NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 223 RUXCON HACKER VILLAGE (8)


__ADS_3

Hingga tepat pada menit ke tujuh satu per satu lampu kecil-kecil server yang berada tepat di depan linz3 secara perlahan-lahan berubah menjadi kuning dan menjadi merah semua, linz3 menutup kasar layar laptop dan meremas rambutnya dengan kasar.


“ damn it..... she's more dangerous when she's outside (sial..... dia lebih berbahaya saat di luar) “ umpat kasar linz3 yang masih meremas kasar rambut dengan kedua tangannya.


Satu persatu para pemain yang kalah baik yang berada diluar mau pun di dalam Rialto Tower perlahan lahan memenuhi ruang tunggu pemain, delapan orang pemain masih berada di luar Rialto tower masih berjuang hingga waktu kompetisi selesai.


dbuq dan javex menutup lubang konsol server sesuai arahan Neptunia dengan mengetik 0x142.


“ Neptunia.... du sikker med dette skriptet at anda ikke vil være i stand til å koble den bærbare datamaskinen sin til serveren vår..... du ber oss sikkert bytte serverrom (Neptunia.... kamu yakin dengan script ini the duck tidak akan bisa menghubungkan laptopnya ke server kita..... kamu yakin meminta kami berpindah ruang server)? “ suara berbisik dbuq membuat Nara tersenyum.


“ sikker... koble fra datakabelen og gå til et annet serverrom og gjør det samme som server hackerscrew (yakin.... lepas kabel data kalian dan pergi ke ruang server yang lain dan lakukan hal yang sama seperti server hackerscrew) “ ucapan Nara membuat dbuq percaya diri dan dengan cepat mencabut kabel data.


Dbuq dan javex hampir bersamaan keluar dari ruang server untuk berpindah ke ruang server yang sebelumnya dan melakukan apa yang sudah mereka lakukan pada server cabang hackerscrew. Hanya butuh kurang dari 3 menit mereka sudah dapat mengakses server cabang the duck yang tidak di akses langsung oleh anggota The duck. Aksi dbuq dan javex membuat saika harus berkerja keras karena tidak hanya satu atau pun dua alarm yang muncul di laptopnya, melainkan dalam waktu hampir bersamaan hanya terpaut beberapa detik saja ke empat server the duck satu persatu lampu kecil-kecil berubah menjadi berwarna kuning. Kedua pemain the duck yang tadi berada di ruangan yang sama dengan dbuq juva javex harus bekerja sangat keras berusaha merubah warna lampu kecil-kecil tersebut menjadi hijau.

__ADS_1


Di dalam Rialto tower, saika terlihat jelas semakin gugup juga tegang karena beberapa port server cabang berstatus UP DOWN dan status FULL DUPLEX menjadi hilang. Marius terus menyerang server pusat yang berada di depan saika dan Morten juga melakukan hal yang sama pada server cabang the duck yang berada satu gedung dengannya. Nara berusaha keras menahan sebaran virus, worm, bugs yang saika kirim ke jaringan D4rkC0d3.


Dari sini para manager dapat melihat bahwa kekompakan D4rkC0d3 terlihat semakin kuat tidak seperti saat kompetisi sebelumnya.


“ looks like D4rkC0d3's strategy this time is making Saika look overwhelmed.... so it's obvious his weakness..... whatever the result of this competition... tomorrow I will punish them..... (sepertinya strategi D4rkC0d3 kali ini membuat saika terlihat kewalahan.... jadi terlihat kelemahannya..... apa pun hasil kompetisi ini.... besok aku akan menghukum mereka..... ) “ gumam manager the duck yang menatap tajam Saika.


