NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 37 GAME LAUNCH


__ADS_3

Afkar membantu Nara membuat simpul ikatan niqab, setelah selesai dengan simpul itu Afkar menyematkan sebuah bros berwarna silver tepat di atas telinga sebelah kiri Nara. Nara merasakan bros yang Afkar sematkan.


“apa ini mas?” tanya Nara heran.


Afkar menggeser tubuh Nara tepat di depan cermin untuk memperlihatkan bros yang telah dia sematkan. Nara terkejut melihat bros yang Afkar sematkan.


“mas ini terlalu berlebihan buat Nara.” Ucap Nara yang sudah melingkarkan kedua tangannya di leher Afkar.


“buat sayang..... tidak ada yang berlebihan" ucap Afkar sambil mengecup dahi Nara yang sudah tertutup niqab dengan rapi.


“kapan mas memesan ini? Tidak mungkin ada di toko mana pun bros dengan rangkaian zamrud membentuk nama mas" ucap Nara sambil meraba bentuk bros yang sudah menempel di niqabnya.


Tak menjawab pertanyaan Nara tapi segera menarik Nara keluar kamar karena sebuah mobil sudah menunggu mereka di bawah. Perjalanan ke lokasi peluncuran game kurang lebih lima belas menit, lokasi peluncuran game berada di sebuah ballroom fairmont quasar Istanbul hotel. Pemilik hotel ini adalah salah satu investor di Kant Software yang juga salah satu sahabat Murat.


Afkar menggenggam erat tangan kanan Nara, begitu juga Nara karena ini kedua kalinya Nara menghadiri sebuah pesta peluncuran game dibawah kepemimpinan Afkar. Dengan hati-hati Nara melangkah mengikuti langkah kaki Afkar yang sepertinya menyesuaikan lebar langkah kaki Nara. Saat pintu ballroom terbuka untuk mereka, Afkar semakin erat menggenggam tangan kanan Nara serasa tak mau melepasnya sedangkan tangan kiri Nara memegang lengan atas Afkar seperti takut bila Afkar meninggalkannya sendiri di acara ini.


“Assalamualaikum, sister-in-law..... GUN (Assalamualaikum, kakak ipar..... GUN)" salam Morten.


“waalaikumsalam”balas Nara dan Afkar bersamaan.


Nara sedikit lega melihat kakak beradik Yilmaz jadi tidak perlu kuatir lagi, karena dia tidak mengenal satu pun orang di acara ini.

__ADS_1


“sister don't worry all the food and drinks here are halal..... Zehed has arranged everything so sister can try everything (kakak ipar jangan kuatir semua makanan dan minuman disini halal..... Zehed sudah mengatur semua supaya kakak ipar bisa mencoba semua).” Ucapan Morten membuat Nara malu dan menempelkan wajahnya di lengan Afkar.


Afkar gemas dengan tingkah Nara dan membelai kepala Nara dengan tangan kanannya.


“vi dro dit først ... Jeg tar svogeren din for å møte onkel og hans forretningspartnere (kami kesana dulu.... aku akan membawa kakak ipar kalian menemui uncle dan rekan bisnisnya)” Ucapan Afkar sambil menunjuk ke arah Murat.


Membuat Morten tidak jadi menawarkan sepiring kecil makanan khas turki.


“Assalamualaikum” salam Afkar yang sudah berdiri di samping kiri Murat.


“wa'alaikumsalam” balas Murat dan beberapa rekan bisnisnya.


“onu tanıyor olmalısın... ve bu da karısı Febyanara (kalian pasti sudah mengenal dia.... dan ini istrinya Febyanara)" ucap Murat memperkenalkan Afkar dan Nara pada rekan bisnisnya yang menjadi investor di Kant Software.


