NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 52 MAKANAN


__ADS_3

Afkar kembali sibuk dengan pekerjaannya dan hanya berbicara sedikit pada Nara, itu pun Lief berkali-kali menyela mereka. Dan sudah beberapa malam ini Afkar selalu pulang pagi dan kembali ke kantor menjelang makan siang, antara kasihan juga sedih melihat Afkar yang bekerja keras sebagai CEO Rosenkrantz membuat Nara semakin merasa kalau saat ini Afkar tidak membutuhkan dirinya. Nara menatap kosong layar laptopnya yang menampilkan bukti transfer sejumlah uang dari kemenangan CodeR00t di kompetisi Real World CTF, yang berhasil membuat CodeR00t mendapatkan uang sejumlah enam puluh ribu pound sterling dari organisasi penyelenggara kompetisi Real World CTF karena mendapatkan penawaran tinggi dari seseorang yang menghendaki data hasil peretasan CodeR00t.


Otak dan mata Nara belum mampu fokus pada laptop di depannya, otaknya masih saja terpusat pada perubahan sikap Afkar sejak menduduki posisi CEO Rosenkrantz. Nara menundukkan kepala dan menarik nafas panjang menahan rasa sesak di dada, tiba-tiba terlintas dalam benaknya untuk mencari tahu apa yang sedang Afkar kerjakan hingga Afkar mengesampingkan dirinya. Nara keluar dari ruang komputer mencari Ines tapi tak mendekatinya, saat membuka pintu depan dan melangkah keluar rumah seorang pengawal segera berlari mendekatinya dengan isyarat tangan meminta Nara untuk masuk kembali. Entah apa yang pengawal itu katakan Nara tidak tahu karena para pengawal itu hanya bisa berbahasa Norsk, Nara segera kembali masuk ke dalam rumah sebelum pengawal itu menyentuhnya karena pengawal itu terus melangkah mendekatinya.


“ ini sebenarnya rumah siapa sih..... keluar rumah sebentar saja tidak boleh. ” Gerutu Nara dengan kesal.


Nara menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kesal, seorang pelayan pria dan seorang koki pria terlihat berjalan melewatinya membawa segala macam kebutuhan dapur. Nara melihat mereka sesaat dengan cemberut dan kesal.


“ ini sebenarnya rumah milik mas Afkar atau bukan sih..... serasa bukan rumah milik suami sendiri serasa milik orang lain saja " gerutu Nara kesal.


tiba-tiba Ines berjalan cepat dari arah pintu depan.


“ is madam looking for me (apa nyonya mencari saya)? ” tanya Ines dengan nafas tersengal-sengal karena sudah berjalan cepat sejak dari halaman depan.


Nara melihatnya sesaat dengan tatapan malas dan menghembuskan nafas kasar.


“ no (tidak) “ ucap Nara singkat dan bangkit dari sofa.


Nara melangkah masuk ke ruang server dan sesaat kemudian keluar dengan membawa laptop serta headsetnya melangkah masuk ke kamar tidur, Nara meletakkan laptop dan headset di meja yang tak jauh dari sebuah sofa kecil yang biasa mereka pakai murojaah setelah selesai sholat Shubuh. Nara keluar kamar dan melangkah ke dapur mencari sesuatu yang bisa di makan untuk meredakan rasa kesalnya, Ines mengikuti langkah kaki Nara mencoba membantu Nara dengan menyiapkan beberapa piring kosong juga beberapa botol air mineral. Nara mengeluarkan sebungkus anggur hijau, beberapa buah kiwi, apel, pear, dan meletakkan di atas meja dapur. Nara mengambil sebuah pisau saat hendak mengupas buah pear segera Ines meminta Nara menyerahkan pisau tersebut, Nara meletakkan kembali pisau itu dan kembali mencari sesuatu membuat Ines bingung karena Nara hanya diam tanpa mengatakan apa pun. Seorang pelayan pria menghampiri Ines dan meminta pisau yang Ines pegang.