Menit menit terakhir kompetisi semakin terasa menegangkan, tidak hanya bagi para pemain tapi juga bagi para manager dan penonton. Pertarungan antara pemain baru dan pemain lama kembali terjadi, mereka berharap harap cemas siapa yang akan menjadi juara kompetisi Ruxcon musim ini. Hingga di menit terakhir, posisi server cabang the duck masih tidak berubah masing-masing server cabang the duck yang berhasil di akses dbuq juga javex tetap berstatus UP DOWN. Sedangkan lampu kecil-kecil server pusat yang menjadi tanggung jawab Saika beberapa kali terlihat mengalami perubahan warna dari hijau ke kuning dan kembali lagi ke hijau, Marius tersenyum tipis meski pun belum mampu memerahkan server pusat the duck tapi membuat server pusat the duck berubah ubah warna sudah cukup membuat Marius senang. Karena sampai detik ini tidak satu pun lampu kecil-kecil di server pusat mau pun server cabang D4rkC0d3 berubah warna.


Keadaan ini terus berlanjut hingga seorang juri menekan tombol enter sekali lagi yang membuat semua pemain tidak bisa lagi mengakses server.


Para juri memberikan standings applause pada the duck dan D4rkC0d3, terlihat Nara yang berusaha berdiri dengan berpegangan pada pintu server tapi berkali kali harus terduduk kembali membuat Afkar menghentikan tepuk tangannya.


“ tidak adakah salah satu dari kalian yang berlari ke winston tower “ gumam Afkar sedikit kuatir melihat keadaan Nara.

__ADS_1


Dbuq, javex juga Morten dapat bernafas lega karena mengakhiri kompetisi Ruxcon dengan hasil terbaik dan mampu membuat kapten tim the duck panik juga kuwalahan. Keempat pemain the duck sudah keluar dari gedung begitu juga dengan dbuq, javex, dan Morten. Tapi dbuq menjadi kuatir karena hanya melihat cd0r1 keluar dari winston tower, dbuq menunggu sedikit lama melihat pintu lobi winston tower. Sudah lima menit lebih dbuq menatap winston tower tapi tidak terlihat juga sosok Nara, membuat dbuq semakin kuatir dan berlari menyeberang ke winston tower. dbuq berkali-kali memanggil Neptunia menggunakan handy talky tapi sama sekali tidak mendapat jawaban, membuat dbuq terlihat panik juga gugup. Bahkan saat memperlihatkan tanda pengenalnya pada petugas keamanan winston tower, dbuq tidak mampu berkata-kata tapi beruntungnya petugas keamanan gedung mengerti makssud dbuq.


dbuq mengikuti langkah kaki petugas kemanan gedung dengan harap-harap cemas, dan saat petugas itu membuka pintu ruang server dimana Nara berada. Mereka langsung mencari keberadaan Nara, melihat seorang petugas keamanan gedung berdiri tak jauh dari tempatnya duduk membuat Nara tersenyum.


“ Alhamdulillah ada yang datang juga “ ucap Nara pelan.


“ sorry sir... can you help me stand up (maaf pak... bisakah anda membantu saya berdiri)? “ ucap Nara sambil mengulurkan tangan kanannya.


Belum selesai keterkejutan petugas keamanan tersebut, dbuq yang mendengar suara Nara segera mendekati petugas keamanan gedung tersebut. Dan saat melihat Nara mengulurkan tangan kanannya, dbuq segera mendekati Nara dan membantu Nara berdiri. Kedua kaki Nara terasa berat dan lemas menopang tubuh besarnya membuat dbuq harus menyandarkan dan meminta Nara berpegangan pada pintu rak, sementara dbuq mengemasi laptop juga perlengkapan Nara yang lain.


“ takk (terima kasih) “ ucap Nara pada dbuq.


“ kan du gå opp til Rialtotårnet (bisakah kamu berjalan sampai Rialto tower)? “ tanya dbuq sambil membawa tas punggung Nara.

__ADS_1


“ In Shaa ALLAH kan du... men gå sakte (In Shaa ALLAH bisa... tapi jalan pelan-pelan ya) “ ucap Nara sambil berjalan pelan berpegangan pada tas punggungnya yang dbuq bawa.


__ADS_2