NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 56 GOODWILL ONLINE BATTLEFIELD (2)


__ADS_3

Jari jemari Afkar mengetik sesuatu seperti mencari tahu, seketika Afkar menegakkan tubuhnya dan melihat layar laptop dengan tatapan penuh pertanyaan.


“ sejak kapan istriku mengambil alih akses email Neptunia? “ gumam Afkar dalam hati dengan ujung jari telunjuk mengusap bibir bawah.


“ hvordan visste du at det var denne konkurransen (dari mana kamu tahu ada kompetisi ini)? “ tanya Afkar sambil mengetik sesuatu di keyboard laptop milik Lief.


Lief tidak bisa menjawab karena bingung.


“ Lief ..... Jeg ber deg ikke om denne bærbare datamaskinen (Lief..... aku bertanya padamu bukan pada laptop ini) “ ucap Afkar yang masih mengetik sesuatu di keyboard.


Lief segera mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah pesan tentang kompetisi tersebut.


“ herfra sir (dari sini tuan) “ ucap Lief sambil memperlihatkan layar ponselnya yang menampilkan sebuah pesan singkat dari salah seorang kenalannya.


Afkar menatap sesaat layar ponsel Lief dan kembali mengetik sesuatu.

__ADS_1


“ Ring Ines, be henne om å bli i stuen og tilberede noen fruktbiter og et lite måltid i tillegg til mineralvann (hubungi Ines, minta dia berjaga diruang tengah dan menyiapkan beberapa potong buah dan makan kecil juga air mineral) “ ucap Afkar sambil berjalan masuk ke ruangannya.


Beberapa menit kemudian Afkar keluar dengan menenteng sebuah tas yang berisi berkas-berkas pekerjaannya dan tas berisi laptop.


“ vi drar hjem nå (kita pulang sekarang) “ ucapan Afkar dan membuat Lief dengan buru-buru menutup laptopnya dan mengunci ruang kerja Afkar dan ruang kerja miliknya.


Sepanjang perjalanan pulang Afkar masih memikirkan apa alasan Nara bersedia mengikuti kompetisi itu, Afkar mencoba menghubungi Nanwei tapi beberapa kali panggilannya tidak di jawab oleh Nanwei.


Tepat pukul tiga lebih dua puluh menit Afkar sampai di rumah dan mendapati Ines sudah berdiri di ruang tengah, Afkar melihat meja ruang tengah sudah penuh dengan apa yang Afkar minta. Segera melangkah mendekati pintu ruang komputer karena Afkar berpikir kalau saat ini Nara sedang online di dalam sana, dengan pelan Afkar membuka pintu ruang komputer agar pergerakan pintu ruang komputer tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Saat pintu ruang komputer sudah terbuka, Afkar terkejut tidak mendapati sosok Nara didalam ruang komputer.


“ hvor er kona mi (dimana istriku)? “ tanya Afkar dengan nada tinggi membuat tubuh Ines sedikit tersentak karena terkejut.


“ Jeg godtar deg i dette huset for å holde kona åpen for å slappe av ... nå spør jeg, hvor er min kone (aku menerimamu di rumah ini untuk menjaga istriku buka untuk bersantai-santai..... sekarang aku tanya, kemana Istriku)? “ tanya Afkar dengan wajah dan suara dingin.


“ beklager sir .... siden du dro ... fruen forlot ikke rommet før nå (maaf tuan.... sejak tuan pergi.... nyonya tidak keluar kamar sampai sekarang) “ jawab Ines dengan suara ketakutan.

__ADS_1


“ hva mener du med å ikke forlate rommet? ..... låste han seg inne i rommet? (apa maksud kamu dengan tidak keluar kamar?..... apa dia mengurung diri di dalam kamar?) “ bentakan Afkar sukses membuat tubuh Ines semakin kaku dan Lief dengan sangat terpaksa menjatuhkan ponselnya karena terkejut dengan suara keras Afkar.


Afkar melangkah ke kamarnya tidak memperdulikan Ines mau pun Lief yang terduduk lemas di lantai, Afkar membuka pelan pintu kamarnya dan mendapati sosok Nara yang duduk di sebuah kursi dengan meja kecil menghadap sebuah jendela yang sudah tertutup rapat oleh kain gorden.


