NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 95 MENTOR


__ADS_3

Nara kembali berlatih dengan kakak beradik Yilmaz di bawah pengawasan Barra, sesekali Nara melihat Afkar tampak serius berbicara di telepon.


“ Febyanara Maharani..... has your computer screen move it (Febyanara Maharani..... apakah layar komputer kamu sudah berpindah tempat)? “ suara tegas Barra membuat Nara cemberut dan mengalihkan pandangan dari Afkar menatap layar komputer kembali.


Kakak beradik Yilmaz menahan tawa melihat Nara yang sedang di marahin Barra.


Nara kembali memusatkan pandangannya pada layar komputer, jari jemarinya mulai mengetik script kembali dan memecahkan setiap tantangan yang Barra berikan.


“ baru juga lihat sebentar sudah di marahin “ gerutu Nara yang tak sadar kalau Barra sudah berdiri di belakangnya.


Barra mendekatkan kepalanya tepat di telinga kiri Nara.


“ what were you talking about (bicara apa tadi)? “ bisik Barra pelan membuat kakak beradik Yilmaz tidak bisa menahan tawa dan menutup mulut dengan tangan kirinya.


“ Astagfirullah kakak..... iseng sekali “ ucap Nara terkejut dan semakin cemberut.


“ no bahasa.... say it in English (tidak bahasa indonesia.... katakan dalam bahasa inggris) “ ucap Barra tegas.


“ nothing manager (tidak ada apa-apa manager) “ ucap Nara pelan dan semakin cemberut.


Akhirnya mereka bertiga berlatih dengan serius hingga menjelang sore Barra menghentikan latihan mereka karena waktu sholat Ashar dan melanjutkan latihan selepas Magrib.


Selama 2 minggu sebelum kompetisi pertama D4rkC0d3, Afkar dan Barra melatih mereka. Afkar melatih mereka dari pagi hingga pukul 9 malam setiap hari selasa dan kamis. 30 menit sebelum Afkar mengakhiri pelatihan, Afkar akan meminta mereka untuk bertanding 1 lawan 1 dengan dirinya. Kakak beradik Yilmaz pada awalnya sama sekali tidak mampu mempertahankan sistem mau pun flag miliknya hingga membuat Afkar dalam hitungan kurang dari 2 menit mampu melumpuhkan sistem keamanan juga merebut flag dalam waktu bersamaan. Sedangkan Nara hanya mampu melumpuhkan sistem pertahanan Afkar tapi kehabisan waktu saat mendekrip flag milik Afkar, Afkar sendiri hanya mampu menembus 1 lapis sistem pertanahan Nara. Memang selama ini Nara lebih di kenal sebagai Defender dengan sistem pertahanan terbaik, karena sistem pertahanan Nara mampu membuat lawan terjebak dalam sistem. Dan Afkar merasakan sendiri hal itu, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Afkar dapat membaca kemungkinan algorithma yang Nara buat dan mampu melumpuhkaan sistem pertahanan Nara dari latihan-latihan berikutnya.


Pada hari jumat Afkar akan menguji mereka langsung dengan bertanding satu lawan satu, yang memaksa kakak beradik Yilmaz juga Nara harus berpikir di luar kebiasaan untuk membuat sistem pertahanan juga enkripsi flag agar mampu bertahan minimal 5 menit dari serangan Afkar. Nara yang sudah lama tidak bertanding dengan Afkar memanfaatkan setiap kesempatan pertandingan satu lawan satu baik setiap selesai berlatih mau pun di hari jumat dengan meneliti dan mencari titik kelemahan script yang Afkar buat, setiap kali Nara menemukan titik itu Nara akan mencatatnya di setiap akhir pertandingan.

__ADS_1


Seperti hari ini jumat terakhir sebelum kompetisi Winja CTF, Afkar menguji satu per satu tim D4rkC0d3 mulai dari scaryrobot lanjut starsiv dan terakhir Neptunia. Barra selalu mengamati mereka dengan berdiri di belakang mereka, sedangkan Afkar duduk di komputer tepat di depan mereka.


“ kemarin titik ini..... sekarang ini.... jangan-jangan mas Afkar sengaja melakukannya......” gumam Nara dalam hati sebelum menekan tombol enter.


“ apa mas sengaja menunjukkan titik kelemahannya? Atau mas mau menjebak Nara..... wa.... kalau ini jebakan..... nanti malam bisa makan lolipop lagi dung...... “ Nara berpikir keras agar tidak masuk jebakan Afkar.


“ sweetie.... how long will your finger to stay on enter? one minute left sweetie time is runs out.... do you want me to hit enter first? (sayang.... mau sampai kapan jari sayang diam di atas tombol enter? 1 menit lagi waktu sayang habis.... apa mau mas dulu yang menekan tombol enter?) “ ucap Afkar mencoba mengintimidasi Nara.


