
Mendengar penjelasan Erhan membuat tangan kiri Gustaf mengepal meremas berkas yang dia pegang, Gustaf sangat marah dan tidak mau percaya apa yang Erhan katakan.
“ løgn...... alt du sa var bare løgn... Jeg tror ikke på noe du sier (bohong...... semua yang kau katakan hanya kebohongan.... aku tidak percaya apa pun yang kau katakan) “ Gustaf semakin emosi menyangkal semua penjelasan Erhan.
Gustaf yang terlihat jelas sangat marah dan menyangkal apa yang Erhan jelaskan. Afkar tersenyum dengan menarik satu sudut bibirnya, terlihat jelas dengan tatapan mata dingin Afkar mulai memahami kelemahan dan celah pada emosi Gustaf.
“ hvorfor løy bestefar..... selvfølgelig har onkel Oswinn sine grunner til at han bare tør å fortelle bestefar alt dette...... spør du om aksjen..... må du kjøpe den til fire ganger dagens kurs ......fordi aksjen ikke lenger tilhører Rosenkrantz sine etterkommere (untuk apa kakek berbohong..... tentu paman Oswinn punya alasan sendiri kenapa hanya berani menceritakan ini semua pada kakek...... kalau kau meminta saham itu..... kau harus membelinya dengan harga 4 kali lipat dari harga sekarang..... karena saham itu sudah bukan lagi milik keturunan Rosenkrantz) “ suara tegas dan dingin Afkar serta mata tajam seperti elang yang siap menerkam mangsa membuat tubuh Gustaf terasa kaku.
Gustaf sudah banyak mendengar tentang siapa Afkar, pria dingin yang tidak mengenal belas kasihan pada orang-orang yang sudah berani membuatnya marah.
“ ingen måte..... dere vil sikkert lure meg (tidak mungkin..... pasti kalian ingin menipuku) “ suara keras Gustaf semakin membuat Nara menutup rapat-rapat kedua kelopak matanya.
Kemarahan yang memuncak membuat Gustaf lupa diri dan mengacung-acungkan senjata api yang dia pegang ke arah para keturunan Rosenkrantz yang lain, sementara tangan satunya masih mencengkeram bahu Nara. Entah siapa yang memberi perintah, 2 orang pengawal Afkar dengan gerakan pelan tanpa suara seketika berhasil melumpuhkan Gustaf. Ines segera mengamankan senjata dari tangan Gustaf dan menyerahkan pada kepala pengawal, Nara yang masih belum berani membuka kedua matanya tiba-tiba merasakan pelukkan hangat dengan aroma tubuh yang sangat dia kenal.
Seketika kedua kaki Nara terasa lemas dan Afkar dengan sigap menahannya agar tubuh Nara tidak terjatuh ke lantai.
“ semua sudah berakhir...... mereka sudah mengamankan orang jahat itu “ ucap Afkar menenangkan Nara yang masih menangis karena takut.
Dan entah siapa yang memanggil pihak keamanan, tapi saat Gustaf sudah di amankan oleh para pengawal Afkar. Seorang penyelidik mendekati Afkar.
__ADS_1
“ madam....thank you for your co-operation....we will make sure this person will never be able to breathe the air outside the prison (nyonya.... terima kasih atas kerja samanya.... kami akan pastikan orang ini tidak akan pernah bisa menghirup udara di luar penjara) “ ucap penyidik itu membuat Afkar heran.
“ Jeg skal vitne om det han har gjemt i Rosenkrantz (aku akan bersaksi apa saja yang sudah dia gelapkan di Rosenkrantz) “ suara Kalle yang sudah terdengar tenang membuat Holger dan Fredrik tersenyum.
Gustaf memandang Kalle penuh dengan kebencian dan amarah.
“ Jeg skal fortelle alle etterforskerne hva du har gjort med den andre fruen Rosenkrantz (aku akan mengatakan semua pada penyidik apa saja yang sudah kamu lakukan pada nyonya Rosenkrantz yang lain) “ ucapan keras wanita dengan wajah berantakan yang masih tertahan oleh 2 pengawal Afkar.
Gustaf hanya bisa mengeraskan kedua rahangnya menahan mulutnya karena dia paham, apa pun kalimat yang dia ucapkan akan menjadi bukti di persidangannya nanti.
