
Tengah malam Nara berasa ingin ke toilet tanpa sengaja saat keluar dari kamar mandi Nara melihat ponsel Afkar menyala sesaat membuat Nara tergelitik untuk melihatnya. Nara mencoba menyentuh pelan layar ponsel Afkar seketika terlihat sebuah pesan gambar, membuat tubuh Nara seketika menggigil dan membuatnya menjatuhkan sebuah gelas kaca yang berada tepat di samping ponsel. Afkar terbangun mendapati Nara yang sudah berjongkok dengan tubuh bergetar menahan rasa takut, Afkar segera mendekap tubuh Nara agar berhenti bergetar. Melihat sesaat pesan gambar di ponselnya dan mengangkat Nara kembali ke ranjang, membersihkan pecahan gelas dan memberi Nara segelas air hangat.
“ sayang melihat ini? “ ucap Afkar sambil tangan kanannya menyerahkan segelas air hangat dan tangan kirinya memperlihatkan layar ponselnya.
Nara mengganggukan kepala sesaat. Afkar menarik nafas panjang dan duduk di samping Nara.
“ apa orang itu yang melukai tangan Nara? “ Afkar menganggukan kepala menjawab pertanyaan Nara.
“ apa dia juga yang membuat mas lembur mengatasi masalah Rosenkrantz? “ Afkar terdiam menatap Nara.
Tanpa Afkar mengucapkan sepatah kata pun, Nara sudah bisa menebak apa jawaban Afkar.
“ sepertinya iya “ ucap Nara singkat membuat Afkar meraih tangan Nara dan menggengamnya erat.
“ Apa mas sudah melaporkan ke polisi? “ pertanyaan Nara membuat Afkar menggelengkan kepala.
__ADS_1
“ tidak cukup bukti membawa orang itu ke polisi bahkan ke pengadilan juga... tidak ada yang mau bersaksi melawan dia “ ucapan Afkar semakin membuat Nara ingin tahu siapa orang itu.
“ Mas... adakah sesuatu yang mas tutupi dari Nara? “ tanya Nara dengan merubah posisi duduknya menghadap Afkar yang tertunduk.
Dengan pelan Nara menyentuh dagu Afkar agar Afkar menatapnya, mereka saling memandang untuk sesaat membuat Afkar tidak sanggup lagi menyimpan apa yang dia rahasiakan dari Nara. Afkar menarik nafas panjang dan mulai menceritakan apa yang sudah dia simpan dari Nara. Afkar mulai bercerita dari siapa sebenarnya pemilik 10% saham Rosenkrantz yang namanya sudah Nara temukan dan apa hubungannya dengan Nara, siapa sosok itu sebenarnya dan apa hubungannya dengan penggelapan uang di dalam Rosenkrantz juga apa hubungannya dengan saham 10% Rosenkrantz. Pada awalnya Nara tidak percaya dengan nama pemilik 10% saham Rosenkrantz adalah nama kakaknya yang sudah meninggal tapi Afkar meyakinkan dengan beberapa berkas yang sudah dia simpan di dalam ponselnya, seketika kedua mata Nara terkejut dan mulutnya membuka lebar.
“ Ini nilai yang sudah kami transfer ke rek Fajrin karena hanya nama Fajrin yang terdaftar di administrasi negara ini sebagai ahli waris yang di akui oleh negara.... sayang tidak ada... bisa jadi malah sayang belum di buat “ ucapan Afkar membuat Nara merajuk.
Afkar memberi ciuman kecil di bibir Nara agar tidak merajuk, Afkar kembali menjelaskan tentang sosok itu dan menjelaskan beberapa kemungkinan kenapa sosok itu mengikuti dan menyerang Nara dari pada dirinya. Afkar juga menjelaskan apa yang terjadi pada tunangan Holger dan Istri Fredrik yang kemungkinan juga apa yang mereka alami ada hubungannya dengan sosok itu, Afkar menceritakan bagaimana Lief dan para pengawal menemukan tempat persembunyian sosok itu dan menemukan beberapa foto yang mencurigakan.
Meski pun tubuh mereka sedang terbaring di ranjang dan saling memeluk menguatkan satu sama lain tapi kedua mata mereka tidak bisa menutup kembali, meski pun mereka saling memandang satu sama lain tapi otak mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing.
