NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 140 MENYENDIRI


__ADS_3

“ Alright.... for this afternoon's practice you guys will finish these 4 challenges...... I made a few changes according to Nanwei's suggestion.... but I think 4 challenges is enough to keep you in front of the monitor until afternoon. (baiklah.... untuk latihan siang ini sampai nanti sore kalian selesai 4 tantangan ini...... aku melakukan sedikit perubahan sesuai saran Nanwei.... tapi aku rasa 4 tantang sudah cukup membuat kalian tetap di depan monitor hingga sore.) “ ucap Barra dengan yakin sambil jari jemarinya mengetik sesuatu membuka akses untuk D4rkC0d3.


“ and one more thing..... this is an individual challenge not a team..... you do it yourself (dan satu lagi..... ini bukan tantangan tim..... kalian selesaikan masing-masing) “ ucapan terakhir Barra membuat Morten seketika tertunduk lemas.


“ Jeg er sikker på at jeg blir den siste som er ferdig (pasti aku yang terakhir selesai.....) “ ucap Morten lemas.


“ sister....will you help me (kakak ipar.... maukah kamu membantuku) “ bisik Morten dengan semangat.


“ starsiv “ suara tegas Barra membuat Morten kembali lemas.


“ alright....no sister help (baiklah.... tidak ada bantuan kakak ipar) “ ucap Morten dengan sedikit umpatan.


Nara mulai menggerakkan jari jemarinya di atas keyboard menyelesaikan satu persatu tantang yang sudah Barra tentukan, meskipun kedua matanya sudah sedikit terlihat serius tapi tetap saja Nara diam tidak bersuara sama sekali. Bahkan saat Marius atau pun Morten yang selalu bercanda saat latihan dan biasanya Nara sedikit menanggapi candaan kakak beradik Yilmaz, tapi kali ini sama sekali Nara tidak menanggapi candaan kakak beradik Yilmaz, Nara tetap berada dalam kondisi diam.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 lebih 30 menit sore hari atau 20 menit sebelum masuk waktu Ashar.


“ finished it (selesai) “ suara Nara seketika membuat kakak beradik Yilmaz melihat layar monitor Nara.


Barra segera berdiri dari kursinya dan melangkah melihat monitor Nara seperti yang kakak beradik Yilmaz lakukan.


“ wait a minute (tunggu sebentar) “ Barra dengan isyarat tangan meminta Nara tetap duduk di tempat.


Nara kembali diam menatap layar monitor tanpa ekspresi sementara Barra kembali ke tempatnya duduk memastikan nama jaringan Neptunia sudah menyelesaikan 4 tantangan yang sudah dia tentukan. Seketika kedua mata Barra membulat sempurna membaca grafik pergerakan script yang Nara buat, Barra melihat kedua mata Nara kembali tanpa ekspresi.


“ apa yang kamu pikirkan..... apa yang membuatmu diam “ gumam Barra dalam hati sambil melihat kedua mata Nara.

__ADS_1


Barra berdiri dari kursi dan mendekati Nara kembali.


“ take a rest (istirahatlah) “ ucap Barra pelan dan sudah cukup membuat Nara segera berdiri dari kursi dan melangkah keluar dari ruang latihan.


Kedua mata Barra dan kakak beradik Yilmaz menatap punggung Nara mengikuti hingga tubuh Nara tidak terlihat.


“ la han være i fred (biarkan, dia sendiri) “ ucapan pelan Barra membuat kakak beradik Yilmaz kembali sibuk dengan monitor masing-masing.


Sementara Nara sudah berada di dalam dorm Barra, Nara mengunci pintu dan melepas niqab, hijab, sarung tangan serta kaus kaki. Nara merebahkan tubuhnya di atas ranjang single bed yang biasa Barra pakai bila tidak pulang ke Apartemen.


“ kangen kakak.... Nara ingin pulang “ ucap Nara lirih dan sudah meneteskan air mata.


