NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 72 KATA SANDI (2)


__ADS_3

Afkar menemani Nara hingga Nara tidur terlelap sesaat setelah Nara terlelap cairan infus habis dan Afkar menekan tombol darurat, setelah dua menit menunggu masuk seorang suster untuk mengganti cairan infus Nara.


“ kan kona mi dra hjem i morgen (apakah besok istri saya sudah boleh pulang)? “ tanya Afkar pada seorang suster yang mengganti cairan infus Nara.


“ hvis hemoglobinnivået er over 12 gram per desiliter, er det sannsynlig at Maris lege vil la fru Nara gå hjem ..... foreløpig er fru Naras hemoglobinnivå under 12 gram per desiliter, men hun trenger ikke blod transfusjoner lenger (bila kadar hemoglobin sudah di atas 12 gram per deciliter, kemungkinan besar dokter Mari akan mengizinkan nyonya Nara untuk pulang..... untuk saat ini kadar hemoglobin nyonya Nara masih di bawah 12 gram per deciliter tapi sudah tidak membutuhkan transfusi darah lagi) “ jelas suster tersebut.


Afkar merapikan selimut untuk menutupi tubuh Nara, membelai rambut dan mencium dahi Nara. Fajrin sudah duduk santai di sofa melihat laptop Nara yang masih menyala dan sedang menjalankan sebuah program, karena Fajrin tidak mengerti bahasa pemprograman jadi Fajrin mengabaikan itu dan sibuk dengan ponselnya. Afkar keluar kamar mandi sudah dalam keadaan segar dengan pakai lebih santai, sementara Barra kembali ke apartemennya untuk berganti pakaian.


Afkar melihat Fajrin tersenyum sambil memandangi ponselnya.


“ mulai kangen ya? “ tanya Afkar basa basi.


Fajrin tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Afkar dan meletakkan ponselnya di samping laptop Nara. Afkar duduk di sebelah Fajrin dan kembali sibuk dengan kata sandi dari folder yang ingin dia lihat isinya, satu kali salah mengetik kata sandi kembali membuat Afkar frustasi.


“ sudah coba tanggal pertama kali kalian bertemu “ ucap Fajrin asal dan membuat Afkar berpikir sejenak mengingat tanggal pertama kali dia melihat Nara.


Afkar mengetik tanggal pertama kali mereka bertemu dengan melihat email dari siska saat siska mengirimkan source code progam AI yang Nara buat, Afkar menggelengkan kepala karena tanggal tersebut bukan kata sandi yang tepat.


“ kamu yakin itu tanggal pertama kali kalian bertemu? “ Afkar menatap Fajrin penuh tanya.


“ tidak mungkin tanggal saat aku mengalami kecelakaan tunggal? “ tebak Afkar dan membuat Fajrin menggerakkan kedua bahunya.


“ baiklah.... aku coba saja... mungkin saja benar “ ucap Afkar sambil mengetik tanggal saat dia mengalami kecelakaan tunggal.

__ADS_1


Afkar kecewa ternyata bukan itu kata sandinya, Afkar menyandarkan punggungnya tidak bisa berpikir lagi apa kira-kira kata sandi yang Nara maksud.


“ bangunkan saja adik dari pada kamu pusing begini “ ucap Fajrin santai.


“ Nanti saja kalau dia bangun ingin ke toilet, dia baru saja tidur “ ucap Afkar sambil mengalihkan perhatiannya pada script yang masih bergerak menyimpan data.


Untuk beberapa menit Afkar dan Fajrin terdiam hanya memperhatikan layar laptop Nara.


“ apa ada yang ingin kamu ceritakan? “ pertanyaan Fajrin membuat Afkar menarik nafas panjang.


“ baiklah aku akan ceritakan semua tapi setelah kamu mendengar penjelasanku tolong bantu aku menjaga Nara untuk beberapa hari kedepan “ ucap Afkar pelan.