Nina dan Therese seketika merasa merinding mendengar ucapan wanita itu. Holger dan Fredrik memeluk erat wanitanya menguatkan dan melupakan semua peristiwa yang hampir saja merenggut nyawan mereka berdua.
“ mas.... kenapa dia bisa percaya begitu saja apa yang Gustaf katakan padanya.... seharusnya dia mencari tahu kebenarannya dulu atau setidak-tidaknya mencoba melakukan test DNA dengan Gustaf “ gerutu Nara membuat Afkar tersenyum gemas sambil memberi isyarat tangan pada Ines.
Afkar senang karena Nara sudah berhasil melawan rasa takutnya atas peristiwa penyanderaan dirinya yang baru saja terjadi.
Ines mendekat dan menutupi tubuh Nara dengan coat milik Afkar.
“ please sir (silahkan tuan) “ ucap Ines dengan tangan kanannya menyerahkan selembar kain niqab.
__ADS_1
Dengan bantuan Ines yang menutupi tubuh Nara dengan coat, Afkar mengganti niqab Nara dengan niqab dari tangan Ines. Nara bingung dengan apa yang di lakukan Afkar, tapi Nara memilih untuk diam dan membiarkan Afkar melakukan apa yang ingin Afkar lakukan. Para keturunan Rosenkrantz memperhatikan apa yang Afkar lakukan dengan penuh pertanyaan di otaknya.
“ it's done...... burn this (sudah selesai...... bakar ini) “ suara tegas dingin dan posesif Afkar sambil menyerahkan niqab yang dia pegang.
Mendengar perintah Afkar pada Ines membuat Nara terkejut.
“ mas tidak suka ada pria lain mencium niqab sayang “ suara hangat dan posesif Afkar membuat Nara memeluk erat lengan Afkar.
Ines membungkukkan badan dan berlalu pergi melakukan apa yang Afkar perintahkan.
Erhan meminta para generasi ke enam Rosenkrantz untuk duduk mendengarkan penjelasannya. Akhirnya Holger dan Fredrik tidak jadi bertanya pada Afkar. Nara mencubit pelan perut Afkar.
“ aduh.... sakit sayang..... “ pekik Afkar dan seketika hilang sudah aura dingin dan tegas Afkar.
“ itu lo....ice bearnya di hilangkan.... “ suara pelan Nara yang menurut Afkar terdengar manja.
Membuat Afkar mengulas sedikit senyum tipis membuat Holger, Fredrik dan pasangannya masing-masing terkejut karena baru kali ini melihat Afkar tersenyum pada wanita.
“ Kalle... Jeg er virkelig skuffet over deg... Oswinn sendte deg til England i håp om at du kunne erstatte meg som administrerende direktør... men med bare én setning full av løgner... trodde du det allerede. ... .. selv på grunn av din dumhet ... Rosenkrantz falt nesten i hendene på en dårlig person ... heldigvis solgte pappaen din noen av aksjene sine ... du skulle ikke bare tro det Gustaf fortalte deg ..... du bør ta en DNA-test med Gustaf først..... Jeg håper dette er din siste feil og dumhet..... du bør be om unnskyldning til mammaen din... hvis du trenger å knele ved din mammas føtter... synd på mammaen din... hun ble traumatisert av behandlingen han hadde opplevd. (Kalle.... aku sungguh kecewa denganmu.... Oswinn menyekolahkanmu hingga ke Inggris berharap kamu bisa menggantikan aku sebagai CEO.... tapi hanya dengan satu kalimat penuh kebohongan..... kamu sudah percaya begitu saja...... bahkan karena kebodohanmu.... hampir saja Rosenkrantz jatuh ketangan orang jahat.... untung saja papamu menjual sebagian sahamnya.... seharusnya kamu tidak percaya begitu saja pada apa yang Gustaf katakan padamu..... seharusnya kamu melakukan test DNA dengan Gustaf terlebih dahulu..... aku harap ini kesalahan dan kebodohanmu yang terakhir..... kamu harus meminta maaf pada mamamu.... kalau perlu bersujud di kaki mamamu.... kasihan mamamu.... dia trauma dengan perlakuan yang selama ini dia terima.) “ luapan rasa kecewa juga kesal Erhan pada Kalle.
__ADS_1