NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 54 SANGAT CANTIK


__ADS_3

“ banyak sekali uang yang di gelapkan..... apa tidak ada yang tahu perbuatan mereka ini? “ gumam Nara dalam hati.


“ apa mungkin ini yang mas Afkar cari? “ ucap Nara sambil mencari tahu tentang FP eiendom lebih dalam lagi.


Seketika kedua matanya membulat terkejut mendapati bahwa FP eiendom adalah salah satu anak perusahan Rosenkrantz group yang bergerak dibidang property, Nara kembali mengetik sesuatu mencari lebih dalam lagi tentang FP eiendom. Selama kurang lebih tiga puluh menit Nara mencoba mencocokkan data yang tadi dia simpan dengan apa yang dia dapat saat ini, seketika Nara lemas melihat nilai uang yang di gelapkan selama lima tahun kebelakang.


“ pasti ini yang sedang mas Afkar kerjakan selama ini..... pantas mas membawa semua berkas-berkas itu..... tapi selama lima tahun ini tidak hanya FP eiendom saja...... ini masih ada satu dua tiga empat lima.... ” seketika mulut dan kedua matanya membuka lebar tidak percaya ada enam anak perusahan Rosenkrantz group yang melakukan penggelapan uang selama lima tahun belakangan ini.


Jari jemari Nara kembali mengetik sesuatu mencari informasi juga data tentang enam anak perusahaan Rosenkrantz group yang melakukan penggelapan uang, Nara mencari bukti-bukti penggelapan tersebut. Nara mencari tahu berasal dari mana saja yang uang tersebut, tujuan akhir uang tersebut hingga proses sebelum uang tersebut sampai di tujuan akhir juga untuk apa saja uang tersebut. Tapi sekali lagi Nara menemukan hal yang tak pernah terlintas di benaknya, Nara menemukan semua bukti proses bagaimana mereka menggelapkan uang itu dan untuk apa saja uang itu juga siapa saja yang terlibat di dalamnya. Nara menyimpan semua itu di dalam laptop juga di sebuah flashdisk, tak hanya itu Nara menyimpan semua bukti itu dalam sebuah folder khusus yang dia enkripsi di beberapa server yang bisa dia akses. Nara juga membuat script untuk mengetahui proses penggelapan dan pencucian uang itu hingga ke pengguna akhir dan menyimpan semua bukti itu ke dalam beberapa folder yang terenkripsi di beberapa server.


Saat Nara fokus dengan itu semua tiba-tiba ada notifikasi email masuk, Nara segera membuka email tersebut untuk beberapa detik Nara hanya membacanya dan berpikir untuk melakukan sedikit negosiasi. Setelah proses penyimpanan semua bukti transaksi penggelapan dan pencucian uang yang terjadi di anak perusahaan Rosenkrantz, Nara membalas pesan tadi dan menunggu hasil negosiasi tersebut.


Nara meletakkan laptopnya di meja, berdiri untuk melemaskan beberapa bagian tubuhnya yang terasa penat membuka lemari es mengambil beberapa buah juga makanan ringan untuk mengisi perutnya yang lapar. Beberapa menit kemudian terdengar suara notifikasi dari laptopnya, Nara segera membuka pesan itu dan tersenyum senang.


Nara menatap semua yang dia perlukan dan menyelipkan di bawah pintu sedangkan Ines yang sedari tadi menunggu Nara di ruang makan, seketika berjalan cepat mendekati pintu kamar Nara untuk mengambil secarik kertas yang Nara tulis. Ines membacanya dan segera keluar membelinya.


“ Baiklah kita lakukan lagi “ gumam Nara sambil kembali mengetik sesuatu.


Tepat pukul lima sebelum ashar, Ines mengetuk pintu kamar dan membawa beberapa barang yang Nara minta. Ines terkejut mendapati Nara yang membuka pintu dan mengijinkan dirinya masuk, sedangkan saat itu Nara hanya mengenakan celana setinggi paha dan tank top racerback. Ines tertegun mendapati Nara untuk pertama kalinya tanpa niqab.


“ Ines, thank you (Ines, terima kasih) “ ucapan Nara membuat Ines sadar dan segera meletakkan barang yang dia bawa.

