
“ mmmmm..... can you guys do one more thing...... I want you to testify as expert witnesses at Gustaf and Kalle's trial..... I will give you whatever you ask for..... (mmmmm..... bisakah kalian melakukan satu hal lagi...... aku ingin kalian bersaksi sebagai saksi ahli di persidangan Gustaf dan Kalle..... aku akan berikan kalian apa pun yang kalian minta.....) “ ucap Afkar berharap bisa menghadirkan mereka sebagai saksi ahli di persidangan Gustaf nanti.
CodeR00t terlihat tersenyum lebar seperti mendapatkan suatu hadiah yang besar.
“ you can send the request to this email....he is our supervisor at NSEC.....if our supervisor gives us permission as expert witness.....we will be very happy to attend as expert witness...... and regarding your offer regarding our request....can we say after this case is over (kamu bisa mengirim permintaan itu ke email ini.... dia pengawas kami di NSEC..... kalau pengawal kami memberi izin kami sebagai saksi ahli..... kami akan sangat senang hadir sebagai saksi ahli...... dan mengenai tawaranmu tentang permintaan kami.... bisakah kami katakan setelah kasus ini selesai) “ ucap hkkiw0823 sambil mengetik sebuah alamat email untuk Afkar.
Afkar tersenyum tipis melihat alamat email yang hkkiw0823 tunjukkan, alamat email yang sangat dia kenal.
“ fine..... i'll charge all of this.... and you should be prepared to determine what you want from me..... but if you want Rosenkrantz or Neptunia.... sorry I can't make that happen.... that two things that I must keep it forever. (baiklah... aku akan tagih semua ini.... dan kalian harus bersiap menentukan apa yang kalian minta dariku..... tapi kalau kalian meminta Rosenkrantz atau Neptunia.... maaf aku tidak bisa mewujudkan itu.... itu 2 hal yang harus aku pertahankan sampai kapan pun.) “ ucapan Afkar membuat CodeR00t terkejut karena di luar pemikiran mereka.
“ there's no way we can ask for those two things.... Neptunia is too scary for us..... just one point of fire she knows where it came from..... all the sources of fire that exist..... and we also can't ask Rosenkrantz.... we only know the hacking world.... don't know the business (tidak mungkinlah kami meminta 2 hal itu.... Neptunia terlalu menakutkan bagi kami..... satu titik api saja dia tahu asalnya..... habis semua sumber api yang ada..... dan kami juga tidak mungkin meminta Rosenkrantz.... kami hanya tahu dunia peretasan.... tidak tahu bisnis) “ ucapan paprika2 membuat Afkar bingung.
“ api.... apa maksudnya? “ gumam Afkar dalam hati sambil melihat Nara yang sudah memejamkan mata dengan posisi masih terduduk.
Entah sejak kapan Nara terlelap dengan posisi duduk, Afkar pun mengakhiri sambungan dengan CodeR00t. Melihat posisi tidur Nara yang menurutnya kurang nyaman membuat Afkar menarik nafas panjang.
“ semoga saja masih kuat mengangkat sayang ke kamar...... sekarang sudah bukan sayang lagi yang harus mas angkat tapi ada 3 nyawa yang harus mas angkat “ gumam Afkar sambil merapikan laptopnya.
Afkar mengangkat tubuh Nara yang sudah tidak terasa ringan lagi untuk memindahkan dari kursi ke ranjang, dengan perlahan Afkar meletakkan tubuh Nara. Memandang wajah tenang Nara membuat hati dan otak Afkar tenang. Sebelum Afkar ikut terlelap, Afkar mengirim pesan pada Lief juga pada ketiga sepupunya.
__ADS_1
Merasa bahwa masalah yang berkaitan dengan Gustaf seperti gunung es, membuat kepala Afkar terasa panas dan penat. Permasalahan yang terlihat kecil di permukaan tapi saat menyelam lebih dalam ternyata kekacauan yang dibuat Gustaf sangat besar sekali, lebih besar dari apa yang Afkar perkirakan. Malam ini Afkar ingin mengistirahatkan otak dan hatinya dengan memeluk tubuh yang menjadi candunya, tapi mulai besok dia akan menghabisi gunung es itu dengan bukti-bukti dari CodeR00t.
