
Nara terdiam menutup rapat mulutnya, Nara tidak ingin setan menguasai perasaannya yang membuat dirinya emosi dan bersuara dengan nada tinggi.
Pertanyaan Fajrin membuat Nara terduduk dan menutup kedua matanya dengan tangan. tiba-tiba Nara merasakan pelukkan hangat dari seorang kakak yang selama ini mendidiknya dengan keras tanpa memberinnya celah untuk melakukan apa yang biasa remaja putri lakukan.
Mendengarkan suara Fajrin yang lembut dan penuh kehangatan seorang kakak pada adiknya membuat Nara kembali merasakan keberadaan seorang kakak juga sosok ayah yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
“ adik sudah memaafkan kakak..... tapi adik masih marah sama kakak..... “ ucap Nara terbata-bata dalam tangisnya.
“ kenapa kakak masih bersikap egois pada adik..... kenapa kakak mengambil keputusan tanpa menunggu persetujuan adik..... kenapa kakak tidak mengulurkan waktu ijab adik “ ucap Nara terbata-bata karena tangisnya.
Untuk sesaat Nara diam menunggu jawaban Fajrin, saat Fajrin mulai menceritakan alasan di balik pernikahan dirinya dengan Afkar yang lebih terkesan terburu-buru menurut Nara. Nara seketika menghentikan tangisnya dan menatap dalam-dalam kedua mata Fajrin.
Nara mengerutkan kulit di antara kedua alisnya mengingat-ingat pertama kali Fajrin mengatakan tentang maksud Afkar.
“ kakak serius ibu bilang seperti itu..... “ Nara masih tidak percaya dengan ucapan Fajrin.
Melihat anggukan kepala Fajrin membuat Nara semakin memgerutkan kulit di antara kedua alisnya.
Nara masih sulit percaya dengan ucapan Fajrin tapi apa yang Fajrin ucapkan cukup logis di otaknya, mengingat pertama kali Nara mengenal Azkar lebih dekat yang terlihat jelas sangat tertarik dengan ustadzah yang bertanggung jawab akan keberadaan dirinya di asrama. Nara tersenyum mengingat itu semua dan menatap kedua mata Fajrin mencari tahu bila Fajrin menutupi sesuatu darinya. Mendapatkan senyuman manis dari seorang kakak membuat Nara percaya bahwa apa yang sudah Fajrin katakan benar adanya.
Interaksi antara Nara dan Fajrin akhirnya menarik perhatian orang-orang yang dalam beberapa hari kedepan tinggal di rumah ini.
“ hvordan er de (bagaimana mereka)? “ suara Erhan membuyarkan konsentrasi Afkar yang memperhatikan interaksi Nara dan Fajrin.
“ spenningen har smeltet (ketegangan sudah mencair) “ jawaban singkat Afkar membuat Erhan menggelengkan kepala.
__ADS_1
Nara sudah mengeluarkan semua keluh kesahnya yang mengganjal pada Fajrin tapu ada satu hal yang belum membuatnya yakin meski pun Fajrin sudah mengatakan yang sejujurnya. Afkar, Erhan, Ralf, Mari bahkan Lief yang baru saja turun dari lantai 2 melihat kedekatkan antara Nara dengan Fajrin menjadi ikut merasa senang dan bahagia. Disaat mereka mengamati Nara dan Fajrin yang sudah mulai terdengar suara tawa Nara juga canda Fajrin, Barra dari arah samping yang mengendap-endap seperti maling mendekat dan mengejutkan Nara. Teriakan Nara membuat semua orang ikut terkejut tapi tidak dengan Afkar, dengan cepat Afkar melangkah mendekati Nara yang sudah terlihat lebih ceria dari tadi malam atau tadi pagi.
“ apa D4rkC0d3 sudah selesai latihan sampai kamu ada waktu bercanda begini? “ pertanyaan Afkar membuat Barra tertawa.
“ dari selesai shubuh aku sudah bawa D4rkC0d3 lari keliling blok.... ini mau makan pagi lanjut ke club house..... tinggal dia saja belum latihan fisik “ ucap Barra sambil menunjuk Nara yang bergelayut manja di lengan Fajrin.
