
“ takk for at du er ærlig.....kanskje det er best i neste konkurranse......vi bytter posisjon (terima kasih sudah jujur..... mungkin sebaiknya di kompetisi berikutnya...... kita bertukar posisi) “ ucap Nara yang terdengar tenang tapi dalam hati Nara sangat marah pada Morten yang tidak mempercayai strateginya.
“ Svoger.....ikke vær slik...... Jeg vet jeg tok feil..... Svoger tilgi meg (kakak ipar..... jangan begini...... aku tahu aku salah..... kakak ipar maafkan aku) “ ucap Morten memohon karena Nara sudah melangkah pelan hendak keluar ruangan.
Nara menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu dan menatap satu persatu sepatu para pria yang berada di ruangan ini.
“ Nå forstår jeg hvorfor Shield aldri aksepterer kvinnelige spillere....fordi kvinnelige spillere vil bare bli en byrde på laget...... Singgih-manager..... neste konkurranse og så videre.... Neptunia og Starsiv vil bytte posisjoner (sekarang aku paham kenapa Shield tidak pernah mau menerima pemain wanita.... karena pemain wanita hanya akan menjadi beban tim...... manager Singgih..... kompetisi berikutnya dan seterusnya.... Neptunia dan Starsiv akan bertukar posisi) “ ucapan Nara membuat ketiga manager mengusap kasar wajah mereka hampir bersamaan.
Jonathanj dan Mserrano menepuk bahu Barra bersamaan dan meninggalkan Barra dengan D4rkC0d3, mereka mencari keberadaan Nara yang melangkah pelan menuju ruangan milik GUN. Tidak ada yang bisa jonathanj dan Mserrano lakukan bila Nara sudah masuk ke dalam ruangan GUN selain menghubungi GUN.
Barra mendekati Morten yang masih tertunduk merasa sangat bersalah pada Neptunia, Marius dan dbuq juga javex hanya bisa terduduk lesu memandang layar komputer dengan tatapan tidak percaya bahwa semua usaha mereka kemarin tidak berjalan dengan seharusnya hanya karena beberapa baris script dan dua interface yang tertukar.
“ satisfied (puas)? “ pertanyaan singkat Barra membuat Morten sedikit terkejut dan mulai terduduk.
Barra duduk tepat di depan mereka dan hanya melihat keempat wajah para D4rkC0d3, sesekali Barra mengusap kasar wajahnya menunggu Morten menjelaskan kenapa bisa merubah strategi yang Nara jelaskan. Dengan masih tertunduk Morten menjelaskan alasan di balik penambahan beberapa baris script dan penukaran dua interface. Marius sebagai kapten tim hanya menarik nafas panjang membuat javex dan dbuq tidak berani mengatakan sepatah kata pun.
Sementara Nara di dalam ruang pribadi GUN, duduk di sebuah sofa dan meluruskan kedua kaki yang mulai sedikit terasa panas pada telapak kakinya. Dengan memejamkan kedua matanya Nara pelan pelan melepas kain niqab dan meletakkan di sembarang tempat. Saat ini Nara hanya ingin sendiri menenangkan diri, menikmati kesunyian ruangan tanpa gangguan apa pun.
__ADS_1
Disaat Barra dan D4rkC0d3 masih membahas kesalahan Morten, Nara larut dalam kesunyiam ruangan GUN. tiba-tiba Afkar dan Lief datang, Afkar mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan mencari keberadaan Nara dan D4rkC0d3.
“ der borte sir (di sebelah sana tuan) “ ucap Lief menunjukkan keberadaan D4rkC0d3.
Afkar melihat ke arah ruangan yang Lief tunjuk tapi tidak mendapati sosok wanita berpakaian serba hitam. Melihat kedatangan Afkar membuat Jonathanj segera mendekati Afkar dan menjelaskan apa yang dia ketahui, Afkar tidak terlalu terkejut mendengar penjelasan Jonathanj karena Afkar sudah memperkirakan bahwa salah satu anggota D4rkC0d3 pasti telah membuat kesalahan.
“ Nara ada di ruanganmu “ ucapan jonathanj kali ini membuat Afkar sedikit terkejut.
Tanpa menunggu lama Afkar segera naik ke ruangannya dan mendapati Nara yang terlihat sangat santai menikmati kesunyian ruangan. Dengan perlahan Afkar melangkah mendekati Nara dan duduk tepat di depan sofa, memandang wajah tenang Nara membuat Afkar ingin sekali membelai pipi Nara.