Shubuh menjelang, mereka melakukan aktifitas seperti biasa. Tapi setelah makan pagi Nara memaksa Afkar untuk pergi ke kantor mengingat sudah 1 minggu lebih Afkar bekerja di apartement dan menemaninya. Pada awalnya Afkar curiga tapi Nara berhasil meyakinkan bahwa dirinya tidak akan keluar kemana-mana hanya di dalam apartement saja. Setelah Afkar tidak berada di apartemen, Nara segera memanggil Ines dan kepala pengawal untuk menemaninya.
“ hanya ini satu-satunya cara untuk menangkap basah orang itu “ gumam Nara yang sudah duduk di sofa dengan kain hitam yang sudah menutupi tubuhnya kecuali tangan kirinya yang terlihat hingga pergelangan tangan.
__ADS_1
Ines dan kepala pengawal masuk, Nara langsung menceritakan apa rencananya. Kepala pengawal mau pun Ines menolak rencana Nara karena menurut mereka itu sangat beresiko tinggi.
“ come on... I know you can but you are scared... I beg you just this once don't tell this plan to mas Afkar..... I want that person caught in fast and go to the jail (ayolah... aku tahu kalian bisa tapi kalian takut... aku mohon sekali ini saja jangan beritahu rencana ini sama mas Afkar..... aku ingin orang itu cepat tertangkap dan di penjara) “ ucap Nara memohon karena Nara sudah kehabisan ide untuk membuat kepala pengawal dan Ines mengikuti kemajuan Nara.
Pada akhirnya kepala pengawal dan Ines menyerah dengan permintaan Nara dan mengikuti apa yang Nara katakan, dan kepala pengawal mengajari Nara bagaimana mengelabui beberapa aksi yang kemungkinan sosok itu lakukan.
Sementara Afkar di ruang kerjanya mendapatkan apa yang dia inginkan dari Lief.
“ Så nå er de to i god behold... og den figuren du fortsatt holder øye med... vet Kalle om dette (jadi sekarang 2 orang itu sudah aman semua... dan sosok itu masih kalian awasi..... apa Kalle tahu hal ini)? “ tanya Afkar sambil memutar rekaman video dari Lief.
“ ikke ennå sir..... bedre ikke...... Jeg ser at herr Kalle ikke er flink til å holde på hemmeligheter..... Jeg er redd for at hva vi gjør denne figuren vil finne ut av hvis vi forteller Mr. Kalle (belum tuan..... sebaiknya jangan...... saya melihat kalau tuan Kalle tidak pandai menyimpan rahasia..... saya kuatir kalau apa yang kita lakukan ini akan di ketahui oleh sosok itu bila kita memberi tahu tuan Kalle) “ jelas Lief.
“ det er vanligvis ikke du kan tenke så langt (tidak biasanya kamu bisa berpikir hingga sejauh itu) “ puji Afkar membuat Lief tersenyum tipis.
Saat Afkar sibuk dengan berkas berkas yang sudah 1 minggu lebih tidak dia sentuh, tiba-tiba Fredrik dan Holger masuk. Mereka menjelaskan bahwa 3 hari lagi ada pesta perusahaan memperingati berdirinya Rosenkrantz yang sudah lebih dari 100 tahun. Karena Afkar yang menduduki posisi CEO Rosenkrantz maka peringatan tahun ini Afkar dan istrinya harus hadir. Mereka ingin seluruh staff Rosenkrantz, pemegang saham juga relasi bisnis Rosenkrantz mengenal siapa wanita yang sudah menaklukkan pria dingin keturunan Erhan Sadhat.
__ADS_1
Karena posisi Afkar yang memiliki tanggung jawab besar, dengan terpaksa Afkar menyetujui permintaan Holger dan Fredrik meski pun Afkar kuatir bila sosok itu muncul di acara pesta perusahaan. Setelah Holger dan Fredrik keluar dari ruang kerja Afkar, Afkar segera memerintahkan Lief untuk memasang cctv di tempat-tempat yang tak terlihat di lokasi pesta yang 3 hari lagi akan dia hadir. Menyuruh Lief agar menambah jumlah para pengawal wanita untuk mengawasi dan mengikuti setiap langkah Nara dan agar bisa berbaur dengan para tamu undangan.