
“ Mas pakai ini..... malu itu masih terlihat merah “ rayu Nara saat ingat kalau jejak di leher Afkar masih terlihat jelas.
Nara menyodorkan sebuah syal berwarna gelap, Afkar memegangnya sesaat dan menyerahkan kembali pada Nara sambil tersenyum
“ kenapa harus malu?.... sudah halal masih malu “ ucap Afkar sambil menggandeng tangan Nara untuk keluar rumah.
Akhirnya Nara pasrah dengan sikap Afkar yang tidak mau mengenakan syal untuk menutupi jejak merah di leher Afkar yang belum pudar. Afkar mengambil alih tas punggung yang Nara bawa dan mendorong pelan Nara untuk segera masuk ke dalam mobil.
Hari ini Afkar mengantar Nara ke markas Shield memperkenalkan secara resmi bahwa Neptunia menjadi salah satu bagian dari Shield dan akan bergabung dengan scaryrobot dan starsiv. Karena berbagai pertimbangan Afkar memutuskan memakai seorang supir untuk mengantarnya ke markas Shield mau pun ke gedung Rosenkrantz, dan seperti biasa 2 buah mobil pengawal mengawal mereka di depan dan belakang. Sedangkan Ines duduk di depan bersama supir.
“ kenapa cemberut? “ ucap Afkar yang masih menggenggam tangan kanan Nara.
Nara tidak menjawab pertanyaan Afkar tapi langsung menyembunyikan matanya di belakang lengan kiri Afkar.
“ malu “ cicit Nara.
“ hahahahaha..... “ tawa Afkar membuat Ines dan seorang supir menjadi menahan tawanya.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 20 menit, mobil berhenti tepat di depan lobi markas Shield. 4 pengawal langsung keluar dari 2 mobil yang mengawal mereka dan berjaga-jaga, seorang pengawal melihat sosok mencurigakan sesuai dengan ciri-ciri yang Fajrin pernah sebutkan. Pengawal itu melakukan kontak dengan 3 pengawal yang lain juga Ines, Ines membuka pintu di sisi Afkar duduk dan segera membisikkan sesuatu. Afkar melihat ke arah yang Ines maksud dan tersenyum sinis.
“ mas... tunggu “ ucap Nara sedikit berteriak sambil memakai tas ranselnya.
Karena Afkar masih memusatkan matanya pada sosok yang mencurigakan, Afkar mengulurkan tangan kirinya tanpa melihat Nara dan segera membawa masuk ke dalam markas Shield. sementara 2 pengawal dan Ines berjaga di pintu lobi, 2 pengawal memarkir mobil di basement dan 1 mobil tetap berjaga di depan lobi markas Shield.
Sepanjang kaki melangkah dari lobi hingga masuk ke dalam Lift, sosok Afkar dan Nara tidak lepas dari pandangan para anggota Shield baik manager mau pun para pemain Shield.
“ GUN er tilbake (GUN sudah kembali) “
__ADS_1
“ se på GUNs hals ... ser ut som de fremdeles nyter sitt nygifte liv (lihat leher GUN.... sepertinya mereka masih menikmati masa-masa pengantin baru) “
“ klubben vår blir sterkere .... Neptunia blir med oss (klub kita semakin kuat.... Neptunia bergabung dengan kita) “
“ er du sikker på at Neptunia blir med oss (kamu yakin Neptunia bergabung dengan kita)? “
“ la oss bare gå opp, sikkert vil GUN si noe til oss (kita naik saja, pasti GUN akan mengatakan sesuatu pada kita semua) “
Beberapa kalimat yang para pemain baru atau trainee bicarakan saat melihat GUN menggenggam erat tangan Neptunia dan membawa masuk ke dalam lift.
Sampai di lantai 3 tempat para manager tim berkumpul, saat Afkar dan Nara keluar dari lift seketika tepuk tangan para manager dan pemain yang sedang berkumpul menyambut kedatangan mereka. Nara merasa malu dan seperti biasa menyembunyikan dirinya di belakang lengan kiri Afkar.
