NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 79 OSLO TRIP (1)


__ADS_3

Sesuai janji Fajrin kemarin, Barra datang ke rumah Afkar bersama Zarya dengan menggunakan mobil Nanwei. Para pengawal yang sudah mengenal Barra langsung mengizinkannya masuk dengan membukakan pintu depan bagi Barra dan Zarya.


“ Assalamu'allaikum “ salam Barra keras membuat Fajrin terkejut dan menjatuhkan garpu yang dia pegang


“ Wa'alaikumsalam kak “ balas Nara dengan riang.


Nara langsung mengajak Zarya untuk duduk di ruang tengah, Ines menyajikan beberapa potong buah segar. Karena Zarya tidak begitu fasih berbahasa Inggris dan Nara tidak begitu mengerti bahasa Norsk jadi mereka berbicara juga menggerakkan kedua tangannya untuk memperjelas apa yang mereka ucapkan masing-masing.


“ bagaimana? “ pertanyaan Barra membuat Fajrin sedikit bingung.


“ bagaimana apa? “ tanya Fajrin membuat Barra jenggah.


“ itu latihannya...... bagaimana.... mengerti tidak dia? “ ucap Barra sambil memasukkan sepotong buah kiwi yang sudah Fajrin potong kecil-kecil.


“ lumayan.... Nara sudah paham tapi tetap saja naluri untuk menghindar menjauh masih lebih kuat dari pada naluri melawan. Kalau orang jahat itu tidak membawa senjata api tidak masalah bagi Nara, tapi yang menjadi masalah bila orang itu membawa senjata api.... begitu Nara lari menghindar dan orang itu menarik pelatuk senjata, habis sudah Nara.” Ucap Fajrin santai sambil melangkah menuju ruang tengah tempat Nara dan Zarya duduk.


“ Hva snakker du om (apa yang sedang kalian bicarakan)? “ tanya Barra sambil memijat pelan bahu Zarya.


“ Neptunia forteller om dine dårlige vaner (Neptunia menceritakan kebiasaan jelek kamu) “ ucap Zarya sambil tersenyum.


Barra menatap Nara dengan tajam membuat Nara segera masuk ke kamar untuk berganti pakaiaan.


“ hun er veldig annerledes, det viser seg at Neptunia er en vennlig og morsom person selv om vi hadde litt problemer med å kommunisere, men det var morsomt å snakke med Neptunia (dia sangat berbeda sekali, ternyata Neptunia orang yang ramah dan menyenangkan meskipun kami sedikit kesusahan dalam berkomunikasi tapi menyenangkan bisa berbicara dengan Neptunia) “ ucap Zarya memuji Nara.

__ADS_1


“ bare ring Nara .... ikke Neptunia .... Neptunia er navnet på nettverket under konkurransen, men hvis det er utenfor konkurransen, bare ring Nara (panggil Nara saja.... jangan Neptunia.... Neptunia nama jaringan saat kompetisi tapi kalau di luar kompetisi panggil saja Nara) “ Zarya tersenyum mendengar ucapan Barra.


“ jadi kamu ingin jalan-jalan kemana? “ Fajrin mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menunjukkan pada Barra.


“ baiklah kalau begitu.... kita habiskan seharian berkeliling Oslo “ ucap Barra sambil memeluk bahu Zarya.


“ aku ganti pakaian dulu “ ucap Fajrin dan melangkah ke kamar tamu.


Suhu udara saat ini termasuk sangat dingin bagi Fajrin yang tidak terbiasa dengan udara dingin, di pagi hari suhu udara bisa mencapai empat belas derajat Celsius dan siang hari hanya mencapai sembilan belas derajat celcius sedangkan malam hari suhu udara bisa turun menjadi sebelas derajat Celcius.


Seperti biasa Nara sudah siap dengan kain serba hitam yang menutupi dari ujung rambut hingga ujung kaki, dengan menenteng tas punggung dan sebuah coat di tangan Nara menghampiri Zarya yang sedang melihat-lihat tropi dan medali Afkar.


“ I'm ready (aku sudah siap) “ Barra yang sedang menjelaskan trofi pada Zarya melihat Nara dengan heran.


“ It's been several months you live here still can't adapts the temperature (sudah beberapa bulan disini masih belum bisa menyesuaikan suhu disini)? “ pertanyaan Barra membuat Nara memilih menarik Zarya menjauh dari Barra yang semakin posesif.


