NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 211 ISAK TANGIS


__ADS_3

Kompetisi Hacker Playground berakhir dengan kemenangan the duck yang unggul 500 point dari D4rkC0d3, perbedaan point yang sangat besar bagi D4rkC0d3. Disaat salah seorang juri menyebutkan detail perolehan 10 tim dengan point terbanyak dan hadiah apa saja yang berhak di terima oleh pemilik tiga point tertinggi, kedua mata Nara masih fokus dengan layar laptopnya.


“ seharusnya 10 baris ini mampu memerahkan server mereka dalam hitungan 3 detik..... tapi kenapa tidak bisa.....? kenapa justru server kami yang menjadi bermasalah....? “ gumam Nara sambil mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.


Morten melirik Nara menjadi merasa bersalah, Morten menyadari kesalahan yang dia buat tapi tidak berani mengatakan pada javex atau pun Marius.


Saat seorang juri menyebut nama D4rkC0d3, Marius dengan sigap menarik hijab Nara membuat Nara sedikit terkejut dan dengan terpaksa mengikuti langkah Marius.


Satu persatu anggota D4rkC0d3 menerima uluran jabat tangan dari kelima juri kecuali Nara, Marius menerima sebuah trofi dan sebuah papan yang bertuliskan sejumlah uang yang mereka terima sebagai hadiah pemenang kedua.


Saat proses penyerahan hadiah selesai, serorang juri mengarahkan the duck untuk melakukan sedikit interview atau press conference dengan para wartawan di ruangan yang sudah pihak penyelanggara siapkan. Nara berjalan cepat mencari keberadaan Afkar, karena banyaknya orang membuat Nara kesulitan mencari sosok Afkar sehingga membuat Morten sedikit menarik lengan kiri Nara menunjukkan keberadaan Afkar.


Melihat Afkar yang sudah menunggunya di pintu keluar para manager membuat kedua mata Nara terasa panas menahan air mata, dengan sedikit cepat Nara menghampiri Afkar dan tiba-tiba memeluk Afkar. Membuat Afkar yang sedang berbicara dengan beberapa manager tim lain sedikit terkejut.


“ maaf Nara salah.... “ ucap Nara pelan dengan air mata yang sudah membasahi tepi kain niqab yang berada tepat di bawah kedua matanya.


Afkar menepuk tangan kanan Nara dan memutar tubuhnya agar sebisanya membalas pelukkan Nara, air mata Nara semakin deras mengalir. Yang bisa Afkar lakukan saat ini hanya memeluk dan membiarkan Nara menyelesaikan tangisnya, sesekali Afkar menarik nafas panjang dan membelai lembut punggung Nara. Selama kurang lebih lima menit Nara menumpahkan semua penyesalan juga kesedihannya, hingga terlihat dbug dan javex yang harus menenteng barang-barang Nara juga yang lainnya.


“ vi er tilbake til hotellet nå (kita kembali ke hotel sekarang) “ ucapan Barra yang terdengar sedikit kecewa membuat kelima anggota D4rkC0d3 mengikuti langkah kaki Barra.


Tak terkecuali Nara yang berusaha mendorong tubuh Afkar agar mengikuti langkah Barra sedangkan Nara berjalan di belakang Afkar. Afkar paham dengan perasaan Nara tapi di dalam sebuah kompetisi ada kalanya sebuah tim dapat dengan mudah menang atau pun kalah.

__ADS_1


Sampai di lobi hotel tempat mereka menginap, Barra menghentikan langkahnya.


“ pakk tingene dine... i kveld kommer vi tilbake til Jakarta..... Lief... kan du være så snill å ombestemme Sundth Air-flyet (kemasi barang kalian.... malam ini juga kita kembali ke Jakarta..... Lief.... bisakah kau mengatur ulang jadwal penerbangan Sundth Air) “ suara tegas Barra membuat para D4rkC0d3 dengan cepat melangkah menuju lift


Begitu juga dengan Nara yang sudah menarik tangan Afkar masuk ke lift bersama yang lain.


“ Neptunia .... er det noe galt med strategien din


(Neptunia.... apa ada yang salah dengan strategimu)? “ pertanyaan javex yang tiba-tiba membuat Nara menggelengkan kepala dengan cepat.