“ jangan takut “ ucap Afkar pelan dan semakin erat menggenggam tangan Nara.
“ bukan takut tapi malu.... itu terlihat semua “ cicit Nara membuat Afkar tersenyum.
“ du blir besittende (kamu semakin posesif) “
“ wow ...... GUN det er noe på nakken din (wow...... GUN ada sesuatu di lehermu) “
“ Den tilslørte kona er varmere enn jeg trodde (istri bercadar ternyata lebih panas dari yang aku kira) “
“ GUN .... du ser mer kjekk ut i dag (GUN....kamu terlihat lebih tampan hari ini) “
Beberapa ucapan dari para manager tim saat melihat Afkar dan Nara melewatinya untuk naik ke ruangan Nanwei. Nanwei tidak terkejut dengan kedatangan mereka berdua tapi Nanwei terkejut dengan jejak merah di leher Afkar, Nanwei dengan menahan senyum mendekati dan menyentuh bahu Afkar.
“ er det et insekt i rommet ditt som liker å suge nakken (apa di kamarmu ada serangga yang suka menghisap leher)? “ Afkar tersenyum tipis mendengar pertanyaan Nanwei dan menarik tubuh Nara ke dalam dekapannya.
__ADS_1
“ ja ..... for et vakkert insekt (ya..... serangga yang sangat cantik) “ ucap Afkar sambil mencium puncak kepala Nara.
“ Neptunia ..... how do you do (Neptunia..... bagaimana kabarnya)? “ pertanyaan Nanwei membuat Nara malu dan membenamkan kepalanya di dada Afkar.
“ hahahahaha.... “ Afkar dan Nanwei tertawa terbahak-bahak melihat respon Nara.
Karena suara keras mereka berdua, Barra menjadi tertarik untuk masuk ke dalam ruangan Nanwei.
“ GUN .... du er her, hvorfor fortalte du det ikke til meg (GUN.... kamu kesini kenapa tidak bilang-bilang) “ ucap Barra saat membuka pintu ruang Nanwei.
Barra masih belum mengetahui kalau Nara ikut karena Nara berada di depan pelukan Afkar, tapi saat Nara mendengar suara Barra. Nara segera mengintip dari celah antara lengan dan tubuh Afkar.
“ kakak “ teriak Nara bahagia dan melepaskan diri dari pelukan Afkar.
Nara melangkah menghampiri Barra, sedangkan Barra tertegun dengan penampakan leher Afkar. Saat Nara berdiri di depan Barra dan hendak memeluk Barra, Barra seketika melipat kedua tangannya di dada membuat Nara heran. Dengan isyarat mata Barra meminta Nara berbalik dan melihat Afkar yang sudah menatapnya tajam seperti ingin menghabisi Barra. Nara tersenyum dan kembali melihat Barra, mengabaikan Afkar untuk memeluk Barra.
“ GUN .... det er ikke meg som klemmer deg .... du ser selv hvem som klemmer meg (GUN.... bukan aku yang memeluk.... kamu lihat sendiri siapa yang memeluk aku) “ goda Barra membuat Nanwei menahan senyum.
“ sayang kemari “ ucap Afkar membuat Barra merenggangkan pelukan Nara dan mendorong pelan Nara untuk kembali ke sisi Afkar.
“ elsker slave (dasar budak cinta) “ gumam Barra pelan tapi terdengar jelas di telinga Nanwei juga Afkar.
Afkar mengajak Nara untuk duduk di sofa dan menyuruh Nanwei untuk duduk tepat di depannya, saat Barra hendak duduk di samping kanan Nara segera saja Afkar berdiri dan menggeser Nara untuk duduk di pinggir sebelah kiri Afkar.
“ Nara er virkelig din kone, men hun er min søster ..... Jeg har sett alt lenge før du så henne (Nara memang istrimu tapi dia adikku..... aku sudah melihat semuanya jauh sebelum kamu melihatnya) “ goda Barra membuat Afkar semakin posesif dengan memeluk erat pinggang Nara.
Nanwei menggelengkan kepalanya heran melihat sikap Afkar yang sangat posesif pada Neptunia.
__ADS_1