NEPTUNIA (HubrETS Hackin")

NEPTUNIA (HubrETS Hackin")
BAB 209 HACKER PLAYGROUND (6)


__ADS_3

Tepat pukul 3 sore Nara meletakkan laptop di meja dan mulai terlihat serius meretas beberapa server tim lain secara bersamaan, Nara tidak duduk di kursi seperti pemain yang lain. Nara memilih berdiri dan menggerak-gerakkan kedua kakinya agar kedua kakinya tidak bengkak.


Lima belas menit pertama setelah pukul 3 sore, 10 server utama mati total membuat 10 pemain harus keluar dari arena kompetisi dengan wajah kecewa juga menyesal. Entah berapa server yang sudah Nara retas tidak ada yang tahu kecuali panitia penyelenggara, Afkar menatap tajam Nara yang terlihat jelas sangat serius menatap layar laptop. Barra mengepalkan kedua tangannya seakan-akan gemas melihat aksi Nara yang mengetik dengan posisi sedikit membungkuk seperti rukuk.


“ kenapa kamu tidak duduk saja...... “ gumam Barra dalam hati dengan gemas.


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, dan masih ada sepuluh server yang menyala dengan indikator lampu berwarna hijau, merah mau pun kuning di setiap port yang terdapat kabel yang menghubungkan ke server cabang. Indikator lima server yang memiliki sistem keamanan jaringan sesuai spesifikasi penyelenggara semuanya berwarna hijau, sedangkan lima server yang lain indikatornya sebagian sudah berwarna kuning bahkan berwarna merah.


Satu jam terakhir adalah saat yang paling menegangkan pagi kelima tim dengan sistem keamanan yang sesuai spesifikasi penyelenggara, karena mereka semakin paham siapa lawan mereka sebenarnya. Dan tepat di tiga puluh menit terakhir lima server masih menyala dengan indikator berwarna hijau, para manager juga penonton di tribun mulai berbisik-bisik.


“ it turns out that pregnant women are also able to maintain their system (ternyata wanita hamil itu mampu juga mempertahankan sistemnya) “ bisik salah seorang manager tim


“ It's the first time I've seen Neptunia in real action..... she's scarier than I imagined (aku baru kali ini melihat aksi Neptunia yang sebenarnya..... dia lebih menakutkan dari apa yang aku bayangkan) “ gumam manager the duck sambil melihat sosok Afkar.


“ You guys shouldn't underestimate D4rkC0d3..... they're newbies.... but Neptunia works like a pro hacker (kalian tidak boleh meremehkan D4rkC0d3..... mereka pemain baru.... tapi Neptunia bekerja seperti seorang peretas profesional) “ gumam manager $wag sambil menatap tajam Nara yang sedang memindahkan sebuah kabel dari server utama ke server cermin.


Lief yang secara sembunyi-sembunyi menyalakan sebuah kamera kecil berbentuk pena yang dia selipkan di saku kemeja, sesekali terlihat mengepalkan kedua tangannya saat melihat Nara beberapa kali melepas dan menancapkan kabel di beberapa port yang berbeda.


“ unge frue kan definitivt..... overleve frue.... vi ber alle for deg (nyonya muda pasti bisa..... bertahan nyonya.... kami semua mendoakan kalian) “ gumam Lief sangat gemas hingga tanpa sadar meremas tangan Mari.


Dengan tatapan tajam Mari mencubit kecil kulit tangan Lief, membuat Lief teriak tertahan menahan rasa sakit akibat ulah Mari.

__ADS_1


Beberapa kali indikator server D4rkC0d3 berwarna kuning bahkan sempat berwarna merah tapi dengan usaha keras Nara juga tim D4rkC0d3 yang berada di server cabang, indikator warna kuning atau pun merah dapat mereka kembalikan menjadi berwarna hijau.


“ damn it...they managed to restore their system


(sial.... mereka berhasil memulihkan sistem mereka) “ umpat linz3 kapten tim hackerscrew yang ternyata memilih mengendalikan server pusat seperti Nara.


Saika terlihat memperhatikan linz3 yang terlihat jelas sangat gusar dan tidak tenang.