Hanya sebentar Nara meneteskan air mata dan mulai tertidur meski pun hanya 15 menit memejamkan mata sudah cukup membuat Nara segar kembali. Nara mengambil wudhu dan sholat Ashar, selesai Sholat Nara murojaah sebanyak yang dia bisa karena waktu latihan masih lama selesainya.


“ Alhamdulillah.... aku kira dia akan menangis “ gumam Barra membuat Nanwei yang sedari tadi memperhatikannya menjadi ingin tahu.


“ hva er det? Hvorfor stikker du øret? Hvem er inne? (ada apa? Kenapa kamu menempelkan telinga? Siapa di dalam? ) “ suara Nanwei membuat Barra melihat ke asal suara.


“ Neptunia “ jawab Barra singkat.


Nanwei bisa memaklumi kalau Nara yang berada di dalam, karena Nanwei sendiri sudah 2 kali menghadapi wanita hamil dengan kondisi emosi yang tidak stabil.


“ normal .... gravide kvinner må ha ustabil følelsesmessig tilstand .... noen ganger ønsker å være alene noen ganger ønsker å gråte, men noen ganger ønsker å holde litt avstand fra mannen sin .... fortsatt god Neptunia holder seg ikke borte fra GUN .... du vet hvor mange uker jeg har gal fordi kona min foretrekker å gå hjem til foreldrene sine enn hos meg (biasa.... wanita hamil pasti kondisi emosinya tidak stabil.... terkadang ingin sendiri terkadang ingin menangis bahkan terkadang ingin sedikit menjaga jarak dengan suaminya.... masih bagus Neptunia tidak menjauhi GUN.... kamu tahu sendiri berapa minggu aku gila karena istriku lebih memilih pulang ke rumah orang tuanya dari pada bersamaku) “ jelas Nanwei membuat Barra sedikit bisa memperkirakan apa yang Nara inginkan.


“ kan være .... Neptunia vil være alene (bisa jadi.... Neptunia ingin sendiri) “ ucap Barra yang mulai sedikit memahami perkiraan dari penjelasan Nanwei.

__ADS_1


“ det er nok .... ikke gjør gravide sinte .... det viktigste er timeplanen og målene er nådd. (sudahlah.... jangan membuat wanita hamil marah.... yang penting jadwal dan targetnya tercapai.) “ ucap Nanwei sambil menepuk bahu Barra.


Baru beberapa langkah Nanwei menjauh dari Barra, Nanwei kembali mendekati Barra dan menyerahkan sebuah map.


“ hva er dette (apa ini)? “ tanya Barra heran.


“ les det selv (baca sendiri) “ ucap Nanwei dan kembali melangkah menjauh dari Barra.


Barra membuka map tersebut dan seketika menepuk dahinya pelan.


“ wawancara “ gumam Barra terkejut.


Barra kembali ke ruang latihan menunggu kakak beradik Yilmaz hingga selesai dan membiarkan Nara berdiam di dalam dormnya. Hingga menjelang waktu pulang, Nara masih betah di selama dorm Barra. Afkar yang baru datang dan segera naik ke lantai 2 dari kejauhan tidak melihat keberadaan Nara di dalam ruang latihan dan hanya mendapati 3 orang pria, mulai memicingkan kedua matanya hingga kedua alisnya menyatu di tengah.


“ kenapa hanya mereka bertiga? Kemana istriku? “ gumam Afkar sambil melihat sekeliling yang memperhatikan setiap sudut ruang latihan yang hanya bersekat kaca dua arah.


Afkar mendekati ruang latihan dan dengan isyarat tangan meminta Barra keluar.


“ cari Nara? Dia ada di dalam dorm kurang lebih dari 3 jam yang lalu “ ucapan Barra membuat Afkar tidak percaya.


Saat Afkar hendak melangkah menuju dorm, Barra menghentikannya dan melemparkan tanda pengenalnya.


“ pakai ini untuk membuka pintu dorm... Nara menguncinya dari dalam “ ucapan Nara semakin membuat Afkar bingung.


Dengan langkah lebar Afkar menuju dorm Barra dan menempelkan tanda pengenal Barra untuk membuka pintu dorm pelan-pelan.

__ADS_1


__ADS_2