
Acara peluncuran Escape Room berakhir dengan sangat sukses para gamers menyambutnya dengan antusias dan seperti yang sebelumnya, Afkar akan mengadakan kompetisi Escape Room tahun depan di Istambul sama seperti game besutan Surendra Cyber yang tahun ini mulai merencanakan bagaimana jalannya kompetisi nanti. Afkar masih berbincang bincang dengan Murat juga dengan tiga Investor terbesar Kant Sotware, sementara Nara menunggu Afkar dengan duduk di antara Felissa dan Morten. Nara terlihat jelas sangat lelah hingga melipat kedua tangannya di meja sebagai alas kepalanya, membuat Nara tertidur dengan posisi duduk bersandar di meja. Felissa paham betul kondisi Nara saat ini yang mudah sekali merasa lelah, Felissa hanya bisa membantu mengurangi rasa lelah dengan membelai punggung Nara.
Sementara sejak percakapannya dengan Nara dan ucapan terakhir Afkar, Ubet masih diam terduduk di kursi bersama tim-nya. Sesekali Ubet melihat Nara yang duduk bersama Felissa juga Morten. Ubet masih tidak percaya meskipun Afkar sudah memperkenalkan diri sebagai suami Nara
“Amma la oss dra hjem først (Amma kami pulang dulu ya)....” pinta Morten yang sudah merasa lelah karena seharian ikut membantu Zehed mengerahkan para gamers untuk menghadiri peluncuran Escape Room.
“Du vil la Amma være her alene med svigerinnen din (kamu mau meninggalkan Amma disini sendiri sama kakak ipar kalian) ?” pertanyaan Felissa membuat Marius memaksa Morten untuk duduk kembali.
“du kommer ikke nødvendigvis hjem en gang i måneden ... allerede kjedelig med Amma (kalian belum tentu satu bulan sekali pulang..... sudah bosan menemani Amma)" ucap Felissa sambil membelai punggung Nara.
Nara merasa nyaman seperti merasakan belaian seorang ibu yang hampir delapan tahun ini tidak dia rasakan kecuali dari Freya ibu mertuanya. Morten dan Marius menjadi merasa bersalah dan kembali duduk menunggu hingga para pebisnis selesai berbicara.
“årets konkurransesesong .... du må gjøre det enda bedre .... du må hjelpe Afkar med å ta vare på Nara ...... etter at Kant Softwares virksomhet er over, vil Afkar innta stillingen som administrerende direktør i Rosenkrantz. ... han vil være travlere med din bestefars virksomhet ... og det er din plikt å hjelpe Afkar til å ta seg av Nara (musim kompetisi tahun ini.... kalian harus lebih baik lagi.... kalian harus membantu Afkar ikut menjaga Nara...... setelah urusan Kant Software selesai, Afkar akan menduduki posisi CEO Rosenkrantz.... dia akan semakin sibuk dengan bisnis kakek kalian.... dan sudah kewajiban kalian untuk membantu Afkar menjaga Nara)" ucapan Felissa membuat Marius teringat akan beberapa jadwal kompetisi yang Afkar tunjukkan saat penerbangan dari Oslo.
__ADS_1
“Amma ... hvis vi er i samme team som svoger, vil vi være veldig i stand til å hjelpe GUN med å ta vare på svoger ... men hvis Nanwei sier at vi må tilbake til lag ett .... det vil være vanskelig for oss å beholde svoger (Amma...... kalau kami satu tim dengan kakak ipar, kami akan sangat bisa membantu GUN menjaga kakak ipar..... tapi kalau Nanwei mengatakan bahwa kami harus kembali ke tim satu.... akan sulit bagi kami untuk menjaga kakak ipar).” Ucap Marius tertunduk lesu karena belum mendengar kabar sama sekali dari Nanwei terkait kompetisi musim ini.
