NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 219 RUXCON HACKER VILLAGE (4)


__ADS_3

Saat laptop sudah terhubung dengan perangkat tersebut rasa senang Nara hanya sesaat karena di dalam server tersebut tidak ada script mentah sama sekali hanya label nama perangkat. Kepala Nara tiba-tiba terasa berdenyut, disaat Nara bingung apa yang dia temukan handy talky yang dia simpan di saku abaya berbunyi dan terdengar suara dbuq yang terdengar jelas sangat gugup memanggil Neptunia.


“ Neptunia.... Jeg fant en server som ikke har et skript i det hele tatt... og er bare en skriptbeskrivelse av enhetsnavnet (Neptunia.... aku menemukan satu server yang sama sekali tidak ada scriptnya... dan hanya berupa script keterangan nama perangkat) “ suara gugup dbug membuat Nara sadar bahwa mereka menemukan kendala yang sama.


Belum sempat Nara menjawab suara dbus, javex memanggil Neptunia dan mengatakan hal yang sama yang dbuq katakan. Mendengar suara gugup dbuq sudah cukup membuat Nara lemas dan mendengar suara javex membuat Nara terduduk bersandar di samping rak server yang dia temukan.


“ starsiv... fant du det vi fant (starsiv... apa kau menemukan apa yang kami temukan)? “ suara Nara mungkin membuat javex juga dbuq semakin gugup.


“ det stemmer..... Jeg skal prøve å fjernstyre enheten som javex fant.... og du prøver å fjernkontrollere enheten som fant dbuq (betul sekali..... aku akan coba remote perangkat yang di temukan javex.... dan kau coba remote perangkat yang di temukan dbuq) “ suara Morten sedikit banyak membuat Nara lega karena ada yang membantuknya memecahkan masalah.


Nara mulai sibuk mengetik untuk perangkat yang di depannya, setelah selesai dengan perangkatnya. Nara mulai mengendalikan perangkat yang dbuq temukan, mereka berkomunikasi mengunakan handy talky dan menggunakan bahasa Norsk. Tanpa Nara sadari sudah ada 3 pemain dari tim lain yang duduk tidak jauh dari Nara dan melakukan hal yang sama dengan Nara, tapi mereka hanya menulis script untuk perangkat yang di depan mereka saja. Mereka memang dapat mendengar pembicaraan D4rkC0d3 tapi mereka tidak paham apa yang D4rkC0d3 bicarakan karena mereka tidak mengerti bahasa Norsk. Ini menjadi keuntungan bagi D4rkC0d3, D4rkC0d3 dapat mendengar dan mengerti apa yang pemain lain diskusikan di handy talky tapi pemain lain tidak mengerti apa yang D4rkC0d3 diskusikan.

__ADS_1


Afkar, Barra dan yang lainnya hanya bisa melihat aksi para pemain yang berada di luar Rialto tower dari belasan layar lebar yang menampilkan rekaman CCTV yang terhubung dengan server penyelenggara kompetisi. Kedua mata Afkar bergerak kesana kemari mencari sosok Nara yang beberapa kali terlihat di layar televisi yang sama.


“ kompetisi ini lebih tidak masuk akal dari kompetisi sebelumnya.... “ gumam Afkar sambil mengamati Nara yang terlihat duduk bersandar di sisi rak server dengan kedua kaki yang lurus sebagai alas laptop.


Meski pun perut Nara yang sudah membesar tidak menghalangi kedua tangannya menari nari di atas keyboar laptop. Scaryrobot mulai terlihat meneteskan keringat dingin di kedua pelipisnya membuat Barra mengepalkan kedua tangannya, Lief yang kedua matanya hanya tertuju pada Nara sesekali terlihat menggerak gerakan tangan kanan atau tangan kiri seperti berusaha membantu Nara menarik kabel atau pun berusaha membantu Nara menancapkan kabel di interface server. Apa yang Lief lakukan sempat beberapa kali menarik perhatian penonton yang lain dan membuat mereka tersenyum tipis terkesan mengejek Lief, Zarya dan Mari yang duduk di sebelah Lief menjadi merasa malu melihat beberapa orang yang melihat Lief.


“ Hvis bare vi kunne bytte plass... Jeg vil være langt borte fra Lief (kalau saja kita bisa berpindah tempat duduk.... aku ingin jauh jauh dari Lief) “ ucap Zarya pelan dan mendapatkan anggukan kepala dari Mari.


Marius yang bertanggung jawab terhadap server pusat beberapa kali mendapatkan senyum yang terkesan merendahkan dari kapten tim the duck mau pun hackerscrew yang ternyata mereka berdua berada di samping dan belakang Marius.


Meski pun menurut Saika sudah pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Marius.

__ADS_1


“ my opponent isn't Neptunia..... its piece of cake..... I will shut down your server a second after the judge gives the attack signal (lawanku ternyata bukan Neptunia..... kecil..... aku akan memadamkan servermu 1 detik setelah juri memberi aba-aba serangan) “ suara pelan juga sombong linz3 membuat Marius tersenyum kecut.


Marius tetap fokus pada apa yang harus dia tulis di laptopnya dan fokus pada apa yang anggota timnya katakan, hingga saat yang lainnya terdiam suara tawa kecil Marius terdengar.


“ Neptunia.... hvordan møtte du saika og linz3 i forrige konkurranse..... så de ned på deg også? (Neptunia.... bagaimana kamu menghadapi saika dan linz3 di kompetisi sebelumnya..... apa mereka juga memandangmu sebelah mata?) “ ucap Marius membuat dbuq juga javex merinding.


“ ignorer dem..... vi er nye spillere til dette formatet.... og de er gamle spillere som har vunnet flere ganger..... du bare påpeker at D4rkC0d3 er motstanderen de må regne med... (abaikan saja mereka..... kita pemain baru di format ini.... dan mereka pemain lama yang sudah beberapa kali juara..... kau tunjukkan saja bahwa D4rkC0d3 lawan yang harus mereka perhitungkan.... ) “ suara Nara dari handy talky membuat saika dan linz3 hampir bersamaan menatap Marius.


Membuat Marius bergidik ngeri, entah ngeri karena tatapan saika dan linz3 atau ngeri karena ucapan Nara. Nara dan yang lainnya sudah selesai menghubungkan dua server cabang ke server pusat dan giliran Marius untuk sedikit melakukan penyesuaian script agar server cabang mau pun server pusat memiliki konfigurasi yang sesuai dengan syarat yang sudah di tentukan oleh pihak penyelanggara kompetisi.


Kompetisi sudah berjalan selama dua jam, Nara dan yang lainnya mulai bergerak kembali mencari tiga unit server di ruang server yang berbeda. Meski pun ruang server yang para peserta cari berada di gedung yang sama tapi satu gedung bisa memiliki ruang server lebih dari dua dan dalam satu ruang server ada puluhan perangkat server.

__ADS_1


Saat Nara hendak keluar dari ruang server, byt3 melihatnya dan terlihat jelas tatapan mata Nara penuh semangat membuat Byt3 sedikit gugup karena dirinya belum menemukan satu server yang lain yang berada di ruangan ini. Nara menuju lantai 41, begitu juga dengan dbuq javex dan starsiv. Mereka menuju ruang server kedua.


“ Venner... Jeg må gå til lobbyen først... Jeg vet ikke hvilken etasje det andre serverrommet er (teman teman.... aku harus ke lobi dulu.... aku tidak tahu ruang server yang kedua di lantai berapa) “ suara javex membuat dbuq dan starsiv menepuk dahi hampir bersamaan.


__ADS_2