__ADS_1


“ madam, are you looking for something? Let me look for you madam, just tell me what the madam wants (apa nyonya mencari sesuatu? Biar saya yang mencarinya, katakan saja apa yang nyonya inginkan). “ ucap Ines sambil masih mengikuti Nara yang masih membuka-buka lemari makanan.


Mendapati sebungkus roti tawar yang belum terbuka juga sebuah selai nanas, Nara mengambilnya dan mengamati setiap kata yang tertulis di bungkus roti dan selai tersebut.


“ L-cysteine....? “ gumam Nara membuat Ines bingung.


Nara meletakkan roti dan selai di meja dengan kasar dan melangkah masuk ke kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Ines yang kebingungan melihat tingkah Nara.


Nara melepas niqab hijab juga abaya dengan kasar di sembarang tempat.


“ jadi selama ini makanan yang mereka buat.... yang setiap hari aku makan..... ” gumam Nara dengan kesal juga jengkel.


“ madam, your fruit is ready (nyonya, buah anda sudah siap) “ ucap Ines membuat Nara meraih abaya dan berjalan mendekati pintu


Nara berdiri di belakang pintu dan membuka sedikit hanya selembar kurang lebih dua puluh centimeter.


“ give me your hand, hand over the grapes and mineral water (uluran tanganmu, serahkan buah anggur serta air mineral) “ ucap Nara pelan.


Ines menuruti permintaan Nara dan mengulurkan sekotak buah anggur yang tadi Nara ambil juga beberapa botol air mineral.

__ADS_1


“ what about the other fruit (buah yang lain bagaimana)? “ tanya Ines bingung.


“ you eat it (kamu makan saja) “ ucapan Nara semakin membuat Ines bingung.


Nara menutup kembali pintu kamarnya dan meletakkan buah serta air mineral di dekat laptopnya, melepas abaya dengan buru-buru dan meletakkan di ranjang.


Nara terduduk memeluk kedua lututnya dan menangis histeris mengetahui apa yang sudah dia makan selama ini. Air matanya membasahi kedua pipinya tanpa berusaha menghapusnya, untuk beberapa menit Nara menangis meluapkan rasa kesal marah jengkel kecewa juga sedih. Dengan mata sembab dan merah Nara berdiri dan mencari ponselnya untuk mengirim pesan. Nara melihat laptopnya yang sedari tadi belum dia nyalakan, Nara segera duduk di sofa dan meletakkan laptop dipangkuannya. Jari jemari Nara mengetik sesuatu untuk mencari tahu apa saja yang dia butuhkan dan dimana saja dia bisa mendapatkannya. Kedua matanya mengedarkan pandangan ke seluruh sudut kamar dan tersenyum tipis mendapati sebuah lemari es kecil yang biasa mereka pakai untuk menyimpan minuman dingin. Afkar menyediakan lemari es kecil ini untuk Nara agar saat tengah malam bila haus tidak mengharuskan keluar kamar mengambil air minum di dapur.


Nara menulis apa saja yang dia inginkan di sebuah kertas dan segera memakai abaya hijab juga niqabnya untuk keluar kamar menyerahkan kertas itu pada Ines.


Ines terkejut mendapati Nara yang tiba-tiba menyodorkan secarik kertas bertuliskan banyak hal.


“ buy this all according to what I wrote (belikan ini semua sesuai yang aku tulis) “ ucap Nara dan kembali masuk ke kamar.


Nara menunggu Ines di kamar cukup lama untuk membawa semua apa yang di butuhkan, selepas Ashar pintu kamar Nara di ketuk. Dengan cepat Nara mengenakan abaya hijab juga niqab dan membuka pintu kamar mendapati Ines membawa semua yang dia inginkan, Nara menyuruh Ines meletakkannya di sofa.


“ Bismillah semoga cukup untuk dua tiga hari kedepan " gumam Nara sedikit mulai tenang.


Nara menyimpan beberapa jenis sereal dan benda lain yang dia butuhkan di sebuah lemari di dekat lemari es kecil, mengeluarkan semua botol air mineral dan menyimpan buah-buahan ke dalam lemari.

__ADS_1


“ baiklah.... mulai hari ini aku akan makan ini saja " gumam Nara.


__ADS_2