“du kan snakke med Afkar ..... hvis du trenger å heve konkurransemålet ditt slik at du kan være på samme lag som Nara, så du kan ta vare på Nara også (kalian bisa bicarakan dengan Afkar..... kalau perlu kalian naikkan target kompetisi kalian biar kalian bisa satu tim dengan Nara jadi kalian bisa menjaga Nara juga).” Ucap Felissa sedikit memaksa.
Morten menghela nafas dengan kasar mendengar saran Felissa tapi juga tidak bisa membantah saran Felissa.
“det er opp til GUN ..... vil gjøre oss til et team med svoger eller ikke ..... bare GUN forstår hvor langt vi og svogerens evner er (terserah GUN saja..... mau menjadikan kami satu tim dengan kakak ipar atau tidak..... hanya GUN yang paham seberapa jauh batas kemampuan kami dan kakak ipar).” ucap Marius sambil melihat Afkar yang sudah beranjak berdiri dari kursi mengikuti Murat mengantarkan ketiga investor sampai pintu keluar ballroom.
“hvis du ikke tør fortelle Afkar ..... la Amma si det (kalau kalian tidak berani bilang sama Afkar..... biar Amma yang bilang)" ucap Felissa membuat kedua anaknya semakin merasa ngeri karena kuatir bila target kompetisi mereka akan di naikkan oleh Afkar beberapa level.
“Otele geri dönerseniz, Nara yorgunluktan uyuyakalmış gibi görünüyor..... Bırak bu işi Zehed halletsin.... Üstelik Zehed mutlu gibi görünüyor. (Afkar kamu kembali saja ke hotel, sepertinya Nara sudah tertidur karena kelelahan..... urusan ini biar Zehed yang menyelesaikan.... lagi pula sepertinya Zehed sedang bahagia pasti dia akan cepat membereskan semua ini)" ucap Murat sambil menepuk bahu kiri Afkar.
“tamam..... önce otele döndüğümüzde kaybettik (baiklah..... kalah begitu kami kembali ke hotel dulu)" ucap Afkar yang sudah meletakkan tangan kanan Nara di bahunya untuk memudahkan dirinya mengangkat tubuh Nara seperti bridal style.
__ADS_1
“Assalamualaikum” salam Afkar yang sudah menggendong Nara yang tertidur pulas.
“Wa'alaikumsalam” balas keluarga Yilmaz hampir bersamaan.
Zehed melihat Afkar yang sudah berjalan mendekat pintu ballroom segera menghampirinya.
“efendim, arabanız lobide hazır... sizi otele götürmeme izin verin (tuan mobil anda sudah siap di lobi.... biar saya antar anda sampai hotel)" ucap Zehed yang sudah berjalan di samping Afkar.
“sen sadece doktor Deniz'e eşlik et.... sana daha çok ihtiyacı var..... şoförünüzle otele geri dönebiliriz. (kamu temani dokter Deniz saja.... dia lebih membutuhkan kamu..... kami bisa kembali ke hotel dengan supir kamu)." ucap Afkar yang sudah berdiri di dekat pintu mobil.
Zehed segera membuka pintu mobil dan membantu Afkar masuk, Zehed menutup pintu mobil dan kembali berjalan menuju Deniz yang sudah menunggunya di lobi.
“sadece doktor deniz eşlik (temani saja dokter Deniz) ” teriakan Afkar membuat Zehed malu di hadapan Deniz.
__ADS_1
Sedari Afkar mengangkat Nara hingga masuk ke mobil, Ubet menatap mereka dengan tatapan tidak percaya. Ubet masih menyangkal semua itu, dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu mungkin mencari tahu kebenaran ucapan Nara. Meskipun saat ini di Jakarta masih pukul empat pagi hari, Ubet memaksakan diri untuk menghubungi seseorang yang menurutnya dapat dia andalkan untuk mendapatkan informasi tentang pernikahan Nara.
Afkar dari kaca spion dalam melihat Ubet yang berdiri melihat mobil yang Afkar dan Nara pakai, terlihat jelas Ubet menatap mobil mereka dengan tatapan tidak percaya dan penuh tanya.