“ masih ada dua kesempatan lagi untuk membuktikan diri “ suara pelan Afkar tidak mampu membuat Nara membuka kedua matanya.
Terlihat jelas di kedua mata Afkar bahwa saat ini suasana hati Nara sedang tidak bagus, dan Afkar memutuskan untuk tidak membahas kesalahan yang sudah Morten lakukan. Afkar memegang kedua bahu dan duduk di belakang Nara, menyandarkan punggung Nara tepat di dada bidangnya.
Sementara Barra menyuruh anggota D4rkC0d3 untuk melakukan beberapa simulasi perangkat dengan menggunakan aplikasi GNS3, Nara berusaha keras menahan amarahnya dengan tetap memejamkan kedua matanya.
Menjelang sore hari keadaan Nara dan Afkar masih tidak berubah bahkan Barra beberapa kali melihat keadaan Nara hanya bisa menarik nafas panjang, akhirnya dengan sangat terpaksa Barra mengganggu ketenangan mereka.
__ADS_1
“ sampai kapan kamu akan diam seperti ini? Aku sudah menyuruh mereka berlatih menggunakan simulator GNS3..... “ suara Barra membuat Nara membetulkan posisi duduknya.
Tanpa mengatakan apa-apa Nara meraih kain niqab dan mengenakannya kembali, meraih tangan serta mencium punggung tangan kanan Afkar dan berlalu keluar dari ruangan. Barra menggaruk kepalanya yang tidak rerasa gatal melihat sikap Nara yang memilih diam.
Kedatangan Nara membuat Morten berdiri dan hendak berpindah tempat duduk tapi dengan sigap Nara menolak tempat duduk dimana telah Morten duduki.
“ vi har bare én dag til å bruke denne appen..... vi må øve (waktu kita hanya satu hari ini untuk menggunakan aplikasi ini..... kita harus berlatih) “ ucap Marius dengan kedua mata yang serius menatap layar komputer.
D4rkC0d3 menghabiskan sisa hari ini dengan berlatih dan Nara menepati ucapannya bertukar posisi dengan Morten, berkali-kali sistem yang mereka buat dapat di tembus oleh simulator bugs dengan mudah meski pun Morten dan Marius juga yang lainnya berusaha mempertahankan sistem juga menyerang sistem. Nara yang hanya memiliki tanggung jawab mempertahankan empat buah server hingga akhir simulasi keempat servernya tidak tersentuh sama sekali oleh bugs.
Marius dan yang lainnya terlihat jelas sangat lelah, tapi hari sudah malam mau tidak mau mereka harus kembali ke kediaman Afkar. Sepanjang perjalanan menuju kediaman Afkar, tak ada satu kata pun yang D4rkC0d3 ucapkan. Nara memilih memejamkan kedua matanya mengabaikan Morten yang terlihat jelas berusaha membuka pembicaraan dengannya.
Sampai di kediaman Afkar, Nara masih diam dan memilih langsung masuk ke kamar. Afkar menepuk punggung Morten memberi isyarat bahwa Nara masih belum bisa melupakan kesalahan Morten.
Selama satu minggu penuh D4rkC0d3 berlatih menggunakan aplikasi GNS3, dengan sedikit negosiasi Barra berhasil meyakinkan Mserrano untuk membeli lisensi GNS3 agar bisa di gunakan pada beberapa komputer lagi. Dan Nara masih tetap bertukar posisi dengan Morten, Nara secara perlahan mulai mau berbicara dengan Morten tapi hanya seperlunya saja dan tidak untuk bercanda atau pun bergurau.
Afkar dan Lief yang melihat perubahan sikap Nara terhadap Morten hanya bisa diam, Afkar sendiri tidak berani membujuk atau pun merayu Nara agar bersikap lebih terbuka seperti sebelum kompetisi. Karena Afkar kuatir bila dirinya berusaha membujuk atau pun merayu Nara, akan membuat suasana hati Nara menjadi buruk yang akan berakibat pada perkembangan janin kembar mereka. jadi Afkar memutuskan membiarkan Nara bersikap seperti ini selama Nara merasa nyaman.
__ADS_1
Barra sendiri yang sudah sangat mengenal Nara sudah berkali-kali memberi nasehat agar tidak membuat suasana tim menjadi tidak nyaman, tapi tetap saja Nara bersikeras dengan sikapnya. Nara ingin menunjukkan sekali lagi pada semua orang bahwa dirinya tidak akan menjadi beban tim.