“ it turns out you're trying to attack the D4rkC0d3 server.... then I'll kill the cyKOR and $wag servers.


(ternyata kau mencoba menyerang server D4rkC0d3.... kalau begitu aku akan habisi sever cyKOR dan $wag) “ gumam saika dengan senyum sinis menatap linz3.


Nara yang paham bahwa linz3 mengincar sistemnya berusaha keras menghalau dan memulihkan sistemnya dengan tetap percaya diri, tenang dan bekerjasama dengan tim D4rkC0d3 yang lain.


Lima belas menit terakhir server milik D4rkC0d3, the duck dan hackerscrew masih bertahan. Semua tim berusaha keras saling menyerang dan mempertahankan sistem keamanan mereka masing-masing. Dan kali ini Nara memilih untuk duduk karena kedua telapak kakinya mulai terasa panas juga nyeri, melihat Nara yang duduk dengan pelan membuat linz3 semakin gusar dan tidak tenang.


“ damn it..... she's still holding on (sialan..... dia masih bertahan) “ umpat linz3 dan menyisir kasar rambutnya.


Saika tersenyum sinis melihat Nara yang terlihat jelas kesepuluh jari jemarinya tidak ada yang diam.


“ You're starting to get busier..... I'd better hang on... until one of you dies (kau mulai semakin sibuk..... sebaiknya aku bertahan saja... sampai salah satu dari kalian mati) “ gumam Saika pelan sambil melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


Nara melirik Saika dari sudut mata kirinya sesaat dan tersenyum tipis.


“ sepertinya kau masih meremehkan kami.....baiklah.... aku selesaikan kalian berdua “ gumam Nara sambil mengetik pesan pada ke empat anggota D4rkC0d3 yang lain untuk sedikit melakukan pemindahan sambungan kabel di server yang menjadi tanggung jawab mereka.


“ according to my count....you guys move the wires together (sesuai hitunganku.... kalian pindahkan kabel itu bersamaan) “ ucap Nara pelan sambil mengetik.


Dan tepat saat Nara menekan tombol enter keyboard, indikator server hackerscrew satu persatu berubah berwarna merah membuat linz3 sibuk dengan keyboard juga kabel-kabel server. Karena bila dalam 3 detik indikator server hackerscrew tidak kembali berwarna hijau maka sudah bisa di pastikan tim hackerscrew kalah.


Jari jemari Nara masih menari nari di tas keyboard mengetik script atau pun pesan untuk D4rkC0d3 yang menjaga server cabang.


Nara melirik sesaat server the duck yang indikator lampu kecil-kecil masih menyala berwarna hijau semua, tidak ada satu pun yang berwarna kuninvg atau pun merah.


“ apa ada yang salah dengan script atau kabel yang aku pindahkan.... “ gumam Nara mulai bingung.


Karena saat ini hanya server hackerscrew saja yang lampu kecil-kecilnya berkedip berubah warna dari hijau ke kuning dan terakhir ke merah tanpa bisa kembali ke warna hijau lagi.


Nara menggaruk kepalanya meski pun tidak terasa gatal, Saika tersenyum senang melihat sikap Neptunia yang beberapa kali menggaruk kepalanya.


Sementara di ruang server di gedung yang berbeda dengan Nara, Morten dan javex terlihat tertunduk lemas membaca pesan yang dia baca di layar laptop. Pesan yang ternyata dari Nara, yang memberitahu bahwa hanya server hackerscrew saja yang mengalami perubahan warna lampu indikator server.


Morten mengumpat pelan membuat javex sedikit takut, javex takut kalau dia melakukan kesalahan melepas kabel dan menancapkan kabel di port yang salah. Javex berkali kali memastikan kabel dan port sesuai perintah Morten.

__ADS_1


“ gikk jeg glipp av noe (apa aku melewatkan sesuatu)? “ suara pelan Morten membuat javex menggelengkan kepala.


Morten menatap tajam layar laptop, kedua bola matanya bergerak ke kanan kiri atas bawah mencari-cari sesuatu yang mungkin dia lewatkan. Javex memperhatikan belasan kabel memastikan semua lampu port tidak ada yang berwarna kuning.


__ADS_2