Barra melihat kakak beradik ini dengan jengah karena Nara yang menggandeng zarya dan Fajrin menarik dirinya.


Ines dan empat orang pengawal sudah bersiap di depan rumah dengan dua mobil yang berbeda. Nara dan Fajrin masuk ke mobil yang di pakai Barra sementara Ines dan dua pengawal naik dimobil yang akan mengikuti dari belakang, sedangkan dua pengawal yang lain naik mobil lain dan berjalan di depan mobil yang Barra kendarai.


Setelah dua belas menit mereka berkendara sampailah di depan sebuah toko buku terbesar ke tiga di Oslo.


“ Det er den tredje største bokhandelen her, men bare i denne butikken de fleste engelske bøkene (ini toko buku terbesar ketiga di sini, tapi hanya di toko ini paling banyak buku-buku berbahasa Inggris) “ jelas Zarya dan Barra menterjemahkan pada Fajrin dan Nara dengan bahasa inggris.

__ADS_1


“ let's go in (ayo kak turun) “ pinta Nara yang sudah membuka pintu mobil


Diluar mobil sudah menunggu Ines dan empat orang pengawal. Nara segera menarik tangan Fajrin mengajaknya masuk, Nara sangat antusias sekali. Zarya berjalan dengan Barra mengikuti kemana Nara melangkah sedangkan Fajrin seperti biasa dia akan melihat majalah atau pun buku-buku tentang dunia arsitektur.


Sementara Nara sudah memegang satu buku yang membuatnya menarik dan tentunya buku tentang bahasa pemprograman komputer, Zarya menunjukkan beberapa majalah yang menampilkan foto Nara beberapa bulan lalu saat final kompetisi CTFZone.


“ er ikke dette Neptunia (bukankah ini Neptunia) “ mendengar namanya di sebut membuat Nara melihat majalah yang di pegang Zarya.


“ how come my face is in this magazine (bagaimana bisa wajahku ada di majalah ini)? “ pertanyaan Nara membuat Zarya menarik lengan Barra untuk menjelaskan apa yang Nara maksud.


Barra melihat majalah di tangan Zarya dan tersenyum geli karena mata serius Nara menurutnya tidak bagus untuk di foto.


“ vil du kjøpe alle disse bladene? Hva er poenget hvis du kan være nær som dette? (apa kamu mau membeli semua majalah ini? Untuk apa kalau kamu bisa berdekatan seperti ini?) “ ucap Barra sambil merangkul dua wanita itu untuk berdiri lebih dekat lagi.


Zarya tersenyum melihat respon Barra dan menunjukkan satu majalah. Barra menarik nafas panjang.


“ ok..... Ra sign here.... the big one clearly, you write Zarya's name (baiklah..... Ra tanda tangan disini.... yang besar yang jelas sekalian kamu tulis nama Zarya) “ Zarya tentu saja senang segera mengeluarkan spidol berwarna ungu yang selalu dia bawa dan menyerahkan pada Nara.


Nara tersenyum menerima majalah dan spidol dari Zarya, dengan gerakan tangan Nara meminta Barra untuk berpaling karena Nara ingin menjadikan punggung Barra sebagai alas dari majalah itu agar Nara dengan mudah menandatangin majalah itu.


Aksi Nara dan Barra tentu saja menarik perhatian para pengunjung toko buku, mereka memperhatikan hingga Nara menyerahkan majalah itu pada Zarya.


“ Jeg har endelig Neptunias autograf, tusen takk vakre (akhirnya aku punya tanda tangan Neptunia, terima kasih cantik) “ ucap Zarya sambil memeluk Nara.

__ADS_1


Ucapan Zarya yang terdengar jelas oleh beberapa pengunjung membuat mereka segera mencari majalah yang menampilkan sosok Neptunia, hanya beberapa menit saja sudah ada lima orang pemuda berdiri mengelilingi mereka dan menyodorkan majalah yang mereka pegang. Barra menggelengkan kepala bingung bagaimana menghadapi mereka tapi untunglah salah seorang staff toko buku mengenali Nara juga dan mendekati Barra.


Entah apa yang Barra dan staff toko buku itu bicarakan karena mereka berbicara dengan bahasa Norsk, tapi saat ini tangan kiri Barra sudah menarik Nara dan tangan kanan memeluk Zarya posesif mengajak mereka mengikuti langkah kaki staff toko buku ini.


__ADS_2