Nara tidak menyadari kehadiran Afkar karena kedua lubang telinganya tertutup oleh earphone, Nara masih sibuk dengan keyboard laptop sesekali Nara menggerakan kepalanya ke kanan dan kiri karena lehernya terasa penat. Afkar diam tepat di belakang Nara melihat layar laptop yang menjadi fokus Nara, sesekali Afkar mengedarkan pandangan melihat sekeliling kamar yang terlihat tidak ada perubahan sama sekali. Afkar memijat pelipis kiri dengan tangannya karena pelipisnya mulai pening, menarik nafas panjang tidak bisa menjangkau pemikiran Nara saat ini. Afkar memperhatikan setiap perubahan yang ditampilkan layar laptop, posisi Nara saat ini sudah berada di sepuluh besar dengan perolehan sembilan ratus sembilan puluh point, masih jauh di bawah batas yang tentukan tapi itu tidak menjadi masalah bagi Nara karena dengan posisi sepuluh besar point tertinggi sudah cukup membuatnya masuk ke babak final blood killing. Di babak ini EGP, cherryworm, oxnan, scaryrobot, starsiv, killerdog, white_wolf, Sakiir, dan Xer juga Neptunia harus bersaing untuk mendapatkan point sebanyak-banyaknya melampaui batas point yang penyelenggara tentukan.


Afkar menatap layar laptop tidak percaya bahwa saat ini Neptunia berkompetisi dengan nama klub ALLES! sama seperti EGP dan Cherryworm tapi berbendera Indonesia. Afkar mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu, terlihat gusar menatap layar laptop yang menampilkan perolehan point Nara berada di peringkat tujuh di bawah cherryworm.


Kompetisi terhenti sesaat karena laporan dari Neptunia bahwa ada agresif vuln yang menyerang server kompetisi, Nara memanfaatkan jeda kompetisi dengan melemaskan leher kedua tangan dan kakinya juga punggungnya yang terasa penat. Nara tertunduk dan menarik nafas panjang seperti berusaha menguatkan diri menghadapi babak ini yang akan bersaing dengan saudara sendiri, memutar kepalanya searah jarum jam dengan menutup kedua matanya. Beberapa menit kemudian ada notifikasi di layar laptopnya yang mengharuskan Nara untuk kembali berkompetisi.


Kedua jari jemari tangannya kembali sibuk dengan keyboard sementara kedua mata Nara yang sudah mulai merasa lelah berusaha untuk tetap membuka dan menatap layar laptop. Nara yang berkali-kali menarik nafas panjang dan mengangkat kedua bahunya seperti menahan suatu rasa tidak nyaman, Afkar melihat itu semua hanya bisa memijat dahinya dengan tangan kanan. Saat ini tidak banyak yang bisa Afkar lakukan selain melihat istrinya berkompetisi dengan perasaan bahwa tidak ada suaminya di belakang.


Afkar memijat tulang hidungnya pelan yang terasa pening, melihat layar laptop Nara yang menampilkan beberapa gambar perangkat atau mesin dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Nara menghentikan pergerakan jari jemarinya matanya mencari celah agar dapat mengakses perangkat utama tanpa memicu alarm peringatan, Nara memejamkan matanya sesaat sebelum kembali mengetik sesuatu.


“ Bismillahirrahmannirrahiim “ ucap Nara sesaat sebelum menekan tombol enter keyboard.

__ADS_1


Afkar memperhatikan layar laptop yang mulai melakukan proses peretasan dari beberapa mesin yang ada di layar laptop. Afkar terdiam tak bergerak dan mungkin menahan nafasnya.


Beberapa menit kemudian proses yang Nara jalankan sudah menunjukkan angka seratus persen yang berarti Nara berhasil masuk ke perangkat atau mesin utama tanpa memicu alarm peringatan. Nara segera mencari semua string atau flag untuk mengumpulkan point sebanyak-banyaknya. Lima belas menit sebelum kompetisi berakhir, Nara melihat point yang dia kumpulkan sudah berada di urutan kedua setelah EGP. Tapi Nara masih belum menyerah dan masih mencari string yang menurutnya masih ada, tepat satu menit sebelum kompetisi berakhir Nara melaporkan beberapa string ke server kompetisi dan bernafas lega karena berhasil melewati point yang EGP dapat.


__ADS_2