“ det burde være med Neptunias strategi..... vi kan gå inn i andas nettverk som å gå inn i hackerscrew-nettverket.... (seharusnya dengan strategi Neptunia..... kita bisa masuk jaringan the duck seperti masuk ke jaringan hackerscrew....) “ ucapan dbuq membuat Marius menganggukan kepalanya.


Morten hanya bisa diam seribu bahasa tidak berani ikut berdiskusi seperti yang dbuq dan javex lakukan, Afkar melihat Morten sesaat mendapati Morten tertuduk dalam diam.


“ det er allerede morgendagens diskusjon.... nå pakk sakene dine (sudah besok saja di diskusinya.... sekarang kemasi barang-barang kalian) “ ucap Afkar sambil menarik Nara melangkah keluar dari lift.


Di dalam kamar Nara melepas kain hitam yang menutupi tubuh juga wajahnya dan segera masuk ke kamar mandi, tidak ada satu kata pun yang terucap dari mulut Nara. Afkar hanya memperhatikan apa yang Nara lakukan dan tiba-tiba Afkar mengulas senyum tipis melihat apa yang Nara lakukan di dalam kamar mandi. Afkar mengikuti apa yang Nara lakukan dan mereka mulai sholat berjamaah jamak takhir Dhuhur dan Ashar, belum juga Afkar berdoa terdengar kembali isakan tangis Nara. Membuat Afkar mengurungkan niatnya untuk berdoa, dan memilih memeluk erat Nara.


“ di sebuah kompetisi pasti ada yang kalah dan ada pemenang..... mungkin saat ini kalian menjadi yang kalah.... tapi bukan berarti di kompetisi berikutnya sayang akan kalah juga.... “ ucap Afkar berusaha menenangkan tangis Nara.


Nara memandang sesaat kedua mata Afkar.

__ADS_1


“ script.... port.... kabel.... sudah benar semua.... seharusnya server the duck mengalami apa yang hackerscrew alami..... tapi ini tidak terjadi sama sekali pada the duck “ ucap Nara dengan wajah serius memikirkan apa yang salah dari strateginya.


Afkar tersenyum mendengar ucapan Nara.


“ besok saja kita bahas.... sekarang kita kemasi pakaian kita..... Barra pasti sudah menunggu di bawah “ ucap Afkar sambil membantu Nara berdiri.


Afkar dan Nara mulai mengemasi barang-barang mereka sepuluh menit kemudian mereka keluar kamar, bertemu dengan javex yang terlihat jelas memikirkan sesuatu. Bahkan saat pintu lift terbuka pun terlihat jelas javex masih mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.


Di lobi sudah berkumpul semua, melihat kedatangan javex dan Nara juga Afkar membuat Barra segera menghubungi kendaraan yang dia sewa untuk mengantar ke bandara international Changi.


Perubahan jadwal penerbangan yang mendadak membuat Lief sedikit kesulitan melakukan perubahan jadwal Sundth air karena bandara international Changi adalah salah satu bandara tersibuk di dunia, yang akhirnya membuat mereka harus menunggu di sebuah lounge selama tiga jam lebih. Dan saat Lief menerima informasi bahwa jadwal penerbangan Sundth air sudah di setujui oleh pihak Airnav, dengan cepat mereka berjalan keluar dari lounge dan mendapati buggy car yang kosong. Afkar segera menghentikan buggy car tersebut, Nara dan yang lainnya segera naik ke buggy car dan menuju pintu VVIP yang terdekat dengan posisi parkir Sundth air.


Selama penerbangan ini tidak ada satu kata pun terucap dari para D4rkC0d3, semua diam sibuk dengan pemikirannya masing-masing hingga Mari bersuara menanyakan keadaan Nara.


“ Er det noe som gjør deg ukomfortabel (ada yang membuatmu tidak nyaman kah)? “ pertanyaan Mari memecah kesunyian kabin


Nara hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.


Sampai di bandara international Soekarno Hatta, sudah menunggu dua buah mobil berjenis van yang akan membawa mereka kembali ke kediaman Afkar.


Bahkan sampai di kediaman Afkar pun, D4rkC0d3 masih diam seribu bahasa. Dan saat mereka sudah berada di ruang tengah, tiba-tiba Barra bersuara.

__ADS_1


__ADS_2