Afkar berjalan ke sebuah panggung dengan masih menggenggam tangan Nara membuat Nara semakin malu banyak pasang mata melihat mereka, Afkar memang sengaja berjalan ke panggung dengan tetap menggenggam tangan Nara karena dia juga ingin menunjukkan bahwa wanita ini adalah Istrinya. Para wartawan segera mengabadikan moment itu berkali-kali mengarahkan Flash light pada mereka berdua membuat Nara sedikit bergeser ke belakang menyembunyikan matanya di balik lengan kiri Afkar, Afkar menepuk pelan punggung tangan kiri Nara dengan tangan kanannya. Hanya sepuluh menit Afkar memberikan kata sambutan yang selanjutnya Zehed melakukan sedikit pertunjukan cara memainkan game Escape Room, tak hanya Zehed yang menunjukkan kebolehannya.


Dokter Deniz yang juga memiliki koneksi dengan Kant Software ikut menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan game Escape Room, yang pada akhirnya Zehed dan Deniz melakukan pertarungan untuk memperebutkan point dan level tertinggi.


Tanpa Nara sadari ada sosok yang memperhatikannya sejak kakak beradik Yilmaz menyapa Nara juga Afkar.


“tidak mungkin...... tidak mungkin itu Nara yang aku kenal..... tapi kedua pria yang tadi menyapanya adalah pria yang sama yang aku kenal di kahfe melodi.” Gumam Ubet mencoba menyangkal apa yang baru saja dia lihat.

__ADS_1


Afkar membawa Nara menemui Felissa yang sedang berbicara dengan rekan-rekannya dan memperkenalkan Nara sebagai bagian dari anggota keluarga Sadhat juga Yilmaz. Afkar mengajak Nara duduk di sebuah meja di mana kakak beradik Yilmaz duduk.


“sayang..... duduk di sini ya.... sayang mau makan apa? Mas ambilkan.....” ucap Afkar sambil membelai kepala Nara.


“apa saja.... terserah mas" ucap Nara yang sudah meneguk segelas air mineral di depannya.


“sister you should try this..... this is so delicious (kakak ipar harus mencoba ini..... ini enak enak sekali)" ucap Morten sambil menyodorkan sepiring kecil kudapan.


“apa ini?” tanya Nara sambil melihat Afkar.


“sayang mau itu mas ambilkan.” Ucap Afkar yang sudah melangkah menuju sebuah buffet makanan.


Ubet yang masih memperhatikan Nara masih tidak percaya melihat perlakuan seorang pria yang dapat dengan santainya bisa membelai kepala Nara. sedangkan sepengetahuan yang dia ingat saat terakhir kali memegang tangan, Nara sudah berteriak-teriak seperti orang yang histeris membuat seluruh mahasiswa melihat mereka.


Afkar kembali membawa beberapa menu makanan dan mereka makan hingga Afkar menghabiskan satu porsi Vegan Manti, Murat mendekati Afkar dan mengajaknya berbincang-bincang dengan rekan-rekan bisnisnya.


“sayang..... mas kesana dulu ya..... take good care your sister (jaga kakak ipar kalian)” ucapan Afkar lebih terdengar seperti sebuah perintah di telinga Morten.


Dari tempatnya berdiri Ubet masih memandang Nara yang mencoba menghabiskan makan dan sesekali kedua pria yang sempat berkenalan dengannya terlihat jelas menyodorkan segelas minuman, Ubet berpikir keras apa hubungan Nara dengan Afkar big bosnya.


“apa mungkin..... big bos itu kakak yang dulu pernah di katakan para tetangganya bahwa kakaknya sedang tidak ada di rumah hingga membuatku menunggu berhari-hari sampai pria sialan itu mengusirku" gumam Ubet yang mencoba memahami hubungan antara Nara dan Afkar.

__ADS_1


Ubet tidak pernah bertemu dengan Fajrin karena begitu Ubet lulus kuliah, dia pergi merantau ikut saudara sepupunya di Kualalumpur. Ubet hanya melakukan kontak langsung dengan satya dan Azkar serta para pengawal Azkar.


“tapi wajah big bos sangat mirip dengan pria yang pernah mengancam dan mengusirku waktu itu" gumam Ubet yang masih melihat Nara sedang berbicara dengan kedua pria yang dia kenal di kahfe melodi.


__ADS_2