__ADS_1


Ines keluar kamar dengan masih tidak percaya apa yang sudah dia lihat, sosok Nara yang selama ini dia tahu terkesan sangat tertutup dan jauh dari kata ramah. Semua itu berbalik saat melihat sosok Nara tadi, para pelayan juga koki keluarga Sadhat heran melihat sikap Ines.


“ hva er det? Madame har skjelt på deg (ada apa? Nyonya habis memarahi kamu?) “


“ Det er derfor at hvis damen forteller deg at du ikke må ta for lang tid ... må du skynde deg ..... (makanya kalau di suruh nyonya jangan lama-lama..... harus cepat) “


“ fremdeles heldig at vi jobber med en dame som ikke snakker for mye, prøv om damen vår er en pratsom person (masih untung kita bekerja dengan nyonya yang tidak terlalu banyak bicara, coba kalau nyonya kita orang yang cerewet) “


“ sikkert nå gråter du ikke er klart (pasti sekarang kamu sudah menangis tidak jelas) “


Beberapa ucapan dua orang pelayan yang mencoba membuat Ines sedikit tersinggung tapi Ines masih saja diam dan teringat sosok Nara yang jauh dari semua prasangkanya.


“ vet du i kveld fru hva vil du til middag (apa kamu sudah tahu malam ini nyonya kamu mau makan malam apa?) “ tanya seroang koki.


“ så hva skal jeg lage mat til middag fru (lantas apa yang harus aku masak untuk makan malam nyonya)? “


Ines mengangkat kedua bahunya untuk sesaat, dan sekali lagi membuat seorang koki dan dua orang pelayan menatapnya jengah.


“ Mr. Afkar fortjener å være forelsket i fru .... selv om jeg var en mann, ville jeg definitivt møte knærne mine foran Mrs. (pantas tuan Afkar sangat cinta sama nyonya..... aku pun kalau menjadi laki-laki sudah pasti bertekuk lutut di hadapan nyonya) “ gumam Ines membuat ketiga pria yang tadi semakin heran.


“ fru hvorfor (nyonya kenapa)? “ tanya seroang pelayan.

__ADS_1


“ Masha ALLAH ....... damen er så vakker, jeg har aldri sett et ansikt så vakkert som det (Masya ALLAH....... nyonya cantik sekali, belum pernah aku melihat wajah secantik itu) “ ucapan Ines membuat ketiga pria itu semakin ingin tahu.


“ er damen like vakker som camilla bresciani (apa nyonya secantik camilla bresciani)? “ tanya seorang koki yang berkewarganegaraan Italia.


“ du kan alltid sammenligne med WAGs fotballspillere (kamu bisa-bisanya membandingkan dengan WAGs pemain bola) “ ucap seorang pelayan membuat koki tersebut memberi isyarat tangan ‘begitulah'.


“ madam er vakrere enn alle kvinnene i hjernen din. Hvis det ikke er vakkert, hvordan kan den unge mesteren være så besittende at han ikke en gang forlater rommet, fruen er fortsatt iført et slør (nyonya lebih cantik dari semua wanita yang ada di otak kalian. Kalau tidak cantik mana mungkin tuan muda Afkar sampai bersikap sangat posesif sampai keluar kamar saja nyonya masih memakai cadar). “ ucapan Ines membuat seseorang berdehem di belakangnya.


Seketika Ines membalik badannya dan terkejut mendapati Lief yang sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan.


“ så dette er jobben din ... bare snakker om den unge fruen (jadi seperti ini pekerjaan kalian..... hanya membicarakan tentang nyonya muda) “ ucap Lief menyindir Ines.


Membuat Ines dan ketiga pria diam tertunduk.


“ hvorfor er det slik at mesteren er veldig besittende av fruen? Dere føler deg irritert over at dere ikke kan se den unge fruens vakre ansikt (kenapa memangnya kalau tuan sangat posesif terhadap nyonya? Kalian merasa terganggu tidak bisa melihat wajah cantik nyonya muda?) “ seketika Ines dan dan ketiga pria itu menatap Lief dengan heran.


“ hvordan vet du om damen er en vakker kvinne (dari mana kamu tahu kalau nyonya wanita yang cantik)? “


“ har du sett det (apa kamu pernah melihatnya) “


“ hvor så du det (dimana kamu melihatnya)? “

__ADS_1


Lief tidak menjawab semua pertanyaan itu dan berlalu pergi meninggalkan mereka dengan penuh pertanyaan di otak mereka.


__ADS_2