Nara mengabaikan ucapan Afkar dan masih memandangi layar komputer dengan serius, tiba-tiba Nara tersenyum dan Afkar melihat jelas mata istrinya yang menyipit membuat Afkar memicingkan kedua matanya.


“ Bismillah..... “ gumam Nara dalam hati dan menekan tombol enter.


Layar komputer Nara menampilkan beberapa session promt pergerakan dekripsi scriptnya untuk menembus sistem Afkar dan merebut flag Afkar, sedangkan waktu yang Afkar tentukan kurang 10 detik lagi. Barra yang sedari tadi memperhatikan layar komputer Nara terlihat cemas berkali-kali melihat jam tangan dan layar komputer Nara bergantian membuat kakak beradik Yilmaz ingin melihat juga layar komputer Nara, tak hanya itu saja Nanwei yang lewat pun berhenti dan ikut melihat layar komputer Nara. Nanwei menggelengkan kepala dan menunjuk Afkar.


“ han kan også være tøff, selv med sin egen kone (bisa juga dia keras meski pun sama istri sendiri)..... “ ucapan Nanwei dan gerak bibir Nanwei terbaca oleh Afkar.


Waktu sudah menunjukkan 5 detik sebelum batas waktu yang di tentukan Afkar habis, tapi progres di beberapa session prompt Nara masih berada di antara 70% dan 80%. Wajah kakak beradik Yilmaz terlihat tegang begitu juga Barra.


“ sweetie..... why did it take so long.... sweetie do yo want to give up..... 4 seconds more sweetie time is up (sayang..... kenapa lama sekali.... apa sayang menyerah..... 4 detik lagi waktu sayang habis) “ ucap Afkar mencoba mengintimidasi Nara lagi.


Jari tengah kanan Nara sudah bersiap di atas tombol enter.


“ three..... two.....one..... (tiga..... dua..... satu.....) “ Afkar menekan tombol enter dan seketika layar komputer Nara menjadi berwarna biru.


“ lo kok biru “ ucap Nara spontan dan membuat kakak beradik Yilmaz bingung juga heran.

__ADS_1


Barra melihat layar komputer lain yang masih berada satu ruangan tempat mereka berlatih.


“ all the computer screen is blue screen (semua layar komputer berwarna biru) “ ucap Barra heran.


Nara meringis mendengar ucapan Barra.


“ sepertinya scriptku menyerang semua komputer “ gumam Nara dalam hati dan tertunduk malu.


Kakak beradik Yilmaz melihat Afkar dengan tatapan curiga karena mereka masih melihat wajah Afkar yang terlihat santai sekali tidak bingung seperti Barra.


“ sweetie..... my computer is here..... sweetie why are you disable other computer (sayang.... komputer mas disini..... kenapa sayang justru melumpuhkan komputer yang lain) “ ucap Afkar santai tapi terdengar sangat mengintimidasi Nara juga kakak beradik Yilmaz.


“ return all computer screens as before (kembalikan semua layar komputer seperti semula) “ perintah Afkar membuat Nara cemberut.


“ how can it be.... Nara's computer screen is also blue (mana bisa.... layar komputer Nara juga biru) “ ucap Nara kesal juga cemberut.


“ hahahahaha.....” tawa Afkar membuat Barra menghampirinya.


Mata Barra membulat tidak percaya karena layar komputer Afkar saja yang tidak biru dan masih menampilkan progres dari script yang Nara buat dan script Afkar. Barra memperhatikan progres script Nara yang kurang 1% lagi selesai.


“ sweetie your script is took too long (sayang kamu terlalu panjang membuat Scirptnya) “ ucap Afkar sambil menekan enter.


Seketika seluruh layar komputer kembali normal. Afkar berdiri dan melihat kakak beradik Yilmaz dengan tatapan dingin.


“ tomorrow morning at 5.30 you guys will run around this building 10 times..... Barra you watch them, at 10 I will test you again (besok pagi pukul 5.30 kalian mengelilingi gedung ini 10 kali..... Barra kamu awasi mereka, jam 10 aku akan menguji kalian lagi) “ ucapan Afkar membuat kakak beradik Yilmaz lemas seketika dan jatuh ke lantai.

__ADS_1


“ I thought it would be fun if GUN became our mentor... but it turned out to be more tiring (aku kira kalau GUN menjadi mentor kita akan menyenangkan.... tapi ternyata lebih melelahkan) “ ucap Morten membuat Afkar membulatkan kedua matanya.


Afkar mengalihkan pandangan melihat Nara yang tertunduk dan jari telunjukannya memainkan tombol spasi keyboard. Afkar tersenyum tipis melihat istrinya yang menunduk karena malu.


__ADS_2