendiri..... sepertinya lebih enak tinggal di Jakarta, mas Afkar masih sempat mengirim pesan meskipun hanya menanyakan kabar. ” Gumam Nara dalam hati mencoba memberi semangat diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2