Afkar mulai menceritakan awal mula bagaimana dia menemukan keanehan pada laporan keuangan salah satu anak perusahan Rosenkrantz di bawah pengawasan langsung CFO, hingga Afkar memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri tanpa sepengetahuan Holger. Karena Afkar mencurigai bahwa Holger menutupi sesuatu yang sudah dia curigai dan pada akhirnya menemukan bahwa keanehan tersebut tidak hanya terjadi pada satu anak perusahaan saja tapi empat anak perusahaan selama empat tahun terakhir ini. Hingga membuat Afkar memutuskan menempatkan beberapa orang pengawal di rumah karena mendapat sebuah ancaman dari seseorang yang tidak suka atas penyelidikannya. Afkar juga menceritakan peristiwa yang hampir saja membuat Nara celaka, juga bagaimana dia tidak bisa menemani Nara untuk kontrol kandungan. Hingga kejadian hari ini yang membuatnya frustasi sedih dan terpukul juga penuh dengan kejutan.


“ sekarang apa tindakan kamu selanjutnya setelah data itu tersebar bahkan sebuah institut di London melakukan penyelidikan juga? Apa kamu mencurigai Nara yang melakukan “ tanya Fajrin dengan santai.


Afkar menarik nafas panjang menceritakan bagaimana dia bisa mencurigai istrinya yang melakukan menyebaran berita ini, Fajrin terdiam seperti berusaha mengingat sesuatu.


“ masih tidak berubah “ ucap Fajrin pelan dan tersenyum tipis.


“ apa.... Nara pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya? “ tanya Afkar heran.


“ bukan menyebarkan berita di media atau memberikan informasi pada sebuah institut tapi lebih tepat menahan aliran atau pergerakan uang dari sebuah perusahaan. “ ucap Fajrin tersenyum tipis mengingat kenakalan Nara yang cukup membuat seluruh direksi kebingungan.

__ADS_1


“ maksud kamu? “ tanya Afkar heran dan tidak percaya dengan ucapan Fajrin.


“ kamu tanya sendiri kalau nanti istri kamu bangun.... sekarang aku mau tidur... penat semua badanku “ ucap Fajrin yang sudah berdiri dan menepuk bahu Afkar.


Saat Fajrin hendak merebahkan tubuhnya di atas lantai dengan alas sebuah selimut yang dia ambil dari ranjang khusus pendamping pasien, Afkar mencegah dan menariknya untuk merebahkan tubuhnya di ranjang khusus pendamping pasien.


“ kamu pasti sangat penat dengan penerbangan panjang.... tidurlah di sini.... aku masih ingin mencoba membuka file ini “ ucap Afkar sambil memungut selimut dan memberikan pada Fajrin.


“ baiklah adik ipar “ canda Fajrin membuat Afkar tersenyum tipis.


Di saat Fajrin mulai terlelap, Afkar masih saja mengamati layar laptop Nara yang sepertinya menyimpan semua proses asal dan tujuan akhir dari pergerakan uang hasil penggelapan di Rosenkrantz.


Tepat pukul dua belas tengah malam, Afkar menyerah dengan kata sandi yang tidak bisa dia pecahkan. Afkar menutup laptop dan melangkah melihat Nara yang tertidur pulas menyingkirkan anak rambut yang menutupi dahi Nara.


“ apa sembilan puluh persen isi dari kepala ini adalah script dan algorithma.... jadi berapa persen tentang mas? “ ucap Afkar yang masih membelai rambut Nara.


Nara merasa sedikit terganggu sehingga merubah posisi tidurnya dengan miring ke kiri, Afkar menaikkan pembatas ranjang atau siderails agar tubuh Nara tidak terjatuh dari ranjang. Afkar berjalan ke sisi kanan ranjang mencoba merebahkan tubuhnya di sisi kanan ranjang dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Mencium aroma tubuh istrinya cukup membuat Afkar terhispnotis dan ikut terlelap.


Karena beda waktu sholat Shubuh antara Jakarta dan Oslo membuat Afkar membangunkan Fajrin, dan setelah selesai sholat Shubuh mereka kembali tidur karena rasa penat masih belum hilang.


Menjelang matahari terbit, Nara mulai menggeliatkan tubuhnya terutama tangan kirinya yang terasa kaku untuk mengenggam. Nara melihat sebuah lengan melingkar di atas pinggang dan membelainya dengan tangan kanannya.


“ pantas ranjangnya jadi sempit begini.... ternyata mas Afkar ikut tidur disini “ gumam Nara sambil berusaha menggerakkan lengan kiri yang masih terasa kaku.

__ADS_1


__ADS_2