Lebih manja dari sebelum-sebelumnya.
“ memangnya ibu hamil mau kamu suruh latihan fisik apa? “ tanya Afkar geram.
“ minimal latihan berjalan di tangga setinggi 4 atau 5 tangga.... “ ucap Barra santai.
Pada akhirnya Afkar dan Barra yang berdebat sementara Fajrin sudah membawa Nara masuk ke dalam rumah, melihat Nara yang sudah berada di dalam rumah membuat Afkar mengabaikan Barra yang masih menjelaskan latihan fisik apa yang harus Nara lakukan untuk persiapan mengikuti kompetisi peretasan profesional.
“ Nara, hvis magen din føles trang eller strammer eller buksen din er sår..... bør du si ifra med en gang... ikke overse den følelsen (Nara kalau perut kamu terasa tegang atau kencang atau bagian bawah sini terasa nyeri..... kamu harus secepatnya memberitahuku.... jangan kamu abaikan rasa itu) “ nasehat Mari sambil menunjukkan titik nyeri yang dia maksud pada Nara.
Nara menganggukan kepala memahami maksud Mari.
45 menit perjalanan menuju club house Shield, membuat Nara teringat pertama kali Afkar mengetahui bahwa dirinya adalah Neptunia. D4rkC0d3 segera masuk ke dalam club house, black Shield dan Red Shield melihat kedatangan Barra dan kakak beradik Yilmaz segera berkerumun menyambutnya.
Remsio dan Fartso yang sudah mengenal kakak beradik Yilmaz saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan rekan-rekan mereka satu persatu.
“ mana GUN? “ tanya mserrano yang mulai sedikit bisa berbahasa Indonesia.
“ ada..... sebentar lagi sampai “ jawab Barra singkat.
__ADS_1
Belum sempat Mserrano melihat lobi, Afkar sudah menggandeng Nara masuk ke ruang tengah.
“ Neptunia...... “ sapa Mserrano membuat Jonathanj sedikit terkejut.
Jonathanj tidak menyangka bahwa penampilan Nara akan banyak mengalami perubahan.
“ serius ini Nara..... wa.... ternyata kamu agresif juga..... aku kira kamu anti wanita “ ucap Jonathanj sambil menepuk lengan Afkar.
“ dari mana kamu tahu kalau aku yang agresif dan bukan istriku yang agresif? “ ucap Afkar dingin.
Membuat Lief yang berdiri di belakangnya memberi isyarat tangan pada Jonathan agar jangan melanjutkan ucapannya, tapi Jonathanj mengabaikan isyarat Lief membuat Lief lemas seketika.
“ ini buktinya “ ucap jonathanj sambil menunjuk perut buncit Nara.
Nara sedikit malu melihat sikap Jonathanj.
“ kalau dia tidak menarik dan tidak membuatku gila.... bagaimana mungkin aku membuat dia halal untukku dan membuatnya seperti ini “ ucap Afkar dengan nada dingin tapi tangan kanannya membelai perut Nara.
“ kalian sudah selesai basa basinya.... kalau sudah selesai.... aku bawa Neptunia “ ucap Barra yang sudah meraih tangan Nara.
Meski pun Afkar tahu tujuan mereka kemari adalah untuk berlatih tapi melihat Barra menggenggam tangan Nara cukup membuat cemburu. Jonathanj menepuk punggung Afkar membuat pemilik punggung tersadar dari rasa cemburunya.
“ jangan bersikap seperti ini.... Barra sudah biasa bersikap seperti itu pada Nara.... ayo kemari “ ucap Jonathanj sambil menunjukkam sebuah ruangan yang bisa mereka pakai untuk mengamati latihan D4rkC0d3.
Mereka berdua terlihat berbincang-bincang yang terkadang terlihat tawa Jonathanj juga tawa tertahan Afkar. Jonathanj melihat banyak sekali perubahan pada diri Afkar, bila dulu Afkar tidak pernah bersikap lemah lembut pada setiap wanita yang berusaha menarik perhatiannya tapi saat ini Afkar terlihat jelas bersikap lembut pada Nara adik Barra.
__ADS_1