“ tidur saja masih mengerutkan dahi..... “ gumam Nara yang sudah terbangun 1 menit yang lalu.
Mengamati wajah tampan pria dewasa yang halal baginya, memainkan jari telunjuknya di setiap titik-titik wajah Afkar adalah hal yang menyenangkan bagi Nara.
“ kalau senyum begini terlihat lebih tampan “ gumam Nara dalam hati sambil dua jari telunjuknya menarik sedikit sedikit kedua sudut bibir Afkar.
Ingin rasanya Nara mencium bibir yang membuatnya tidak bisa menolak setiap kalimat yang keluar dari bibir itu, tapi apa daya dengan perut yang sudah membuncit membuatnya sulit untuk memperpendek jarak antara dirinya dan Afkar. Saat jari telunjuk tangan kirinya membelai bibir Afkar, tiba-tiba Afkar menjepit jari Nara dengan bibirnya. Afkar menggenggam tangan kiri Nara dan menahannya agar tetap berada di dalam mulutnya untuk sesaat.
“ mas.... jari Nara.... “ suara manja Nara membuat Afkar gemas.
Afkar melepas tangan kiri Nara dan memberikan Nara ciuman kecil di bibir sebelum membantu Nara bangun.
Terlihat sinar mata ceria mendengar Afkar mengizinkan dirinya untuk pergi ke markas Shield lagi.
Selesai dengan aktivitas pagi termasuk makan pagi, Nara melihat Afkar yang sudah terlihat rapi dengan celana kain dan tshirt berwarna hitam sedang memilih sebuah jas yang lebih terlihat seperti sebuah kemeja atau coat berwarna coklat.
“ kenapa melihat mas seperti itu..... ? “ tanya Afkar sambil mengenakan jas berwarna coklat
__ADS_1
“ peluk... “ suara manja Nara membuat Afkar mencubit pipi chubby Nara.
Karena Nara sudah tidak bisa di peluk dari depan, maka Afkar memeluk Nara dari belakang.
“ hari ini sayang bisa berlatih kembali di markas..... 2 kompetisi D4rkC0d3 tanpa kehadiran sayang..... mas yakin sayang bisa mengejar point sayang yang tertinggal..... tapi ingat jangan terlalu capek jangan terlalu berpikir keras.... ini harus tetap di jaga.... nanti siang kita makan bersama... sayang mau makan apa.... apa mas perlu pesankan pada Dennis? “ ucap Afkar yang sudah melingkarkan kedua tangannya di perut Nara dan menyandarkan dagunya di kepala Nara.
“ apa saja.... yang penting makan siang sama mas.... “ ucap Nara sambil meraih sebuah niqab.
Seperti biasa Afkar membantu Nara membuat simpul niqab di kepala Nara.
Sejak peristiwa di SPILLEXPO, Afkar tidak mengizinkan Nara untuk pergi ke markas Shield mengingat Nara belum boleh memgenakan sarung tangan dan juga karena Gustaf masih berkeliaran. Tapi hari ini Afkar kembali mengantar Nara hingga ke markas Shield membuat suasana Shield ramai kembali. Barra yang sedang menghabiskan makan paginya bersama kakak adik Yilmaz begitu melihat Nara dan Afkar keluar dari mobil segera tersenyum.
“ sister-in-law..... why you come bring some drum (kakak ipar...... kenapa kemari bawa drum)? “ suara keras Morten membuatnya mendapat tatapan tajam dari Afkar.
“ mas.... matanya itu lo.... “ bisik Nara membuat Afkar menetralkan tatapan matanya.
Afkar mengantar Nara mendekati Barra dan kakak beradik Yilmaz.
“ aku titip Nara..... nanti siang aku kemari “ ucap Afkar sambil membelai punggung Nara.
__ADS_1
“ memangnya ini tempat penitipan istri “ ucapan Barra membuat Nara menusuk pinggang Afkar dengan jari telunjuk tangan kanannya.
“ geli sayang..... mas tinggal dulu....jangan bandel..... jangan lupa makan.... kalau mengantuk minta kakak sayang tunjukkan dimana Dorm sayang. “ ucap Afkar sambil mengecup puncak kepala Nara dan berlalu pergi.